TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP ADAT LAHI KAWIN (STUDI KASUS DI REJOSARI, PAMENANG, MERANGIN, JAMBI)

TITIK RIYANI - NIM. 07350015, (2012) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP ADAT LAHI KAWIN (STUDI KASUS DI REJOSARI, PAMENANG, MERANGIN, JAMBI). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Perkawinan adalah suatu ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam melakukan pernikahan antara masyarakat satu dengan yang lainnya tidaklah sama, hal ini dikarenakan mereka mempunyai adat dan kebiasaan sendiri. Ketentuan tentang perkawinan adat di Rejosari, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi akan dibahas dalam skripsi ini. Di masyarakat Rejosari ada lima macam tata-cara perkawinan, pertama Duduk Betunang, kedua Beciri Tuo, ketiga Kawin Selaju Berelek, keempat Kawin Salah Bujang Gadis, kelima Lahi Kawin, yaitu larinya seorang laki-laki dan perempuan dengan didampingi seorang teman atau kerabat kerumah ketua adat untuk mengadakan pernikahan tanpa adanya peminangan dan tanpa sepengetahuan orang tua seperti lazimnya, untuk menjalin rumah tangga yang sesuai dengan agama Islam. Penyusun mengunakan kaidah al-'adatul muhkamah dan maslahahmursalah untuk menganalisis kasus lahi kawin yang terjadi di Desa Rejosari untuk menentukan sah dan tidaknya perkawinan tersebut. Dalam penelitian ini, penyusun mengunakan hasil wawancara dan observasi lapangan sebagai data utamanya, sedangkan data sekunder diambil dari berbagai literatur yang mendukung untuk dijadikan referensi dalam penyusunan skripsi ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosio-historis, dimana pada dasarnya produk pemikiran hukum merupakan hasil dari interaksi sosial, dengan pendekatan tersebut apakah adat lahi kawin ini sesuai dengan ketentuan hukum Islam dengan memperhatikan nash-nash yang ada, serta apakah adat lahi kawin tersebut mendatangkan banyak implikasi positif atau implikasi negatif dalam hal pelaksanaannya, sehingga sangat ditaati dalam masyarakat. Berdasarkan hasil analisis hukum Islam terhadap data hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa adat lahi kawin adalah salah satu adat yang dilakukan dalam melangsungkan pernikahan, adat lahi kawin sesuai dengan ketentuan hukum Islam, karena sudah memenuhi syarat dan kriteria perkawinan menurut hukum Islam, undang-undang dan kompilasi hukum Islam yang berlaku di Indonesia. Dengan kata lain hukum adat lahi kawin adalah boleh (mubah). Walaupun penyusun berkesimpulan bahwa adat lahi kawin mubah, tapi hal ini tidak sesuai dengan etika masyarakat sebagai mahluk sosial. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. Ahmad Pattiroy, M.Ag. 2. Hj. Fatma Amilia, M.Si.
Uncontrolled Keywords: adat lahi kawin, pernikahan, etika masyarakat
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:51
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6718

Actions (login required)

View Item View Item