AL-QUR’AN SUMBER IDEOLOGI PERDAMAIAN (Studi Tematik atas Term Islam, Iman, dan Ihsan)

Arif Nuh Safri, S. Th. I, Nim. 09213630 (2011) AL-QUR’AN SUMBER IDEOLOGI PERDAMAIAN (Studi Tematik atas Term Islam, Iman, dan Ihsan). Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (AL-QUR’AN SUMBER IDEOLOGI PERDAMAIAN (Studi Tematik atas Term Islam, Iman, dan Ihsan))
Bab I,IV.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (AL-QUR’AN SUMBER IDEOLOGI PERDAMAIAN (Studi Tematik atas Term Islam, Iman, dan Ihsan))
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Islam iman, dan ihsan merupakan trilogi konsep keyakinan yang sudah menjadi satu kesatuan yang telah dikenal pada umat yang mengaku ‘pengikut Muhammad’, dan seringkali disandarkan pada hadis Nabi yang mengisahkan Malaikat Jibril datang pada Rasul untuk mengajarkannya. Sehingga trilogi ini menjadi acuan kesempurnaan dari keberagamaan seseorang. Setiap term dari ketiga konsep tersebut sebenarnya kalau ditinjau dari segi semantiknya, memiliki dua aspek penting, yaitu internalisasi setiap aspek pada diri seseorang sehingga menjadi muslim, mu’min dan muh}sin yang bersandar pada kesadaran bahwa Allah adalah Tuhan satu-satunya yang pantas disembah. Dalam hal ini sering dikenal sebagai aspek teologis (pertanggung jawaban hamba pada Tuhan sebagai hubungan transendental). Aspek kedua adalah eksternalisasi nilai transendental tersebut dalam tataran sosial humanis, atau disebut sebagai hubungan manusia dengan alam/teologis humanis. Dengan demikian, pada hakikatnya, jika ketiga konsep ini lebih dimaknai dan dihayati, maka pola keberagamaan sangat bersifat humanis, sosialis, solider, dan toleran. Namun demikian, al-Qur’an yang notabene bukan milik satu golongan, ternyata ‚terpelintir‛ disebabkan banyak digunakan sebagai alat legitimasi tindakan yang melawan nilai humanis sosialis dari setiap term tersebut, sehingga seringkali muncul kekerasan antaragama maupun antarfaham dalam satu agama. Melihat fenomena semacam ini, penulis merasa ada yang perlu untuk difahami dari al-Qur’an itu sendiri, dalam hal ini, penulis mencoba berangkat dari trilogi Islam tersebut dengan harapan ketika trilogi ini bisa difahami lebih humanis, maka berbagai kendala kekerasan yang menyebabkan tertutupnya jalan kemajuan peradaban bisa terbuka kembali. Dengan bersumber pada al-Qur’an sebagai kitab rahmat dan kasih sayang, penulis mencoba meneliti apa saja konsep nir kekerasan yang ditawarkan oleh al-Qur’an serta bagaimana perang dijelaskan dalam nilai al-Qur’an. Selain itu, penulis akan mencoba mengaitkannya dengan makna semantik daripada trilogi tersebut dalam al-Qur’an dan kemudian mengambil nilai-nilai universalnya. Oleh sebab itu, untuk menganalisis ketiga term ini, tentunya penulis harus menggunakan metode tematik, agar mendapatkan suatu kesimpulan yang lebih holistik dan komprehensif, dengan tidak mengabaikan unsur-unsut historis yang melingkupinya jika ada.Setelah melakukan analisis terhadap ketiga term di atas, al-islam, al-iman dan al-ihsan, ternyata aspek yang paling ditekankan dalam al-islam adalah unsur fitrah murni, yaitu penyerahan diri pada Tuhan secara total demi ketauhidan Tuhan. Oleh sebab itu, dalam tatanan al-isla>m, sebenarnya setiap manusia dan agama sama-sama memiliki peluang untuk menjadi al-islam, karena memang ini adalah sebuah naluri alami manusia yang tidak mungkin lepas. Bahkan lebih dari itu, al-islam tidak dikaitkan dengan ibadah formal semata. Kemudian, al-iman ternyata unsur yang tidak bisa lepas dari aspek sosial humanis yang dikenal dengan amal saleh. Dan perlu diketahui juga, bahwa jika al-iman hanya dimaknai sebagai keyakinan dan kepercayaan, maka orang musyrik Makkah, bahkan Iblis sekalipun percaya pada Allah. Oleh karena itu, aspek yang dibangun dalam alvii iman bukanlah kepercayaan saja, namun bagaimana keimanan tersebut termanifestasikan dalam pola keberagamaan dan kehidupan, sehingga dalam keimanan ini pulalah segala bentuk ritual keagamaan dibebankan untuk melahirkan etik yang kemudian melahirkan al-ihsan. Dalam pada itu, aspek al ihsan, sejauh pemahaman penulis adalah aspek yang harus dihadirkan dalam kedua aspek al-islam dan al-iman, dengan tujuan untuk lebih baik dan bernilai. Selanjutnya dalam tataran sosial, al-ihsan harus mampu memberikan kebaikan terhadap orang zalim, mampu memaafkan orang yang bersalah dan lain-lain. Sejauh pengamatan penulis, ada hal yang harus difahami, bahwa ketiga term inimemiliki hubungan yang tidak bisa terpisahkan, namun tidak pula bisa dicampur aduk dengan sembarangan. Permasalahan akan lebih pelik terlihat ketika menghubungkan antara al-islam dan al-iman. Namun demikian, penulis melihat bahwa ketiga term ini memang memilki ranah masing-masing, namun tetap tidak bisa dipisahkan. Lebih dari itu, bagi penulis, ketiga term ini bukanlah bentuk tingkatan spritual sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibn Taimiyah. Akhirnya, ketika trilogi tersebut dimaknai sesuai kandungan nilai dan tujuannya, maka kekerasan dalam bentuk apapun bisa terkikis dengan sendiriya, sehingga tercipta peradaban yang manusiawi, harmonis, dan penuh dengan kasih sayang.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. Abdul Mustaqim, M.Ag
Uncontrolled Keywords: AL-QUR’AN, SUMBER IDEOLOGI PERDAMAIAN, Studi Tematik atas Term Islam, Iman, dan Ihsan
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Agama dan Filsafat
Depositing User / Editor: S.kom Fatchul Hijrih
Date Deposited: 11 Feb 2013 16:38
Last Modified: 15 Apr 2015 07:16
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6850

Actions (login required)

View Item View Item