EPISTEMOLOGI PEMIKIRAN K.H. HASYIM ASY‘ARI DALAM AL-TANBIHAT AL-WAJIBAT LI MAN YASNA‘ AL-MAULID BI AL-MUNKARAT1287-1366 H./ 1871-1947 M. (Tahqiq dan Dirasah)

Abdul Halim, NIM: 08216603 (2010) EPISTEMOLOGI PEMIKIRAN K.H. HASYIM ASY‘ARI DALAM AL-TANBIHAT AL-WAJIBAT LI MAN YASNA‘ AL-MAULID BI AL-MUNKARAT1287-1366 H./ 1871-1947 M. (Tahqiq dan Dirasah). Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (EPISTEMOLOGI PEMIKIRAN K.H. HASYIM ASY‘ARI DALAM AL-TANBIHAT AL-WAJIBAT LI MAN YASNA‘ AL-MAULID BI AL-MUNKARAT1287-1366 H./ 1871-1947 M. (Tahqiq dan Dirasah))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (EPISTEMOLOGI PEMIKIRAN K.H. HASYIM ASY‘ARI DALAM AL-TANBIHAT AL-WAJIBAT LI MAN YASNA‘ AL-MAULID BI AL-MUNKARAT1287-1366 H./ 1871-1947 M. (Tahqiq dan Dirasah))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Menginjak pertengahan abad ke-7 H./ke-13 M. perayaan maulid sering menimbulkan pertentangan hebat. Kala itu maulid sudah dianggap sebagai bid‘ah. Para pendukung perayaan ini diserang dengan ganas dan sering menimbulkan reaksi balasan mereka. Di kemudian hari perselisihan berubah menjadi semacam perdebatan internasional yang sangat keras. Semua pihak yang berselisih, baik yang membolehkan maupun yang melarang, berlomba-lomba menulis buku tentang maulid. Dari kalangan yang membolehkan sebut saja Muh}ammad ‘Alawi al-Maliki (1944–2004 M.), Muh}ammad ibn Abi Bakr ibn ‘Abd Allah al-Qaisi al- Dimasqi al-Syafi‘i, dan ‘Abd al-Rah}im ibn al-H}usain ibn ‘Abd al-Rah}man al- Mis}ri, dan yang lainnya. Dari kalangan ulama yang melarang sebut saja ‘Abd Allah ibn Sulaiman ibn Mani‘, Ah}mad al-Kharis}i, H}amud al-Taujiri, Isma‘il ibn Muh}ammad al-Ans}ari, dan yang lainnya. Dari kalangan ulama Nusantara juga ada yang menulis buku tentang maulid, antara lain H.M.H al-Hamid al-Husaini, Abu Ubaidah Yusuf ibn Mukhtar, dan K.H. Hasyim Asy‘ari (1871-1947 M.). Karya K.H. Hasyim Asy‘ari menarik untuk dibahas karena selain mempertimbangkan ketokohan pengarangnya, dari sisi karya itu sendiri di dalam nas}s}-nya ada beberapa temuan yang mengharuskan adanya penelitian dan perbaikan, dalam isinya terdapat kategorisasi perayaan maulid yang dianjurkan (mustah}ab) dan yang diharamkan, dan dalam aspek epistemologi hukumnya yang lebih memilih merujuk kepada pendapat-pendapat ulama terdahulu. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu mendeskripsikan secara lengkap naskah al- Tanbihat al-Wajibat karya K.H. Hasyim Asy‘ari. Pertama-tama pendekatan tah}qiq digunakan dengan metode naskah tunggal sebagai dasar dalam membaca, menggali dan memahami, serta menampilkan kembali naskah al-Tanbihat al- Wajibat karya K.H. Hasyim Asy‘ari. Guna menganalisis data menyangkut epistemologi pemikiran K.H. Hasyim Asy‘ari digunakan metode analisis isi (content analysis), yaitu menganalisis sumber, metode, dan validitas pemikiran K.H. Hasyim Asy‘ari tentang perayaan maulid Nabi Saw. Untuk analisisnya dibantu dengan pendekatan us}ul al-fiqh. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: pertama, naskah yang diteliti ini betul-betul merupakan karya dari K.H. Hasyim Asy‘ari dengan judul lengkap al- Tanbihat al-Wajibat li Man Yas}na‘ al-Maulid bi al-Munkarat, sebagaimana diinformasikan dengan jelas di bagian akhir naskah. Dalam naskah ini diperoleh beberapa temuan, antara lain 1) al-Tah}rif, yaitu perubahan yang terjadi pada huruf atau i‘rab-nya; 2) al-Nuqs}an, yaitu ada beberapa kata atau kalimat dari buku asli yang tidak dicantumkan; 3) al-Ziyadah, yaitu menambahkan beberapa kata atau kalimat dalam kutipan yang tidak ada di buku asli. Kedua, dengan merujuk kepada sumber dari kalangan Malikiyyah dan Syafi‘iyyah dan menggunakan metode bermazhab secara qauli, K.H. Hasyim Asy‘ mampu mengompromikan perbedaan pendapat tentang hukum maulid. Hasil temuannya dinilai valid karena sumber-sumbernya bisa dipertanggungjawabkan dan peracikan hukumnya relevan dengan teori-teori kebenaran. Jika dikaitkan dengan metode berijtihad secara umum, epistemologi yang dikembangkan oleh K.H. Hasyim Asy‘ari lebih mengarah kepada metode bayani. Epistemologi yang dikembangkan hukum oleh K.H. Hasyim Asy‘ari dan kesimpulan hukum yang dihasilkannya sudah tepat dan sesuai dengan kondisi saat itu. Namun jika diukur dengan perkembangan ilmuilmu keislaman sekarang, kesimpulan hukum K.H. Hasyim Asy‘ari masih terasa kental hitam putih. Oleh karena itu, untuk saat ini alangkah baiknya metode istis}lah}i ditambahkan dalam mempertimbangkan hukum perayaan maulid tersebut. Dengan mempertimbangkan kemaslahatan, maka seruan-seruan untuk menghilangkan perayaan maulid dapat dipatahkan, karena ternyata perayaan maulid dapat memberikan pelbagai kemaslahatan riil yang bisa dirasakan oleh umat Islam. Tujuan mengungkapkan rasa syukur kepada Allah Swt dan kecintaan kepada Rasulullah Saw tercapai, kemaslahatan riil pun didapat.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Dr. H. Abdul Mustaqim, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: epistemologi pemikiran, hasyim asy'ari
Subjects: Hukum Islam
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Hukum Islam
Depositing User / Editor: Users 5 not found.
Date Deposited: 14 Feb 2013 18:16
Last Modified: 16 Apr 2015 10:07
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6984

Actions (login required)

View Item View Item