ETIKA LINGKUNGAN HIDUP DALAM AL-QUR’AN

Muhirdan, S.PdI, NIM. 06213485 (2008) ETIKA LINGKUNGAN HIDUP DALAM AL-QUR’AN. Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (ETIKA LINGKUNGAN HIDUP DALAM AL-QUR’AN)
BAB I, V.pdf - Published Version

Download (372kB) | Preview
[img] Text (ETIKA LINGKUNGAN HIDUP DALAM AL-QUR’AN)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Tesis ini mengulas perihal etika lingkungan hidup dari sudut pandang al-Qur'an. Kajian terbelakangi, dikarenakan manusia dewasa ini dianggap menghantarkan planet buminya pada titik kehancuran. Ini mengindikasikan aktifitas sebagian mereka tidak pro-lingkungan lagi. Sebut saja seperti penebangan hutan (illegal logging), penyeludupan kayu (illegal trade), perambahan suaka margasatwa, perburuan liar, perdagangan dan perburuan hewan liar yang dilindungi, penghancuran terumbu karang, pembuangan sampah tanpa pengolahan kembali, semburan lumpur, polusi air limbah industri serta pertambangan, asap dan kabut dari kebakaran hutan (forest fire). Semua ini telah menambah tipisnya lapisan ozon, pemanasan global, bencana banjir, tsunami, gempa, topan, gunung disertai aliran Lumpur panas, angin puting beliung, lesus, siklon sidr, kekeringan, kelaparan dan kebakaran, yang terjadi di beberapa belahan bumi ini. Pola hidup sebagian manusia bergaya hidup hedonisme. Itu sebabnya, tindakan-tindakan yang dilakukan, terkesan pemenuhan kebutuhan hidup di dunia semata. Lingkungan diperlakukan sebagaimana halnya mesin multi-fungsi yang selalu siap digunakan kapan saja. Ironisnya, setelah digunakan tidak dirawat kembali. Sehingga engakibatkan hilangnya keseimbangan ekosistem. Al-Qur'an dalam berbagai ayat, menekankan manusia untuk selalu 'sadar lingkungan', dengan satu titk tekan 'jangan berbuat kerusakan di bumi'. Itu menandakan, manusia harus menyadarinya sungguh moral atau etika sangat diperlukan bila berhadapan dengan bumi sebagai lingkungan tempat tinggal manusia. Permasalahan pokok yang menjadi fokus kajian penelitian ini adalah apa urgensi penerapan etika lingkungan hidup; apa saja terma-terma yang bisa dipahami dari al-Qur’an tentang lingkungan hidup; dan etika lingkungan hidup menurut pandangan al-Qur’an. Penelitian bersumberkan al-Qur'an ini menggunakan metode pendekatan tafsir tematik (al-maudu'i). Metode tematik menurut penulis, merupakan metode yang sangat tepat gunakan untuk dapat menjawab terma dan etika lingkungan hidup menurut al-Qur'an. Hajat dari penelitian ini,adalah keinginan penulis untuk mengungkapkan urgensi penerapan etika lingkungan hidup adalah suatu keharusan, karena segala sesuatu yang bertalian dengan lingkungan hidup pada dasarnya merupakan komponen-komponen yang tidak terpisahkan antara satu dengan lainnya. Baik benda-benda organis, benda-benda anorganis, benda-benda hidup maupun bendabenda mati, secara keseluruhan memiliki hubungan dengan lingkungan hidup. Air, tanah dan udara merupakan bentangan karunia Allah yang secara substansial tidak mungkin dipisahkan dengan kehidupan manusia. Sebagai sumber daya alami, keempat komponen tersebut memiliki hubungan yang bersifat interaktif antara satu dengan lainnya, sehingga bila terjadi gangguan (error) terhadap salah satu di antara komponen, akan berpengaruh kepada komponen lainnya. Berdasarkan muatan hubungan timbal balik yang tidak dapat dilepaskan antara manusia dengan makhluk lain, menjadikan manusia sebagai figur sentral dalam memelihara dan menjaga lingkungan hidup sekitarnya. Oleh karena itu, sangat penting diterapkan sebuah konsep etika untuk memelihara lingkungan hidup, menurut tuntutan al-Qur'an. Karena al-Qur'an memaparkan berbagai solusi dalam konteks pemeliharaan lingkungan hidup. Lingkungan hidup secara umum adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia. Konsep lingkungan hidup hakikatnya mencakup keseluruhan biospher di luar suatu organisme yakni alam semesta beserta seluruh isinya. Padanan kata yang tepat dengan istilah lingkungan hidup dalam al-Qur'an ialah istilah al-samāwāt wa al-ard� wa mā bainahumā yang berarti langit dan bumi beserta isinya. Term yang terkait dengan istilah ini adalah al-samā' (jagad raya) yang terdiri dari ruang udara atau biosphere dan ruang angkasa atau lithosphere dan statospher. Menurut paparan ahli saintis modern, jagad raya meliputi dua hal, yaitu: materi tampak (tata surya, matahari, bulan, bintang, Asteroida dan galaksi; dan materi tidak tampak yang mencakup seluruh benda-benda angkasa supermasif. Selain itu ada benda-benda yang masih berkaitan erat dengan langit seperti hujan, awan, cahaya dan api. Term lain yang berhubungan dengan lingkungan hidup ialah alard � (bumi). Sosok bumi dalam pandangan al-Qur'an terdiri dari dua sisi, yaitu sisi daratan (al-barri) dan lautan (al-bahr). Sisi daratan mencakup manusia (al-nās), binatang (al-hayawān), tumbuh-tumbuhan (al-nabāt) dan material (māddah). Sementara sisi lautan dipenuhi dengan hewan air dan benda-benda material dan logam yang diperlukan manusia. Kemudian terma lain yang masih dianggap terkait dengan persoalan lingkungan hidup adalah term musim (al-mausim) yang terdiri dari musim kemarau (al-sinīn atau al-jafāf), dan kemudian musim dingin dan musim panas (al-syitā dan al-syaīf). Di samping itu, terma terakhir adalah term al-bī'ah yang berarti lingkungan sebagai ruang kehidupan. Adapun untuk etika lingkungan hidup yang perlu diterapkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dalam pandangan al-Qur'an, pertama adalah etika konservasi (menjaga dan memelihara) lingkungan hidup (al-samā wāt wa al-ard� wa mā bainahumā) secara utuh; kedua, etika pembersihan dan penyehatan lingkungan hidup; ketiga, etika menjaga lingkungan hidup dari pengerusakan; dan keempat, etika pengelolaan lingkungan hidup. Demikian abstaks ini dipaparkan,kiranya dapat menjadi acuan dalam tla’ah isi keseluruhan.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. H. Syaifan Nur, MA.
Uncontrolled Keywords: ETIKA LINGKUNGAN HIDUP DALAM AL-QUR’AN
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Agama dan Filsafat
Depositing User / Editor: S.kom Fatchul Hijrih
Date Deposited: 04 Feb 2013 10:45
Last Modified: 15 Apr 2015 02:32
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6837

Actions (login required)

View Item View Item