HAK ASUH ANAK JALANAN STUDI KOMPARASI ANTARA UU NO 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DAN HUKUM ISLAM

SOFIYATUN NI'MAH - NIM. 07360055, (2012) HAK ASUH ANAK JALANAN STUDI KOMPARASI ANTARA UU NO 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DAN HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Anak jalanan merupakan anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan baik itu masih memiliki keluarga maupun tidak. Fenomena merebaknya anak jalanan di Indonesia merupakan persoalan sosial yang kompleks. Hidup menjadi anak jalanan memang bukan merupakan pilihan yang menyenangkan, karena mereka berada di dalam kondisi yang kurang bermasa depan jelas dan keberadaan mereka tidak jarang menjadi masalah bagi banyak pihak mulai dari keluarga, masyarakat maupun negara. Anak jalanan harus dilindungi dari tindakan diskriminasi maupun eksploitasi. Perlindungan terhadap anak sudah diatur di dalam UU No 23 Tahun 2002 dan hukum Islam. Namun, perhatian terhadap nasib anak jalanan kurang begitu besar dan solutif sehingga mereka kehilangan hakhaknya sebagai seorang anak untuk diasuh dan dididik dengan baik. Sejauh mana Hukum Islam dan UU No 23 Tahun 2002 merespon terhadap anak jalanan yang ditelantarkan. Dalam hal ini pengasuhan anak jalanan belum dilakukan secara optimal. Dari faktor di atas ada dua pokok masalah yang diajukan penyusun, yaitu bagaimana penyelengaraan hak asuh anak jalanan di Rumah Singgah Ahmad Dahlan dan bagaimana perbandingan Hukum Islam dan UU No 23 Tahun 2002 terhadap praktek hak asuh anak jalanan di Rumah Singgah Ahmad Dahlan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis dan normatif dengan menggunakan teori Hukum Islam dan UU No 23 Tahun 2002. Adapun metode yang digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah metode penelitian lapangan (field research), data diperoleh dari dokumentasi dan interview. Setelah data terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data tersebut dengan analisis komparatif yaitu bagaimana memperbandingkan antara hukum Islam dan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dari hasil penelitian yang diperoleh, penyelengaraan hak asuh anak jalanan di Rumah Singgah Ahmad Dahlan sudah dilaksanakan sesuai UUPA dan Hukum Islam yaitu dengan adanya program pendampingan, perawatan, kesehatan, perlindungan dan pendidikan. Dan dalam praktek mengasuh anak jalanan di Rumah Singgah Ahmad Dahlan bahwasannya pengasuhan anak yang masih memiliki orang tua dan mampu mengasuhnya dikembalikan terhadap orang tuanya, apabila orang tua tidak mampu mengasuhnya maka hak asuh anak diberikan terhadap keluarga dekatnya maupun orang lain yang mampu mengasuhnya demi kepentingan terbaik anak. Dalam Hukum Islam pengasuhan anak lebih diprioritaskan terhadap pihak perempuan, sedangkan dalam UUPA hak asuh anak bisa dilakukan oleh semua orang yang mampu mengasuhnya, Rumah Singgah Ahmad Dahlan dalam memberikan hak asuh terhadap anak jalanan tidak mengutamakan pihak ibu terlebih dahulu tetapi semua orang berhak mengasuhnya demi kepentingan terbaik anak. Maka praktek hak asuh anak jalanan di Rumah Singgah Ahmad Dahlan lebih sesuai dengan UUPA dari pada Hukum Islam. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Abd. Halim, M. Hum 2. Lindra Darnela S.Ag., M. Hum.
Uncontrolled Keywords: hak asuh anak jalanan, Rumah Singgah, program pendampingan, perawatan, kesehatan, perlindungan dan pendidikan
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:51
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6712

Actions (login required)

View Item View Item