TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM ISLAM TERHADAP BAGI HASIL TANGKAPAN IKAN PADA PERAHU NELAYAN JENIS ARAD BUNDES

NOFAL MUSTAQIM - NIM. 07380076, (2011) TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM ISLAM TERHADAP BAGI HASIL TANGKAPAN IKAN PADA PERAHU NELAYAN JENIS ARAD BUNDES. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Penerapan sistem bagi hasil pada perahu nelayan jenis arad bundes sudah dilakukan sejak zaman dulu dari generasi sebelumnya dan sudah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat Desa Asemdoyong. Kebiasaan ini didasarkan pada rasa hubungan kekeluargaan, saling percaya dan berusaha untuk saling menghargai. Meskipun demikian, hal tersebut tidak jarang menimbulkan perselisihan antara juragan dan ABK. Hal ini tercermin pada kurang baiknya ABK dalam mengusahakan hasil tangkapannya dan ABK juga menjual beberapa dari hasil tangkapan tanpa sepengetahuan juragan. Timbulnya perselisihan antara juragan dengan ABK secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi bagian yang akan diterima oleh mereka. Berdasarkan paparan di atas, maka penelitian ini mencoba untuk mengungkap bagaimana kerjasama bagi hasil pada perahu nelayan jenis arad bundes di Desa Asemdoyong tersebut ditinjau dari sosiologi hukum Islam, studi ini menanyakan bagaiamana penerapan bagi hasil pada perahu nelayan jenis arad bundes serta bagaimana penyelesaian terhadap sengketanya. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), sementara sifat penelitian ini adalah deskiptif-analitik yang berlokasi di Desa Asemdoyong. Dalam praktiknya, penelitian ini menggunakan pendekatan normatif sosiologis dan pencarian data langsung ke lapangan yang dihimpun melalui metode observasi (pengamatan) dan metode interview (wawancara). Masalah dalam penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan kerangka sosiologi hukum Islam, yaitu menggunakan akad syirkah, konsep penyelesaian sengketa dalam hukum Islam dan 'urf. Setelah dilakukan penelitian, kerjasama bagi hasil pada perahu nelayan jenis arad bundes di Desa Asemdoyong mempunyai dua pola bagi hasil, yaitu pola bagi hasil saling rela dan perselisihan. Dalam pelaksanaanya, pola bagi hasil saling rela dinilai telah sesuai dengan hukum Islam dan telah memenuhi rukun dan syarat akad syirkah yang telah digariskan oleh jumhur ulama'. Hal ini diindikasiakan oleh dua hal: pertama, adanya kerelaan dan kesepakatan antara juragan dengan ABK dalam menjalankan kerjasama bagi hasil. Kedua, dalam hal berbagi keuntungan maupun kerugian, penentuan bagian bagi hasilnya disebutkan dalam bentuk prosentase. Sedangkan pola bagi hasil perselisihan adalah pola dimana dalam melakukan kerjasama tersebut terjadi perselisihan. Cara menyelesaikan perselisihannya adalah dengan cara kekeluargaan. Cara tersebut dinilai sesuai dengan hukum Islam, yaitu dengan as-shulh (perdamaian). Hal ini diindikasikan oleh i'tikad baik dari juragan dan ABK yang bersedia secara bersama-sama melakukan musyawarah untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Terjadinya perselisihan kerjasama bagi hasil tersebut, merupakan akibat dari tidak tersedianya tempat pelelangan khusus untuk ikan rebon, adanya perjanjian tidak tertulis serta kurangnya pengawasan dalam melakukan kerjasama bagi hasil. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. Moch. Sodik, S.Sos. M.Si 2. Fathorrahman, S.Ag. M.Si.
Uncontrolled Keywords: bagi hasil, perahu nelayan, arad bundes
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6687

Actions (login required)

View Item View Item