KAIDAH MORFOLOGIS AL-QUR’AN BAGI PENAFSIRAN DALAM KITAB FATĤ AL-KHABĪR BI SYARĤ MIFTĀĤ AT-TAFSĪR KARYA KYAI MAHFUDH TREMAS (Taĥqīq dan Dirāsah)

Diyah Ekowati , NIM: 08.216.607 (2010) KAIDAH MORFOLOGIS AL-QUR’AN BAGI PENAFSIRAN DALAM KITAB FATĤ AL-KHABĪR BI SYARĤ MIFTĀĤ AT-TAFSĪR KARYA KYAI MAHFUDH TREMAS (Taĥqīq dan Dirāsah). Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (KAIDAH MORFOLOGIS AL-QUR’AN BAGI PENAFSIRAN DALAM KITAB FATĤ AL-KHABĪR BI SYARĤ MIFTĀĤ AT-TAFSĪR KARYA KYAI MAHFUDH TREMAS (Taĥqīq dan Dirāsah))
BAB I DAN V.pdf - Published Version

Download (734kB) | Preview
[img] Text (KAIDAH MORFOLOGIS AL-QUR’AN BAGI PENAFSIRAN DALAM KITAB FATĤ AL-KHABĪR BI SYARĤ MIFTĀĤ AT-TAFSĪR KARYA KYAI MAHFUDH TREMAS (Taĥqīq dan Dirāsah))
BAB II, III DAN IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (997kB)

Abstract

Kyai Mahfudh, seorang ulama Indonesia akhir abad-19 dikenal mempunyai banyak karya. Salah satunya adalah kitab syarĥ karya terakhirnya sebelum wafat yang selesai ditulis pada tahun 1337H. Kitab ini dipastikan belum pernah diteliti oleh siapapun. Sebelum ini, ia masih dalam perawatan ahli warisnya selama hampir seabad. Itulah daya tarik utama manuskrip ini untuk diteliti. Diduga juga, selain dia adalah nuskhatul Umm ia sekaligus Nushkhah Yatīmah, karena tanpa varian. Seorang peneliti Timur Tengah mengatakan bahwa manuskrip ini tidak ditemukan di Mekah. Diantara tiga ratusan halaman berisi seratus bab dan sub babnya, terdapat pembahasan tentang kaidah-kaidah terkait kebahasaan al-Qur’an khususnya pada tataran morfologis yang sangat menarik karena berkait langsung dengan penafsiran al-Qur’an, maka sangat diperlukan setiap penggiat tafsir. Kajian ini terhitung masih jarang dikaji secara tersendiri dari wilayah keilmuan Qur’an terutama dalam rupa kajian berbahasa Indonesia. Naskah kitab Fatĥ al-Khabīr karya Syeikh Mahfudh ini masih berupa manuskrip/tulisan tangan dan berbahasa Arab fasih. Pembacaannya memerlukan metode yang dalam hal ini memakai metode Tahqiq, agar kekurang-jelasan tulisan karena usia kertas atau rusaknya tinta dapat dibenahi, begitu juga tanda baca dan susunan bab sub bab yang akan disesuaikan dengan standar penulisan masa kini. Di Indonesia, hasil kajian tahqiq Arab masih terbatas pembacanya. Oleh karenanya, demi manfaat yang lebih maksimal, akan dipaparkan hasil penelitian Tahqiq tentang kaidah morfologis al-Qur’an tersebut dalam bahasa Indonesia. Seluruh penelitian berbasis telaah pustaka. Kondisi kitab yang masih berupa manuskrip dikaji dengan metode tahqīq Arab dalam edisi standar naskah tunggal. Upaya tersebut untuk mendapatkan paparan akhir teks dalam bahasa aslinya dengan bentuk penampilannya yang dianggap paling benar atau mendekati kebenaran yang dimaksud oleh Kyai Mahfudh dan Nādhim sesuai tujuan penelitian ini. Pendekatan deskriptif analistis dalam frame kajian Indonesia juga diharapkan dapat menghantarkan pembaca pada pemahaman kandungan naskah dan substansi idenya, dengan lebih mudah. Dari keduanya, akan terlihat posisi kitab syarĥ dan kajian kaidah morfologis ini di antara kajian semisal yang telah ada sebelumnya. Dari penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa naskah yang diteliti betul-betul karya bahkan asli tulisan tangan Syeikh Mahfudh sendiri dengan judul lengkap Fatĥ al- Khabīr bi syarĥ Miftāĥ at-Tafsīr. Dalam pemaparannya, Syeikh Mahfudh banyak merujuk ke kitab al-Itqan fi Ulum al-Qur’an milik Suyuthi. Bahkan dapat dikatakan, hampir semua maksud dan redaksi kitab kajian Kaidah-kaidah Morfologis ini mirip sekali dengan karya Suyuthi tersebut. Beberapa tambahan yang diberikan Syeikh adalah berupa kroscek dari Tafsir Suyuthi, yang itupun tidak banyak. Peneliti mendapati naskah ini ber-khath Nasakh, belum ada pembedaan antara bab dan sub-babnya. Kadang terjadi ketidak-sesuaian antara tulisan matan aslinya dan matan yang terdapat dalam bodi teks-nya; baik kurang kata atau lebih. Dalam hal ini Kyai Mahfudh berhasil menjelaskan maksud pemilik matan –Syeikh Fudi- yang seakan ingin meringkas dan mengelompokkan bab kitab al-Itqan pada bahasan yang serupa, khususnya bab yang diteliti ini, misalnya bahasan kata dikumpulkan dengan bahasan kata seperti dalam bab yang diteliti ini. Peneliti memaparkan beberapa kaidah pada tataran morfologi yaitu macam kata yang dilihat dari beberapa sisi; baik Mudzakkar Muannats, Nakirah Ma’rifah, keseimbangan jamak dengan jamak, Mashdar, kaidah Dhamir, Wujuh wannadha-ir, dan lainnya ini, dalam dua kategori fungsi umumnya; pertama, sebagai isyarat tingginya rasa bahasa al-Qur’an dilihat dari kata dengan aturan-aturannya untuk menuju maksud tertentu, kedua, bahwa kaidah tersebut bisa berkonsekwensi hukum bila terdapat dalam ayat hukum. Melalaikan mudārasah terhadapnya bisa berdampak kepada kesalahan memahami maksud kata al-Qur’an; baik dalam pembacaan biasa ataupun penafsirannya. Akan sangat baik bila kitab ini diterbitkan per-bab dan dijadikan salah satu kurikulum pesantren-pesantren di Indonesia bahkan diterjemahkan untk memperluas segmen konsumernya.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Prof. Dr. Suryadi, M.Ag
Uncontrolled Keywords: KAIDAH, MORFOLOGIS, AL-QUR’AN, PENAFSIRAN, KITAB, FATĤ AL-KHABĪR BI SYARĤ MIFTĀĤ AT-TAFSĪR, KARYA, KYAI, MAHFUDH TREMAS
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Agama dan Filsafat
Depositing User / Editor: S.kom Fatchul Hijrih
Date Deposited: 14 Feb 2013 17:37
Last Modified: 15 Apr 2015 12:04
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6970

Actions (login required)

View Item View Item