ORTODOKSI ISLAM DALAM PANDANGAN HASAN HANAFI

ALI MAS'UDI - NIM. 03511521, (2012) ORTODOKSI ISLAM DALAM PANDANGAN HASAN HANAFI. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang dilakukan dalam skripsi ini adalah meneliti pemikiran Hasan Hanafi berkaitan tentang pandanganya terhadap ortodoksi islam, sehingga dapat diketahui sikap gagasan ortodoksi islam Hasan Hanafi serta pandangan dia terhadap faham asy'ariah dan tasawuf. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena sosok Hasan Hanafi corak pemikiranya terkenal sebagai tokoh liberalis yang juga punya latar belakang sebagai seorang fundamentalis. Hasan Hanafi dalam dunia islam mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan pemikiran islam. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana sikap dan gagasan Hasan Hanafi terhadap ortodoksi Islam. Usaha untuk menjawab permasalahan penelitian di atas dengan menggunakan jenis penelitian pustaka atau pencarian data dengan menggunakan literatur yang sudah ada dalam bentuk buku, jurnal maupun websites. Dari literatur ini dapat dilakukan langkah diskriptip terhadap permasalahan, corak pemikiran, serta melakukan analisa terhadap pandangan Hasan Hanafi. Ortodoksi merupakan ketaatan terhadap peraturan. Istilah ini identik dengan gereja beserta dengan hirarkinya (lembaga-lembaganya). Oleh karena itu unsure dalam ortodoksi adalah emosional keagamaan, norma dimana ummat beragama menaatinya, lembaga yang menjaga tradisi keagamaan, serta ritual. Ortodoksi tidak hanya berlaku pada Ummat Katholik, karena kelembagaan agama tidak hanya dimiliki oleh Katholik, melainkan juga Ummat Kristen Protestan, walaupun tidak berbentuk hirarki sebagaimana Katholik. Begitu juga dengan agama lainnya, termasuk Islam. Oleh karena itu, ortodoksi merupakan bentuk konservativisme dalam ummat beragama, dimana juga terdapat unsure pelestari tradisi keagamaan. Pemikiran Hanafi mempunyai perbedaan pendapat dalam masalah ini. Ortodoksi tidak harus diartikan sebagai bentuk kemandegan, irrasionalitas, ketaatan mutlak, ataupun penentangan terhadap perubahan. Menurut Hanafi, tradisi (termasuk tradisi keagamaan) selalu berkembang. Sehingga reintrepetasi ulang terhadap agama merupakan keniscayaan. Hanafi menuangkan pendapatnya, bahwa tradisi yang didalamnya termuat nilai-nilai, semestinya tidak ditempatkan sebagai monument mati yang darinya dapat menyoroti realitas kehidupan. Tetapi penafsiran hendaknya memuat dialog antara teks dan konteks secara terus menerus. Sehingga penafsiran merupakan ekspressi dari kehidupan nyata umat beragama (Islam). Hanafi menuangkan hal itu dalam SIkap Terhadap Tradisi dan SIkap Kita Terhadap Realitas. Dalam Sikap Kita Terhadap Realitas, Hanafi mengemukakan pendapatnya tentang pentingnya penggunaan nalar dalam melakukan kalkulasi nasib manusia, bukan melakukan kalkulasi dengan perhitungan kitabiyah. Dengan melakukan pembaharuan dalam tradisi (aspek Ortodoksi), maka tradisi itu dapat berjalan sebagaimana mestinya, dan dapat berdialog dengan tradisi yang lain (The Others/ Barat) secara berimbang. Pemikiran Hanafi tidak melepaskan diri dari konteks ke Kita an ummat Islam. Oleh karena itu ia seakan mengakui bahwa ikatan emosional yang terbentuk dalam sejarah, tetapi di sisi yang lain penting untuk dilakukan pembaharuan terus menerus terhadap tradisi keagamaan. Di lihat dari pemikirannya, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat nuansa Ortodoksi dalam pemikiran Hanafi, yaitu pengakuan terhadap eksistensi ummat serta pentingnya melawan dominasi dan hegemoni Barat. Tetapi di sisi yang lain, keberaniannya dalam mengkritik paradigm teks serta mahdzab resmi (Asy'ariyah) menempatkannya sebagai intelektual Liberal. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. H. Zuhri, S.Ag., M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Ortodoksi, emosional keagamaan, norma, bentuk konservativisme, ummat beragama
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:51
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6739

Actions (login required)

View Item View Item