ISLAM DALAM AL-QUR'AN DAN RELEVANSINYA DENGAN ETIKA GLOBAL

ACHMAD LUTFI, NIM. 05213451 (2007) ISLAM DALAM AL-QUR'AN DAN RELEVANSINYA DENGAN ETIKA GLOBAL. Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (ISLAM DALAM AL-QUR'AN DAN RELEVANSINYA DENGAN ETIKA GLOBAL)
BAB I, VI.pdf - Published Version

Download (816kB) | Preview
[img] Text (ISLAM DALAM AL-QUR'AN DAN RELEVANSINYA DENGAN ETIKA GLOBAL)
BAB II, III, IV, V.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (774kB)

Abstract

Problem tindakan destruktif yang dilakukan oleh umat manusia yang terjadi sepanjang sejarah kehidupan dunia menjadi kegelisahan tersendiri. Perilaku tersebut tidak jarang dilakukan dengan menyatakan absah berdasarkan agama. Islam sebagai agama prominent di muka bumi tidak luput dari pelabelan tersebut, bahwa Islam "mendukung" tindakan destruktif. Fenomena kontemporer bahkan menunjukkan adanya ketakutan tersendiri di dunia Barat terhadap Islam, yang pada gilirannya memunculkan asumsi bahwa Islam berkait erat dengan tindakan terorisme. Kondisi semacam itu tentu saja memunculkan gejolak pemikiran tersendiri, benarkah Islam "mendukung" perilaku destruktif. Hasil penelitian yang telah dilakukan memberikan jawaban bahwa Islam, baik secara substansi maupun aksi, menolak semua tindakan destruktif. Bahwa Islam sama sekali tidak melegitimasi bentuk terorisme. Berdasarkan penelaahan yang dilakukan secara tematis terhadap term isla>m berikut derivasinya—yang dianalisis dengan menggunakan teori makkiyyah dan madaniyyah yang digagas oleh Thedore Nöldeke dan dikaji secara hermeneutis—yakni al-silmu/al-salmu, isla>m dan muslim, sebagaimana yang diungkap dalam al-Qur'an, menunjukkan bahwa isla>m yang secara etimologis berarti damai, yang dalam praksisnya menekankan ide penyerahan mutlak pada Keesaan Allah Swt. Kondisi ini pada gilirannya akan membawa seseorang untuk mengembangkan seluruh kepribadiannya secara integral, dan berusaha keras untuk mencapai kebenaran. Karena melakukan tindakan-tindakan tersebut sebagai wujud penyerahan diri kepada Allah, maka akibatnya adalah adanya keadaan utuh tanpa cacat dan tanpa keberatsebelahan. Dalam al-Qur'an, isla>m, sejak awal kemunculannya pada periode Mekah Pertama hingga periode Madinah, menunjukkan pergerakan makna yang konsisten. Keimanan kepada Keesaan Allah Swt., Iman pada Hari Akhir, Iman pada para Nabi, dan perintah untuk selalu berbuat amal kebajikan, semuanya adalah prinsip-prinsip dasar akidah Islam yang secara intensif dilekatkan kepada Islam sejak periode Mekah awal hingga periode Madinah. Dalam upaya berisla>m secara paripurna, ayat-ayat al-Qur'an menunjukkan, kebijakan-kebijakan yang harus dilakukan oleh umat muslim dalam menghadapi orang-orang yang bersebrangan dengannya, yakni kaum musyrik, ka>fir, ahl al-kita>b, mujrimi>n, z}a>lim dan muna>fiq, adalah dengan keimanan penuh kepada Keesaan Allah Swt. yang ditindaklanjuti kemudian dengan dengan senantiasa berbuat amal kebajikan. Seperti sensitif dan respek terhadap lingkungan sekitarnya dan tidak berbuat kerusakan; senantiasa mengedepankan sikap terbuka dan sabar; mengutamakan dialog dengan mengemukakan ucapan yang baik dan senantiasa menjaga perdamaian; kesejajaran hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan; dan selalu menjaga kehormatannya dari perbuatan-perbuatan yang melanggar moralitas. Dalam hal perhatiannya terhadap pemenuhan ekonomi, isla>m dalam ayat-ayat al-Qur'an memerintahkan pemeluknya untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, selain itu juga diperintahkan untuk selalu beramal sedekah dan mengeluarkan zakat. Isla>m tidak mendukung adanya akumulasi harta kekayaan pada satu golongan tertentu saja yang menyebabkan terjadinya ketimpangan. Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk selalu beramal kebajikan dengan memperhatikan kaum yang tidak berpunya yang ada di sekitarnya. Pada sisi lain, krisis humanitas yang melanda dunia mendesak untuk diadakan konsensus bersama untuk mengatasi problem tersebut. Pada tahun 1993 di Chicago, Dewan Parlemen Agama-agama Dunia mengadakan pertemuan yang berakhir dengan kesepakatan untuk mendeklarasikan etika global. Etika global adalah konsensus etika yang bertumpu pada agama-agama dunia untuk membingkai gerak dan laju globalisasi. Upaya mencari konsensus moral tersebut tidak dimaksudkan untuk mereduksi agama semata-mata pada aspek moral atau kemanusiaan. Ciri-ciri dan bentuk khas dari setiap agama tetap diakui otentisitasnya. Bahwa setiap agama memiliki doktrinnya sendiri yang di situ mereka berbeda satu sama lain, tetapi etika dan perilaku agama-agama memiliki banyak kesamaan. Etika global berupaya menghidupkan sumber daya moral dan spiritual dari semua kelompok agama dan etik berdasarkan persoalan etika dunia yang tidak mudah terkena imbas politik, untuk mendorong kesadaran tentang kesatuan nasib manusia bersama-sama. Etika global merupakan upaya untuk menggambarkan kesamaan di antara agama-agama dunia, daripada menekankan hal-hal yang membedakan mereka. Di dalam etika global disusun peraturan perilaku minimal yang dapat diterima oleh setiap orang. Deklarasi Dewan Parlemen Agama-agama menegaskan empat petunjuk yang disetujui oleh semua agama-agama. Keempat petunjuk ini dibutuhkan bagi setiap manusia untuk mencapai sebuah tatanan global, yang meliputi: pertama, komitmen pada budaya anti kekerasan dan hormat pada kehidupan. Kedua, komitmen pada budaya solidaritas dan tata ekonomi yang adil. Ketiga, komitmen pada budaya toleransi dan hidup yang tulus. Dan keempat, komitmen pada budaya kesejajaran hak dan kerjasama antara laki-laki dan perempuan. Islam sebagai rah}matan li al-'alamin adalah agama yang menjunjung tinggi nilai humanisme dan egaliterian sehingga menjadi sangat relevan dengan etika global. Sejak awal kemunculannya, Islam sangat menekankan kepada para pemeluknya untuk berlaku adil dan senantiasa berbuat amal kebajikan sebagai salah satu prinsip dasar akidahnya. Dengan demikian butir-butir isi etika global sama sekali tidak bertentangan, bahkan menjadi salah satu perintah yang harus dilakukan, sebagaimana yang diperoleh dari makna islam.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. Hamim Ilyas, MA
Uncontrolled Keywords: ISLAM, AL-QUR'AN DAN RELEVANSINYA, ETIKA GLOBAL
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Agama dan Filsafat
Depositing User / Editor: S.kom Fatchul Hijrih
Date Deposited: 23 Jan 2013 13:04
Last Modified: 15 Apr 2015 01:17
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6826

Actions (login required)

View Item View Item