GERAKAN PURIFIKASI ISLAM DI SURAKARTA (Studi tentang Al-Islam 1928-1960)

Almuntaqo Zainuddin, NIM. 04212418 (2009) GERAKAN PURIFIKASI ISLAM DI SURAKARTA (Studi tentang Al-Islam 1928-1960). Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (GERAKAN PURIFIKASI ISLAM DI SURAKARTA (Studi tentang Al-Islam 1928-1960))
BAB I DAN V.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (GERAKAN PURIFIKASI ISLAM DI SURAKARTA (Studi tentang Al-Islam 1928-1960))
BAB II, III DAN IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (423kB)

Abstract

Konflik internal umat Islam antara kelompok modernis dan tradisionalis telah mengancam persatuan umat. Upaya untuk mendamaikan keduanya di tingkat nasional melalui pertemuan-pertemuan, seperti kongres Al-Islam I di Cirebon tahun 1922 sampai dengan kongres Al-Islam VI di Surabaya tahun 1926, selalu menemui jalan buntu, bahkan konflik terus meluas dan menjurus pada konflik fisik di berbagai daerah. Dalam rangka mengantisipasi meluasnya konflik ke wilayah Surakarta, beberapa ulama independen bersama sejumlah tokoh ummat Islam menyelenggarakan Musyawarah Ulama Surakarta yang menghadirkan seluruh ulama-ulama di wilayah ini dari berbagai kelompok. Musyawarah tersebut menghasilkan keputusan bahwa ummat Islam di Surakarta tidak perlu ke Muhammadiyah ataupun NU, cukup menyatakan dirinya sebagai ummat Islam. Namun keputusan tersebut tidak dipatuhi oleh sebagian besar peserta musyawarah. Inkonsistensi ini menginspirasi beberapa ulama independen untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas sosialisasi kesatuan ummat Islam. Untuk itu pada 27 Ramadhan 1346 H –bertepatan dengan 19 Maret 1928 M– ulamaulama independen yang terdiri dari K. Imam Ghazali bin Hasan Ustadz, K. Abdushomad, K. Abdul Manaf dan K. Khurmen Batu, bersepakat untuk membentuk suatu gerakan yang disebut Jamaah Al-Islam. Pada tahun 1933, berdasarkan alasan teologis dan sosiologis, gerakan ini berubah menjadi Perhimpunan Al-Islam. Sebagai sebuah jalan tengah, Al-Islam memberikan ideologi alternatif berupa ar-ruju>’ ila al-Qur’a>n wa as-Sunnah. Walaupun semboyan ini sama dengan organisasi modernis puritan lainnya, namun dalam beberapa hal, lebihlebih dalam pelaksanaan dakwahnya, Al-Islam berbeda dengan organisasiorganisasi tersebut. Konsekwensi dari upaya membangun jalan tengah ini menyebabkan pandangan keagamaan Al-Islam seakan berada di antara kedua paham keagamaan yang bertentangan tersebut. Tujuan utama gerakan Al-Islam, yaitu kesatuan ummat Islam (wahdah al-ummah) –khususnya di Surakarta, tidak dapat tercapai. Namun upaya untuk membendung meluasnya konflik antara kelompok modernis puritan dan tradisionalis di Surakarta dapat terwujud. Eksistensi gerakan Al-Islam di Surakarta sebagai kritik atas keberadaan organisasi-organisasi Islam mampu memengaruhi model keberagamaan kedua kelompok tersebut, seperti Muhammadiyah dan NU. Di Surakarta, NU telah hilang kekakuannya dan Muhammadiyah lebih toleran terhadap praktik-praktik keagamaan di masyarakat.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. H. Abdul Mustaqim, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: GERAKAN PURIFIKASI, ISLAM, SURAKARTA, Studi tentang Al-Islam 1928-1960
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Agama dan Filsafat
Depositing User / Editor: S.kom Fatchul Hijrih
Date Deposited: 13 Feb 2013 14:30
Last Modified: 15 Apr 2015 02:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6925

Actions (login required)

View Item View Item