HAK-HAK KONSUMEN KORBAN LEDAKAN GAS LPG TINJAUAN HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI DESA KARANGLO KIDUL- JAMBON PONOROGO JATIM)

NISA'UN NAHDIYAH - NIM. 07380038, (2011) HAK-HAK KONSUMEN KORBAN LEDAKAN GAS LPG TINJAUAN HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI DESA KARANGLO KIDUL- JAMBON PONOROGO JATIM). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Dalam era globalisasi dan perdagangan bebas, perhatian terhadap perlindungan konsumen semakin meningkat. Dorongan kemajuan teknologi dan informatika yang telah memperluas transaksi barang dan jasa yang ditawarkan tersebut bervariasi baik produk dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini tentu saja bermanfaat bagi konsumen, karena kebutuhannya dapat dipenuhi dengan jumlah dan jenis barang yang bervariasi. Namun, dapat pula mengakibatkan kedudukan pelaku usaha dan konsumen tidak seimbang, dalam hal ini konsumen berada pada posisi yang lemah.oleh karenanya sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, bahwa masyarakat dalam kedudukunnaya sebagai konsumen memiliki hak untuk dilindungi. Sebagaiman kasus yang terjadi di Desa Karanglo Kidul akibat ledakan gas LPG subsidi Pemerintah. Pertamina menyebutkan penggunaan LPG adalah lebih aman, hemat, mudah dan bersih. Kalim tersbut tidak benar karena sekarang ini banyak muncul kasus ledakan LPG. Sesuai dengan UUPK Pasal 4 menyebutkan hak konsumen untuk mendapatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam menggunakan suatu produk. Oleh karenanya dari permasalahan tersebut muncul beberapa pokok masalah, yaitu bagaimana hak-hak konsumen korban ledakan gas LPG menurut peraturan perundang-undangan? Dan, bagaimana hak-hak konsumen korban ledakan gas LPG dalam tinjauan hukum islam? Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan normatif dan yuridis. Pendekatan normatif ini digunakan untuk melihat aturan-aturan hukum perlindungan hak-hak konsumen dengan menggunakan kaedah-kaedah atau prinsip-prinsip yang ada dalam hukum islam yang ada dalam al-Qur'an dan ushul fiqh. Sedangkan dari segi yuridis, pendekatan ini berfungsi untuk melihat objek hukum yang bersangkutan, karena berkaitan dengan produk perundang-undangan yaitu Undang-undang Perlindungan konsumen No. 8 tahun 1999 yang di dalamnya juga memuat tentang hak dan kewajiban konsumen dan pelaku usaha. Sedang teknik pengumpulan data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder, data primer diperoleh langsung melalui wawancara dengan subjek penelitian sedang data skunder diperoleh dari data kepustakaan. Analisis data yang dilakukan yaitu dengan mengumpulkan data sekunder yang telah diperoleh dan disusun secara sistematis, kemudian dianalisis secara kuantitatif. Analisis secara kuantitatif dilakukan untuk menjawab permasalahan yang ada di dalam skripsi ini. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsumen sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, korban ledakan LPG yang terjadi di Desa Karanglo Kidul telah mendapatkan haknya untuk mendapat ganti rugi sebagai tanggung jawab pelaku usaha. Juga dalam hukum Islam hal itu dibenarkan, karena pemerintah yang mengeluarkan kebijakan tersebut maka pemerintah harus bertanggung jawab dengan apa yang terjadi sehubungan dengan ledakan LPG yang diberikannya kepada warga Karanglo Kidul. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. H. Abdul Majid AS, M.Si. 2. Siti Djazimah, S.Ag., M.Si.
Uncontrolled Keywords: konsumen, UU No.8 Th.1999, korban ledakan gas LPG
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6684

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum