KONTESTASI KADER MUSLIMAT NU DALAM DOMAIN POLITIK (Studi atas Partisipasi Politik Pengurus Pusat Muslimat NU Periode 2006-2011)

Hilyatul Auliya, NIM. 06.234.381 (2011) KONTESTASI KADER MUSLIMAT NU DALAM DOMAIN POLITIK (Studi atas Partisipasi Politik Pengurus Pusat Muslimat NU Periode 2006-2011). Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (KONTESTASI KADER MUSLIMAT NU DALAM DOMAIN POLITIK (Studi atas Partisipasi Politik Pengurus Pusat Muslimat NU Periode 2006-2011))
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (655kB) | Preview
[img] Text (KONTESTASI KADER MUSLIMAT NU DALAM DOMAIN POLITIK (Studi atas Partisipasi Politik Pengurus Pusat Muslimat NU Periode 2006-2011))
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (982kB)

Abstract

Penelitian ini bermaksud mengetahui partisipasi Pengurus Pusat Muslimat NU periode 2006-2011. Sebagaimana diketahui bahwa di era reformasi, kemunculan partai politik bak cendawan di musim hujan yang menawarkan sensualitas agar layak pilih. Hal ini tidak mengherankan mengingat Muslimat NU dengan basis massa yang besar, merupakan primadona di pentas pendulang suara. Sejauhmana daya tahan Muslimat NU dalam menghadapi hasrat politik tersebut, adakah kontribusi yang signifikan atas keterlibatan kadernya di wilayah politik bagi Muslimat NU. Dengan permasalahan penelitian tersebut, maka digunakan kerangka teori; pertama, Muslimat NU sebagai bagian dari gerakan sosial. Secara formal gerakan sosial didefininisikan sebagai suatu kolektivitas yang melakukan kegiatan dengan kadar kesinambungan tertentu untuk menunjang atau menolak perubahan yang terjadi dalam masyarakat atau kelompok yang mencakup kolektifitas itu sendiri. Gerakan sosial lahir pada mulanya sebagai suatu kelompok orang yang tidak puas terhadap keadaan. Kedua, partisipasi politik pengurus pusat Muslimat NU sebagai inividu. Individu yang terlibat sebagai pengurus dalam Pimpinan Pusat Muslimat NU. Pimpinan pusat Muslimat NU merupakan pemegang kebijakan tertinggi dalam organisasi dan penanggungjawab pelaksana keputusan kongres dan partisipasi politik merupakan kegiatan warga negara yang bertujuan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi politik dengan metode institusional dan behavioral. Penelitian ini bersifat penelitian deskriptif. Untuk menganalisis data yang sudah terkumpul dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi; interview bebas terpimpin, observasi, telaah dokumenter, dan telaah kepustakaan. Sebagai organisasi masyarakat perempuan yang menjadi badan otonom resmi Nahdlatul Ulama, Muslimat NU bisa dikatakan memiliki jumlah anggota terbesar untuk organisasi perempuan. Hal ini tentu saja sangat menggiurkan bagi para politisi untuk mengeksploitasi Muslimat NU demi memenangkan Pemilihan Umum. Namun sebagai organisasi yang bukan bersifat politis, tentu saja penetrasi yang dilakukan tidak secara langsung terhadap organisasi, namun melalui individu kadernya. Muslimat NU merupakan organisasi masyarakat yang mengkhususkan diri pada para perempuan. Organisasi ini memang organisasi perempuannya Nahdlatul Ulama. Selain Muslimat NU, Nahdlatul Ulama sendiri memliliki badan otonom lain seperti; Fatayat NU yang merupakan organisasi pemudi NU, Gerakan Pemuda (GP) Ansor organisasi bagi pemuda NU, Ikatan Putra Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang merupakan wadah perjuangan putra-putri NU. Hasil penelitian ini memperlihatkan berupa temuan bahwa, meski secara organisatoris menyatakan tidak terlibat dalam politik praktis, namun Pengurus Pusat Muslimat NU mempersilahkan para kadernya untuk terlibat dalam wilayah politik, bahkan mendapat dukungan penuh. Hal ini demi kemajuan Muslimat NU itu sendiri dan kalangan perempuan Indonesia. Lahirnya reformasi 1998 juga berpengaruh besar terhadap sikap politik Muslimat NU. Iklim demokrasi yang memungkinkan polarisasi kekuasaan lewat system yang multi partai, serta lahirnya Partai kebangkitan Bangsa (PKB) yang notabene dari rahim Nahdlatul Ulama, membuat suara Muslimat NU tidak lagi terkonsentrasi pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang lahir semasa Orde Baru sebagai fusi atas partai-partai dan golongan berbasis massa Islam. Hal tersebut mau tidak mau membuat terjadi friksi di intern Muslimat NU. Meski berhasil diatasi dengan membebaskan kadernya untuk menentukan pilihan, namun pertarungan bergeser kepada afiliasi partai politik di Muslimat NU. Dengan kata lain, pertarungan yang sesungguhnya justru terjadi di intern Muslimat NU sendiri ketika terjadi proses pemilihan pengurusnya, seperti pemilihan ketua umum yang tidak jarang disponsori oleh partai tempat bernanung sang kandidat. Untungnya darah dan karakter politisi nampaknya mengalir deras dalam para pengurusnya, sehingga sekeras apapun persaingan yang terjadi, toh tidak membuat retak hubungan antar individunya. Sebaliknya dengan tegas Pengurus Pusat Muslimat NU menyatakan mendukung para kadernya yang berkiprah dalam ranah politik.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Dr. Ahmad Yani Anshari, M.A.
Uncontrolled Keywords: kontestasi, kader muslimat, domain politik
Subjects: Hukum Islam
Politik Islam
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Hukum Islam
Depositing User / Editor: Users 5 not found.
Date Deposited: 13 Feb 2013 12:02
Last Modified: 16 Apr 2015 06:36
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6900

Actions (login required)

View Item View Item