STUDI ANALISIS IMPLEMENTASI FULL DAY DI TPA BERINGHARJO KOTA YOGYAKARTA, TPA PELANGI INDONESIA dan TPA LABORATORIUM PAUD UGM KABUPATEN SLEMAN, DAN TPA JABAL RAHMAH KABUPATEN BANTUL

RATNA PANGASTUTI, NIM. 09.261.010 (2011) STUDI ANALISIS IMPLEMENTASI FULL DAY DI TPA BERINGHARJO KOTA YOGYAKARTA, TPA PELANGI INDONESIA dan TPA LABORATORIUM PAUD UGM KABUPATEN SLEMAN, DAN TPA JABAL RAHMAH KABUPATEN BANTUL. Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (STUDI ANALISIS IMPLEMENTASI FULL DAY DI TPA BERINGHARJO KOTA YOGYAKARTA, TPA PELANGI INDONESIA dan TPA LABORATORIUM PAUD UGM KABUPATEN SLEMAN, DAN TPA JABAL RAHMAH KABUPATEN BANTUL)
BAB I & V.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (STUDI ANALISIS IMPLEMENTASI FULL DAY DI TPA BERINGHARJO KOTA YOGYAKARTA, TPA PELANGI INDONESIA dan TPA LABORATORIUM PAUD UGM KABUPATEN SLEMAN, DAN TPA JABAL RAHMAH KABUPATEN BANTUL)
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (909kB)

Abstract

Dampak dari globalisasi dan modernisasi menjadikan dinamika hidup bergeser sedemikian besar terlebih pada pola hidup kaum wanita, dimana pada masa tradisional mereka lebih akrab dengan istilah ‘konco wingking’ dengan ruang gerak yang dibatasi oleh wilayah dapur,kasur dan sumur serta memelihara anak-anak dirumah sambil menunggu kedatangan suami dan menggantungkan hidup 100% dari nafkah suami maka pada era post modernism ini semua berubah bahkan hingga 1800. Kini ruang gerak wanita makin luas dan bebas menentukan arah hidup dan kehidupannya dalam bidang sosial masyarakat derajat wania dan laki-laki mulai tersejajarkan, istilah wanita karir kian meningkat, tuntuntan ekonomi yang terus meningkat menjadikan wanita merasa wajib untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga yang kurang sehingga kewajiban domestic pun kian bergeser dan tidak lagi harus ditangani wanita (istri). Inilah salah satu faktor yang menjadikan mulai banyak anak usia balita yang seharusnya masih dalam bimbingan sang ibu kini harus berpindah tangan kepada orang lain yang belum diketahui jelas latar belakang dan kemampuannya dalam mendidik dan merawat anak. Fenomena diatas lantas menginspirasi munculnya Taman Penitipan Anak (TPA) untuk mengakomodasi kebutuhan dan kesibukan orang tua akan penitipan anak yang aman dan berkualitas. Dalam pelaksanaannya TPA ini ada berbagai bentuk dan jenis layanan, ada TPA yang insidental, semi full day dan full day. Ditambah dengan adanya masa peka(the golden age) yang dialami anak ketika dalam rentang usia emas (0-6 atau 8 tahun) menjadikan penulis tertarik untuk mengkaji lebih lanjut terlebih mengenai implementasi full day selama ini di TPA akankah selama full day tersebut potensi kecerdasan anak terstimulasi seoptimal mungkin ataukah TPA hanya sekedar tempat penitipan, program apa saja yang dikembangkan di TPA, apa saja faktor penghambat dan faktor penunjang dari pelaksanaan program tersebut dan bagaimana efektivas program full day yang telah dicapai TPA tersebut dalam membantu menstimulasi tumbuh kembang anak. Semua pemikiran tersebut kemudian penulis tindak lanjuti melalui penelitian ini dalam bentuk komparatif di beberapa lembaga TPA yang mempunyai bentuk berbeda yaitu pasar, perkantoran dan lingkungan/perumahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif naturalistic dengan mengambil sampel sebanyak empat lembaga TPA di wilayah D.I Yogyakarta dan teknik pengambilan secara purposive random sampling. Data lapangan yang digali menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun sumber data adalah kepala lembaga dan guru/pendamping. Berdasarkan hasil observasi penulis selama tiga bulan lebih dilapangan yang selanjutnya dianalisis maka diperoleh hasil bahwa secara umum implementasi full day yang ada di TPA sama dan sesuai dengan pedoman pemerintah namun perbedaan hanya terpetak dari program-program yang ditawarkan didalamnya sebagai cirri khas dan keunggulan masing-masing lembaga. Tiap lembaga mempunyai program unggulan dan tambahan yang menjadi daya tarik orang tua, juga ada program yang secara umum sama ditiap lembaga, dimana tujuan dari program ini memberikan pengalaman langsung dan stimulasi anak sejak dini. Untuk faktor penghambat dan pendukung rata-rata berdasarkan hasil temuan lapangan terletak pada orang tua siswa sendiri kepercayaan orang tua yang “over” justru dirasa sebagai penghambat dan responibilitas orang tua yang bagus pada kebutuhan anak merupakan faktor pendukung. Untuk yang lain rata-rata masih dalam batas wajar dan dapat diatasi. Untuk efektivitas program full day di TPA tidak semua TPA mengefektifkannya, artinya ada sebagian TPA yang merancang program pembelajarannya cukup half day dan selebihnya merupakan pengasuhan dan perawatan karena berasumsi waktu yang lebih baik adalah bersama keluarga dan orang tua sehingga tidak memaksa anak untuk mengikuti program sehari penuh, seperti misalnya TPA Beringharjo dan TPA/EDC Pelangi Indonesia. Namun demikian ada yang dalam sehari penuh program harus diikuti oleh anak karena memang telah dirancang demikian, sepertihalnya di TPA Laboratorium PAUD UGM dan TPA Jabal Rahmah.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Prof. DR. Abdurrahman Assegaf, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: implementasi, full day
Subjects: Pendidikan Agama Islam
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Pendidikan Guru RA - PAUD
Depositing User / Editor: Users 5 not found.
Date Deposited: 12 Feb 2013 18:00
Last Modified: 14 Apr 2015 02:54
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6859

Actions (login required)

View Item View Item