HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN KEBIJAKAN DAYA SAING (Studi Kasus di SMK Muhammadiyah 2 Sragen)

Lamin Budiarso, NIM. 05223586 (2008) HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN KEBIJAKAN DAYA SAING (Studi Kasus di SMK Muhammadiyah 2 Sragen). Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN KEBIJAKAN DAYA SAING (Studi Kasus di SMK Muhammadiyah 2 Sragen))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN KEBIJAKAN DAYA SAING (Studi Kasus di SMK Muhammadiyah 2 Sragen))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

SMK adalah sekolah menengah yang membekali anak didik untuk siap memasuki lapangan kerja, mampu memilih karir dan mengisi kebutuhan dunia usaha dan industri. SMK Muhammadiyah 2 Sragen mempunyai beberapa keunggulan antara lain: a) Terakreditasi A pada Program Keahlian Teknik Pemesinan, Pemanfaatan Tenaga Listrik dan Teknik Mekanik Otomotif. 2) Bersertifikat ISO 9001: 2000 dalam sistem manajemen mutu. 3) Mempunyai program BKK (Bursa Kerja Khusus) yang mengarahkan siswa-siswa kelas 3 yang sudah lulus disalurkan ke dunia kerja baik dalam maupun luar negeri. 4) Guru-gurunya sudah kualifikasi assessor. Jenis penelitian kuantitatif dengan jenis penggolongan saat terjadinya variabel penelitian adalah expost facto untuk mencari seberapa besar hubungan gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kebijakan daya saing. Pengumpulan data dilakukan dengan metode: angket, dokumentasi, observasi dan wawancara. Sedangkan analisis datanya meliputi: analisis statistik dekriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Kepala sekolah dalam memajukan sekolah menggunakan empat gaya kepemimpinan yaitu Telling, Selling, Participating dan Delegating. Analisis gaya kepemimpinan yang tampak dominan (sementara) sebelum dihubungkan dengan kebijakan daya saing adalah model Telling yaitu = 68,02 %, sedangkan sesudah dihubungkan dengan kebijakan daya saing adalah model selling. Hal ini ditunjukkan dengan nilai beta sebesar 0,369. 2. Pengambilan kebijakan daya saing sekolah merujuk dari program Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) meliputi: Kurikulum, Manajemen, Pengembangan Tenaga Kependidikan, Kesiswaan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Fasilitas Pendidikan, Institusi Pasangan (Link and Match) dan Rencana Induk Pengembangan Sekolah (RIPS) atau Rencana Strategis (RS). 3. Terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan (telling, selling, participating dan delegating) dengan kebijakan daya saing kepala sekolah SMK Muhammadiyah 2 Sragen yaitu: 1) Telling dengan jumlah regresi sebesar 0,728, dan t hitung 1,759. 2) Selling dengan jumlah regresi sebesar 0.975, dan t hitung 2,660. 3) Participating dengan jumlah regresi sebesar 0.794, dan t hitung 2,349. 4) Delegating dengan jumlah regresi sebesar 0. 189, dan t hitung 0,523. Dalam hal ini gaya kepemimpinan selling lebih dominan dalam penelitian dengan jumlah regresi sebesar 0.975, dan t hitung 2,660.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: gaya kepemimpinan, kepala sekolah, kebijakan daya saing
Subjects: Pendidikan Agama Islam
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Pendidikan Islam
Depositing User / Editor: Users 5 not found.
Date Deposited: 13 Feb 2013 13:46
Last Modified: 23 Apr 2015 08:29
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6916

Actions (login required)

View Item View Item