PANDANGAN AL-ZAMAKHSYARI TENTANG QIRA'AT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENAFSIRAN SURAT AL-BAQARAH

ABDUL WADUD KASFUL HUMAM - NIM. 07530039, (2012) PANDANGAN AL-ZAMAKHSYARI TENTANG QIRA'AT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENAFSIRAN SURAT AL-BAQARAH. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Skripsi ini membahas pandangan al-Zamakhsyari tentang qira'at dan implikasinya terhadap penafsiran surat al-Baqarah. Dalam hal ini, penulis memfokuskan pada tafsir al-Kasysyaf 'an Haqaiq al-Tanzil wa 'Uyun al-Aqawil fi Wujuh al-Ta'wil. Adapun permasalahan pokok dalam skripsi ini adalah: Pertama, bagaimana pandangan dan sikap al-Zamakhsyari tentang qira'at. Kedua, bagaimana macam dan kualitas qira'at dalam tafsir al-Kasysyaf surat al-Baqarah. Ketiga, bagaimana implikasi dan aplikasi dari pandangan tersebut terhadap penafsiran surat al-Baqarah yang mengandung perbedaan qira'at. Yang dalam hal ini penulis fokuskan dalam wilayah teologis dan yuridis. Alasan penulis memilih judul ini adalah: Pertama, tidak banyaknya akademisi yang tertarik dengan ilmu qira'at dikarenakan ilmu ini tidak berhubungan langsung dengan kehidupan dan muamalah manusia sehari-hari. Di samping itu, ilmu ini tidak mempelajari masalah-masalah yang berkaitan dengan halal-haram dan hukum-hukum tertentu yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kedua, sebagai pioner Mu'tazilah dan mufassir al-Qur'an dengan latar belakang kelimuan syntax dan linguistik, al-Zamakhsyari memiliki pandangan bahwa legalitas qira'at itu diukur berdasarkan analogi gramatika. Oleh karena itu, perlu kiranya dilakukan penelitian lebih mendalam untuk mengetahui latar belakang munculnya pandangan tersebut yang ternyata memiliki pengaruh pula terhadap penafsiran ayat yang mengandung perbedaan qira'at, khususnya dalam surat al-Baqarah. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, penulis menggunakan dan pendekatan historis-filosofis dan metode deskriptif-analitis. Metode deskriptifanalisis dimaksudkan untuk menganalisis kualitas qira'at dan memetakan kembali ragam dan macam-macamnya, kemudian mengungkap qira'at yang digunakan al-Zamakhsyari dalam membangun pondasi penafsirannya dalam surat al-Baqarah beserta alasan-alasannya. Pendekatan historis dipakai untuk menelusuri latar belakang kehidupan al-Zamakhsyari serta mendeskripsikan pertumbuhan dan perkembangan qira'at. Sedangkan filosofis berarti melakukan telaah atas bangunan berpikir al-Zamakhsyari dengan melihat kerangka teoritis yang digunakan, terutama yang berkaitan dengan qira'at. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, al-Zamakhsyari mempunyai pandangan bahwa qira'at tunduk kepada pendapat dan ijtihad individual imam qira'at, dan qira'at itu tidak ditransmisikan dan dinukil secara sima'i. Kedua, karena pandangannya itu, al-Zamakhsyari sering menyalahkan dan menganggap tidak benar sebagian qira'at, walaupun qira'at tersebut konsisten dengan bacaan Nabi, hanya karena bertentangan dengan kaidah mazhab yang dianutnya. Ketiga, qira'at yang dikutip oleh al-Zamakhsyari tidak hanya yang berkualitas mutawatir, akan tetapi ia juga banyak mengutip qira'at syazah, bahkan prosentasinya lebih banyak yang syaz dibanding yang mutawatir. Keempat, al-Zamakhsyari terlalu bebas memilih qira'at tanpa memilah apakah itu qira'at mutawatir atau syaz, baik itu dalam wilayah teologis maupun yuridis. Khusus dalam wilayah teologis, ia menjadikan qira'at syazah sebagai alat untuk melegitimasi pendapat mazhab-nya. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. H. Abdul Mustaqim, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: qira'at, sima'i, Tafsir surat al-Baqarah, al-Zamakhsyari
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:51
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6733

Actions (login required)

View Item View Item