PENDIDIK DAN KEPRIBADIANNYA DALAM AL-QUR’AN

HIFZA, NIM. 08.221.851 (2010) PENDIDIK DAN KEPRIBADIANNYA DALAM AL-QUR’AN. Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PENDIDIK DAN KEPRIBADIANNYA DALAM AL-QUR’AN)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (628kB) | Preview
[img] Text (PENDIDIK DAN KEPRIBADIANNYA DALAM AL-QUR’AN)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (738kB)

Abstract

Diskursus tentang tema pendidik dan kepribadiannya dalam al-Qur’an, merupakan salah satu bentuk ikhtiar ilmiah yang sangat perlu dilakukan, apalagi jika dikaitkan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini. Hal ini setidaknya dapat dilihat dari dua sisi penting, yakni Pertama, pendidik sebagai salah satu komponen penting yang terdapat dalam suatu sistem kependidikan dan turut mempengaruhi oup put pelaksanaan pendidikan, dalam prakteknya tidak sedikit yang justru menjadi sumber persoalan. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa ada di antara mereka yang kurang mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Kedua, al-Qur’an yang diyakini sebagai kitab petunjuk dan sumber nilai bagi umat Islam, pada dasarnya banyak memberikan penjelasan bagaimana seharusnya proses pendidikan dapat dijalankan. Akan tetapi, konsep al-Qur’an ini belum banyak disistematisasikan secara konkret untuk menjadi panduan bagi pengembangan dunia pendidikan, terutama yang berkenaan dengan konsep pendidik dan kepribadiannya. Dengan adanya kebutuhan akan hadirnya sosok pendidik yang dapat menjalankan fungsinya dengan baik serta keperluan untuk melaksanakan pendidikan yang dilandasi nilai-nilai al-Qur’an, maka diperlukan kerangka konsep yang dapat mensinergikan keduanya dalam bentuk pengarahan pendidikan yang lebih terpadu. Berangkat dari latar belakang persoalan yang ditinjauan dari aspek teologis dan sosiologis tersebut, kami tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang konsep pendidik dan kepribadiannya berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an. Adapun penelitian ini terfokus kepada tiga rumuasan masalah, yakni: 1) Bagaimana konsep al- Qur’an tentang pendidik 2) Bagaimana pandangan al-Qur’an mengenai kepribadian pendidik 3) Bagaimana relevansi konsep pendidik dan kepribadiannya dalam al-Qur’an dengan realitas kekinian. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan (library research). Sumber data dalam penelitian dibagi dua, yaitu: data primer berupa al-Qur'an serta tafsiran para mufassirin yang terkompilasi dalam kitab-kitab tafsir, dan data sekunder, yakni buku-buku, jurnal, majalah atau artikel lepas yang memiliki relevansi dan signifikansi dengan topik penelitian ini. Mengingat bahan yang dikaji adalah al-Qur’an yang diyakini memiliki nilai kebenaran mutlak, baik redaksi maupun isinya, maka secara umum pendekatan yang digunakan adalah pendekatan teologis filosofis. Disamping itu digunakan pula pendekatan yang bersifat operasional untuk mengungkap maksud-maksud ayat yang dibahas, yakni dengan menggunakan pendekatan linguistik, semiotik, hermeneutik dan psikologi. Adapun metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode tafsir tematik (maudu’iy). Hasil analisis deskriptif mengungkapkan, setidaknya ada tiga istilah dalam al-Qur’an yang bebicara tentang tema pendidik dan kepribadiannya, yakni almurabbi> yang seakar dengan kata rabb, al-mu’allim yang berasal dari kata ‘alimaya'lamu dan ‘allama-yu’allimu serta konsep ahl aŜ–Ŝikr. Dari ketiga istilah tersebut dapat disimpulkan: Pertama, melalui konsep al-murabbi>, pendidik adalah pemelihara, pendidik, pemberi petunjuk (penuntun), dan pelindung, terutama bagi anak didiknya. Dari konsep al-mu'allim, pendidikan adalah pengajar, sedangkan dari kata ahl aŜ-Ŝikr, pendidik adalah ahli ilmu. Kedua, di antara sifat-sifat atau kepribadian yang mesti dimiliki oleh pendidik berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an, baik melalui konsep al-murabbi>, almu’allim maupun ahl aŜ–Ŝikr adalah memiliki hikmah, yakni hikmah yang mencakup sifat jujur (s}idiq), istiqamah, cerdas (fat}anah), amanah (dapat dipercaya) dan tablig (menyampaikan), ikhlas, rendah hati, pembelajar, toleran dan menghargai, pengasih dan penyayang, bijaksana, pemurah atau dermawan (terpuji), pengampun (pemaaf), serta bertutut kata yang baik dan menyentuh jiwa. Ketiga, konsep pendidik dan kepribadiannya dalam al-Qur’an memiliki relevansi yang sangat erat dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Dunia pendidikan yang sampai saat ini tengah berhadapan dengan kemajuan peradaban globalisasi, perlu melakukan pembenahan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang siap mengahadapi berbagai tantangan dalam kehidupannya. Pengaruh globalisasi yang memiliki dua kecenderungan, yakni manfaat (positif) dan mudharat (negatif), mengharuskan setiap orang memiliki bekal yang cukup tidak hanya dalam aspek lahiriah dan keilmuan, melainkan juga dalam aspek moral dan tata nilai. Dengan demikian, konsep pendidik sebagai pemelihara, pendidik, pemberi petunjuk (penuntun), dan pelindung, maupun sifat-sifat mulia, seperti memiliki hikmah, yakni hikmah yang mencakup sifat jujur (s}idiq), istiqamah, cerdas (fat}anah), amanah (dapat dipercaya) dan tablig (menyampaikan), ikhlas, rendah hati, pembelajar, toleran dan menghargai, pengasih dan penyayang, bijaksana, pemurah atau dermawan (terpuji), pengampun (pemaaf), serta bertutut kata yang baik dan menyentuh jiwa, merupakan konsep nilai yang sudah seharusnya dapat dijalankan dengan baik oleh setiap pendidik.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: pendidik, kepribadiannya, al-qur'an
Subjects: Pendidikan Agama Islam
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Pendidikan Islam
Depositing User / Editor: Users 5 not found.
Date Deposited: 13 Feb 2013 22:52
Last Modified: 23 Apr 2015 15:42
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6938

Actions (login required)

View Item View Item