PERANAN AKTIVIS MUSLIM DALAM PERGULATAN POLITIK ISLAM DAN NASIONALISME (STUDI KASUS BAITUL MUSLIMIN DI DPP-PDI-PERJUANGAN JAKARTA)

ZAINAL ARIFIN, NIM: 07234426 (2009) PERANAN AKTIVIS MUSLIM DALAM PERGULATAN POLITIK ISLAM DAN NASIONALISME (STUDI KASUS BAITUL MUSLIMIN DI DPP-PDI-PERJUANGAN JAKARTA). Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PERANAN AKTIVIS MUSLIM DALAM PERGULATAN POLITIK ISLAM DAN NASIONALISME (STUDI KASUS BAITUL MUSLIMIN DI DPP-PDI-PERJUANGAN JAKARTA))
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (PERANAN AKTIVIS MUSLIM DALAM PERGULATAN POLITIK ISLAM DAN NASIONALISME (STUDI KASUS BAITUL MUSLIMIN DI DPP-PDI-PERJUANGAN JAKARTA))
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (408kB)

Abstract

Dalam pergulatan politik di Indonesia, terdapat dua kekuatan besar yang selalu berusaha keras untuk menerapkan ideologi politiknya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dua kekuatan tersebut adalah “Islamis dan Nasionalis sekuler”. Mulai pra kemerdekaan sampai dengan era reformasi, dua kekuatan tersebut masih mempunyai idealisme untuk menegakkan ideologinya masing–masing dalam konteks kenegaraan di Indonesia. Perdebatan para aktivis pada waktu orla dan orba masih bergulat antara pemikiran politik islam dan nasionalis yang dalam ranah perdebatan tekstual sudah mulai berpikir dewasa pada masa Reformasi, sehingga pergulatan kedua politik di Negara ini harus disikapi oleh para aktivis secara bijaksana dalam mengembalikan Esensi dari tujuan bangsa Indonesia yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 dan Pancasila.penyikapan terhadap kondisi bangsa saat ini juga dilakukan PDIPerjuangan ketika pada masa Reformasi mengalami gejolak dan peristiwa 27 kelabu dan juga imaj “Mega Bintang” berusaha berbenah kedalam partai dan membentuk sayap Islam sebagai Pencitraan di partai dengan cara memberikan pemahaman Agama dengan membentuk jiwa para kadernya yang religius, terutama para aktivis Muslim yang ada di PDI-Perjuangan. Aktivis Baitul Muslimin Indonesia PDI-Perjuangan mempunyai peranan meminimalisir pergulatan politik Islam dan Nasionalisme sehingga tidak ada lagi dikotomi diantara keduanya dengan artian sudah mencairnya pergulatan kedua politik tersebut, dengan peranya menyelesaikan masalah sosial masyarakat, berdakwah untuk memberikan pemahaman Agama di masyarakatdan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dimasa yang akan datang adalah kukuhnya paradigma Islam kebangsaan, yang telah diwariskan oleh Founding Fathers. Rajutan silaturahim yang pernah disinggung tokoh nahdlatul ulama (NU) K.H. Ahmad Siddiq tentang kebangsaan sangat mendasar dalam konteks kebangsaan di indonesia yang multikultural yang menitikkan pada tiga dasar pemikiran kebangsaan yang dapat memperkuat keberislaman, kebangsaan dan nilai-nilai kemanusian universal. Pertama,pertalian keislaman (al-ukhuwah al-islamiyah), pertalian kebangsaan ( alukhuwah al- wathaniyah ) dan pertalian kemanusian (al-ukhuwah al-basyariyyah). Peneliti melakukan observasi dilapangan dengan melakukan wawancara serta mengajukan pertanyaan Kebeberapa Tokoh Baitul Muslimin Indonesia dan Tokoh Ormas agama seperti NU dan Muhammadiyah yang mendukung dengan berdirinya Sayaf Islam di PDI-Perjungan. Terutama dukungan Ketua PBNU Hasyim Muzadi dan Dinsyamsuddin. Serta banyak tokoh intelektual antara lain Bang Taufiek kiemas, Buya Syafii Maarif dan Said Aqil Siradj bersama Ormas Pemuda kedua Ormas Islam di Indonesia Tersebut.Bamusi sebagai sayaf Islam Partai juga diharapkan Tampil all out untuk kemengan PDI-Perjuangn dan juga Para aktivis muslim di Bamusi juga dapat mengakomodir suara muslim sebagi wakil mereka di Dewan Perwailan Rakyat (Legislatif) maka juga jelas bahwa ada move politik juga dengan berdirinya Bamusi. Sehingga harapan dan Kritik penulis dengan mengangkat Tesis yang berjudul Pergulatan Politik Islam dan Nasionalisme dengan harapan mencoba untuk membangun pertemuan kedua pemikiran politik tersebut. Penulis juga mengkritik para Aktifis muslim dan Aktivis muslim di Bamusi untuk segera menjalankan program –program Bamusi sampai akar rumput atau lapisan bawah PDI-Perjuangan dan juga para kader partai harus berpikir obyektif dengan menggunakan politik Ideologis, politik realitis dan politik pragmatis dengan selalu menggunakan Islam sebagai etika dan moral dalam berpolitik.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Prof. DR. H. Siswanto Masruri, M.A.
Uncontrolled Keywords: aktivis muslim, politik islam, nasionalisme
Subjects: Politik Islam
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Hukum Islam
Depositing User / Editor: Users 5 not found.
Date Deposited: 14 Feb 2013 11:01
Last Modified: 16 Apr 2015 03:03
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6979

Actions (login required)

View Item View Item