KONSEP AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMÂ’AH Dalam Kitab AL-KAWÂKIB AL-LAMMÂ ̀AH FÎ TAHQÎQ AL-MUSAMMÂ BI AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMÂ ̀AH Karya ABU AL-FADHL AL-SENORI (Tahqîq dan Dirâsah terhadap Metode TAFNÎD)

Ahmad Manhajussidad Shonhaji, Lc., NIM. 08216606 (2010) KONSEP AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMÂ’AH Dalam Kitab AL-KAWÂKIB AL-LAMMÂ ̀AH FÎ TAHQÎQ AL-MUSAMMÂ BI AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMÂ ̀AH Karya ABU AL-FADHL AL-SENORI (Tahqîq dan Dirâsah terhadap Metode TAFNÎD). Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (KONSEP AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMÂ’AH Dalam Kitab AL-KAWÂKIB AL-LAMMÂ ̀AH FÎ TAHQÎQ AL-MUSAMMÂ BI AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMÂ ̀AH Karya ABU AL-FADHL AL-SENORI (Tahqîq dan Dirâsah terhadap Metode TAFNÎD))
BAB I DAN V.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (KONSEP AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMÂ’AH Dalam Kitab AL-KAWÂKIB AL-LAMMÂ ̀AH FÎ TAHQÎQ AL-MUSAMMÂ BI AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMÂ ̀AH Karya ABU AL-FADHL AL-SENORI (Tahqîq dan Dirâsah terhadap Metode TAFNÎD))
BAB II, III DAN IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (692kB)

Abstract

Hadits Nabi yang bertutur tentang al-firqah al-nâjiyah (golongan yang selamat) sungguh mempunyai pengaruh yang dahsyat di kalangan umat Islam sepeninggal beliau. Kerinduan akan keabsahan diri untuk masuk dalam lingkup golongan ini telah membawa umat ini dalam pusaran perdebatan panjang dari yang santun sampai yang “berdarahdarah”. Dialog dan perdebatan tentang hal ini dari sisi ilmiah memang dapat dilihat sebagai bagian dari khazanah keilmuan akan tetapi dari sisi keumatan hal ini amat berbahaya mengingat suatu dialog kadang tidak berhenti pada tataran wacana belaka akan tetapi dengan “bumbu” politik dapat membawa umat pada jurang perselisihan dan pemusuhan karena banyak dialog seputar hal ini berujung pada klaim kebenaran hanya ada pada golongannya sedang golongan lain adalah sesat. Perdebatan tentang ahl al- Sunnah wa al-Jamâ’ah sepanjang sejarah selalu melibatkan dua kelompok (mayoritas dan minoritas) yang berhadap-hadapan mulai dari ahl al-Sunnah wa al-Jamâ’ah berhadapan dengan Syi’ah, Khawarij, dan lain sebagainya. Pada perkembangannya perdebatan tentang ahl al-Sunnah wa al-Jamâ’ah juga merambah wacana para ulama di Indonesia hingga banyak dijumpai tulisan-tulisan yang menjadikan topik ahl al-Sunnah wa al- Jamâ’ah sebagai topik sentral pembicaraannya. Di antaranya adalah Abu al-Fadhal al- Senori (biasa disebut Mbah Fadhl) dengan karyanya al-Kawâkib al-Lammâ’ah fi tahqîq al-Musammâ bi ahl al-Sunnah wa al-Jamâ’ah berusaha menjawab kegundahan umat dalam menemukan jawaban atas pertanyaan, siapakah golongan ahl al-Sunnah wa al- Jamâ’ah itu? Kegelisahan akan hal ini menarik untuk dituntaskan hingga jawaban Mbah Fadhl tentang hal ini patut untuk dikritisi disamping juga pola metodologi Tafnîd lughawi maupun târîkhi yang coba dikembangkan. Otentitas pemikiran Mbah Fadhl dapat terlacak pertama lewat kajian tahqîq terhadap kitab al-Kawâkib al-Lammâ’ah fi tahqîq al-Musammâ bi ahl al-Sunnah wa al- Jamâ’ah untuk mendapatkan naskah yang paling mendekati aslinya, guna mendapatkan bangunan teks yang bersih dari penyelewengan. Sehingga tujuan akhir penelitian tentang konsep ahl al-Sunnah wa al-Jamâ’ah Mbah Fadhl didapatkan berdasarkan sumber yang valid. Selanjutnya gagasan Mbah Fadhl tentang ahl al-Sunnah wa al-Jamâ’ah secara gamblang dapat terkuak lewat kajian diskriptif analitik terhadap dua pola tafnîd (târikhi dan lughawi) yang diterapkan oleh Mbah Fadhl dalam kitab ini. Dengan berdasar pada teori silogisme dan ilmu al-Dilâlah melalui dua pendekatan historis dan lughawi inilah pemikiran Mbah Fadhl dapat dikaji hingga dapat menghantar pembaca pada pengetahuan tentang pengertian subtantif ahl al-Sunnah wa al-Jamâ’ah menurut Mbah Fadhl. Temuan-temuan dalam peneletian ini di samping perjalanan sejarah pengertian ahl al-Sunnah wa al-Jamâ’ah amat terpengaruh oleh dominasi politik, juga keberhasilan Mbah Fadhl menampilkan fakta-fakta sejarah menjadi penopang bagi apa yang berusaha ia katakan bahwa urf amat menentukan arah makna meskipun bangunan silogismenya mempunyai kelemahan. Dan pergeseran makna secara alami akan terus berjalan, karena bahasa bukan barang mati tapi ia terus bergerak kadang mengerucut kadang mengembang, hingga sebuah kata akan terus berpetualang dari satu arti menuju arti yang lain menciptakan ambiguitas-ambiguitas yang menggelitik untuk dikaji.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.A
Uncontrolled Keywords: KONSEP AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMÂ’AH
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Agama dan Filsafat
Depositing User / Editor: S.kom Fatchul Hijrih
Date Deposited: 13 Feb 2013 16:54
Last Modified: 15 Apr 2015 04:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6951

Actions (login required)

View Item View Item