TANTANGAN DAN RESPON KAUM TUA DAN KAUM MUDA TERHADAP TAREKAT DI MINANGKABAU (1906-1933)

Nasrullah, S.H.I., NIM. 06212474 (2008) TANTANGAN DAN RESPON KAUM TUA DAN KAUM MUDA TERHADAP TAREKAT DI MINANGKABAU (1906-1933). Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img] Text (TANTANGAN DAN RESPON KAUM TUA DAN KAUM MUDA TERHADAP TAREKAT DI MINANGKABAU (1906-1933))
BAB I, V.pdf - Published Version

Download (591Kb)
[img] Text (TANTANGAN DAN RESPON KAUM TUA DAN KAUM MUDA TERHADAP TAREKAT DI MINANGKABAU (1906-1933))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (785Kb)

Abstract

Tesis ini memfokuskan pada pembahasan mengenai kelompok Kaum Tua dan Kaum Muda. Dua kelompok ini telah mewarnai suatu perdebatan dan pertentangan dalam kehidupan sosial keagamaan di Minangkabau yang berujung pada adanya tantangan.dan respon. Salah satu bentuk dari perdebatan dan pertentangan yang terjadi adalah mengenai masalah tarekat. Berangkat dari latar belakang tersebut, maka kemudian dirumuskan permasalahan, bagaimana tantangan dan respon antara Kaum Tua dan Kaum Muda terhadap tarekat, apa yang melatarbelakangi perbedaan tersebut, dan apa implikasi pertentangan tersebut terhadap kehidupan intelektual dan sosial. Penelitian ini bersifat penelitian pustaka (library research) yang mendasarkan penelitian pada data-data melalui referensi yang terkait dan relevan dengan permasalahan. Adapun kerangka teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan melalui pertanyaan di atas adalah; Pertama, adalah teori tantangan dan respon dari Arnold J. Toynbee. Tantangan dan respon adalah teori mengenai dialektika sejarah dan budaya akibat dari adanya kausalitas dari adanya tantangan dan respon, baik dalam ide, wacana, maupun gerakan. Kedua, adalah teori konflik. Dalam analisis teori ini dinyatakan bahwa terjadinya konflik dan gugatan terhadap suatu tatanan sosial, akibat dari telah mapan dan terjadinya suatu status quo, yang mengakibatkan suatu masyarakat menjadi stagnan. Maka atas dasar itu kondisi masyarakat dalam teori konflik akan berupaya melakukan suatu perubahan akibat konflik tersebut. Ketiga, adalah tipologi tentang tasawuf falsafi dan tasawuf sunni. Kerangka teori terakhir ini digunakan untuk melihat dan menilai terhadap perdebatan dalam menentukan kriteria kesesuaian bentuk pengamalan tasawuf/tarekat dengan sumber ajaran normatif. Adapun pendekatan digunakan pendekatan sejarah sosial kritis dan analisis data melalui teori hermeneutika-abduktif. Temuan dari penelitian ini ialah bahwa institusi tarekat (Naqsyabandiyah-Khalidiyah) dengan segala bentuk rangkaiannya seperti silsilah, rabiṭah, sulûk, pantangan makan daging dan sebagainya dalam pandangan Kaum Tua adalah merupakan suatu hasil ijtihad dari ulama-ulama sufi yang diambil dari ajaran al-Qur’an dan Hadis sebagai sarana mendekatkan diri pada Allah. Sementara Kaum Muda menilai, bahwa amalan-amalan tarekat seperti di atas sama sekali tidak berdasar dalam tuntunan al-Qur’an dan Hadis. Oleh sebab itu diangga sebagai kategori perbuatan bid’ah. Tetapi Kaum Muda, tidak menentang amalan tasawuf yang bersifat amali dan salafi dengan keterkaitan yang sangat ketat antara tasawuf dan syari’ah. Adapun yang melatarbelakangi paham dari Kaum Muda dalam segi ajaran adalah semangat puritanisme yang selalu menekankan prinsip fundamental yang didasarkan pada tekstualitas al-Qur’an dan Hadis. Sedangkan bagi Kaum Tua yang mempertahankan tarekat, lebih menekankan aspek teleologis ajaran, yang bisa bermanfaat bagi kedekatan pelaku tarekat dengan Allah melalui berbagai ritual dan latihan rohaniah. Selain itu tarekat bagi Kaum Tua juga berfungsi dalam menyempurnakan kekurangan dari dimensi trilogi ilmu pengetahuan klasik Islam, yang tertuang dalam disiplin tauhid, fiqih, dan tasawuf. Jika ditinjau dari segi sosio-kultural dalam ranah struktur keberagamaan, bahwa yang melatarbelakangi penolakan ulama Kaum Muda terhadap tatanan tarekat didasarkan pada krtitik terhadap adanya fenomena sikap yang jumud dan kolot dalam maupun pengaruh dari institusi tarekat yang menyebabkan ummat menjadi tidak berpikiran moderen. Sebab dalam sistem tarekat, sikap tunduk pada “perintah” guru/mursyid menjadi diutamakan, sehingga dimensi manusia yang berpikir dan berijtihad menjadi tidak berfungsi. Sedangkan bagi ulama Kaum Tua, yang `mempertahankan tarekat menganggap bahwa tarekat adalah merupakan bagian dan salah satu pilar dalam struktur keberagamaan muslim Minangkabau. Oleh sebab itu, segala bentuk tantangan dan penolakan terhadap tarekat berarti “ancaman” terhadap kemapanan beragama tersebut. Maka, respon dan tanggapan sebagai bagian dari upaya mempertahankan adalah suatu bentuk perjuangan untuk memelihara tradisi sosial keagamaan tersebut. Implikasi pada tataran sosial dan intelektual ialah teciptanya suatu kompetisi dalam bingkai segmentasi paham dengan melibatkan berbagai media langsung, seperti forum diskusi dan debat, serta berdirinya sekolah-sekolah dan jurnal yang diterbitkan oleh masing-masing kelompok. Dalam penilaian positif, kondisi ini telah melahirkan suatu era ketegangan kreatif dan dinamika sosial keagamaan. Namun dari sisi negatifnya, ummat dan ulama menjadi terpolarisasi sehingga persatuan dan kesatuan muslim menjadi terkendala. Penelitian ini mempunyai kontribusi dalam menambah literatur tentang historiografi peran Kaum Tua dan Kaum Muda dalam percaturan pemikiran sosial keagamaan di Minangkabau. Kemudian penelitian ini juga bisa digunakan dalam melihat sebab-sebab atau akar-akar perbedaan pemahaman dalam menyikapi permasalahan tarekat, sehingga bisa digunakan sebagai sarana resolusi terhadap konflik tersebut untuk mencapai saling pemahaman dan pengertian.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing: Dr. Syaifan Nur, MA
Uncontrolled Keywords: TANTANGAN DAN RESPON KAUM TUA DAN KAUM MUDA TERHADAP TAREKAT DI MINANGKABAU
Subjects: Aqidah Filsafat
Divisions: Program Pascasarjana > Thesis > Agama dan Filsafat
Depositing User: S.kom Fatchul Hijrih
Date Deposited: 04 Feb 2013 12:16
Last Modified: 04 Feb 2013 12:16
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6839

Actions (login required)

View Item View Item