KONSEP SYAIKH ABDURRAUF AS-SINGKILI (1615-1693) TENTANG TAUHID DAN ZIKIR DALAM KITAB ‘UMDATUL-MUHTĀJĪN ILĀ SULŪKI MASLAKILMUFARRIDĪN (Tahqīq dan Dirāsah)

Sulaiman , NIM. 08216614 (2010) KONSEP SYAIKH ABDURRAUF AS-SINGKILI (1615-1693) TENTANG TAUHID DAN ZIKIR DALAM KITAB ‘UMDATUL-MUHTĀJĪN ILĀ SULŪKI MASLAKILMUFARRIDĪN (Tahqīq dan Dirāsah). Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (KONSEP SYAIKH ABDURRAUF AS-SINGKILI (1615-1693) TENTANG TAUHID DAN ZIKIR DALAM KITAB ‘UMDATUL-MUHTĀJĪN ILĀ SULŪKI MASLAKILMUFARRIDĪN (Tahqīq dan Dirāsah))
BAB I DAN V.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (KONSEP SYAIKH ABDURRAUF AS-SINGKILI (1615-1693) TENTANG TAUHID DAN ZIKIR DALAM KITAB ‘UMDATUL-MUHTĀJĪN ILĀ SULŪKI MASLAKILMUFARRIDĪN (Tahqīq dan Dirāsah))
BAB II, III DAN IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (840kB)

Abstract

Syaikh Abdurrauf as-Singkili (1615-1693) salah seorang ulama Nusantara dari Kerajaan Aceh Darussalam telah memainkan peranan penting dalam peta sejarah peradaban Islam di Nusantara. Dia adalah seorang sufi, faqih, dan mufassir. Dia juga seorang pejabat kerajaan yang memangku jabatan Qād�ī Malikul-‘Ādil selama 32 tahun (1661-1693). Dia merupakan salah seorang ulama Nusantara yang produktif, dia banyak menulis kitab, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa Melayu. Beberapa kitabnya menjadi objek penelitian peneliti, namun masih banyak karyanya yang masih berupa manuskrip dan belum diteliti. Di antara kitabnya yang belum diteliti adalah kitab ‘Umdatul-Muh�tājīn ilā Sulūki Maslakil-Mufarridīn yang berisi tentang tauhid dan tasawuf. Kitab inilah yang menjadi objek penelitian ini, baik dari aspek filologi/tah�qīq maupun aspek kandungan isi kitab (dirāsah). Penulis membatasi penelitian ini pada konsep tauhid dan zikir saja. Ada dua tujuan mendasar dalam penelitan ini. Pertama, dapat memberikan informasi tentang keadaan naskah kitab ‘Umdatul-Muh�tājīn, isi naskah, pengutipan ayat-ayat al-Qur’an, hadis-hadis Nabi saw., dan kutipan-kutipan lainnya, serta menyajikan teks terbaca dengan tepat dan benar, dan kedua, dapat memberikan gambaran terhadap konsep as-Singkili tentang tauhid dan zikir. Karena objek penelitian ini adalah naskah kuno, maka teori dan metode yang digunakan adalah teori dan metode filologi dengan menggunakan pendekatan intertekstual. Penulis dapat menemukan empat varian naskah, setelah diteliti dengan menggunakan teori filologi salah satunya ditetapkan sebagai naskah unggul, maka metode filologi yang digunakan di sini adalah Metode Landasan. Tehnik pengumpulan data adalah dengan menelaah naskah-naskah yang menjadi objek penelitian sebagai data primer dan membaca hasil penelitian terdahulu tentang as-Singkili sebagai data sekunder. Kemudian dianalisis guna mendapatkan kesimpulan terhadap sasaran penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perbedaan penulisan di antara varian naskah, ada naskah yang telah terkontaminasi, namun hal ini tidak berpengaruh dalam memahami isi naskah. Ayat-ayat al-Qur’an yang dikutip sesuai dengan sumbernya, demikian juga hadis-hadis Nabi saw., namun ada hadis yang tidak ditemukan dalam kitab-kitab sumber. Dari hasil kajian terhadap isi naskah dapat disimpulkan bahwa konsep tauhid as-Singkili berbeda dengan konsep ulama Aceh sebelumnya, Hamzah Fansuri dan Syamsuddin as-Sumatrani yang beraliran Wah�datul-Wujūd. as-Singkili sangat menekankan konsep transendensi Tuhan terhadap alam semesta, dia menegaskan bahwa Tuhan tidak serupa dengan alam semesta, Tuhan tidak membutuhkan alam semesta, sementara alam semesta membutuhkan Tuhan. Dia mengajak ummat manusia untuk selalu berzikir dengan mengucapkan kalimat Lā ilāha illal-lāh, karena kalimat itu mengandung makna tauhid. as-singkili menetapkan beberapa bentuk dan cara zikir sehingga memudahkan sālik untuk memilih bentuk dan cara yang lebih mudah dikerjakan. Di samping dapat menyelamatkan dan mengetahui keadaan naskah kuno karya ulama Nuantara, penelitian ini juga dapat mengungkapkan konsep tauhid dan zikir yang pernah berkembang di wilayah Nusantara. Konsep ini kiranya perlu dihidupkan kembali di era globalisasi sekarang ini, karena dengan kembali kepada tauhid dan zikir manusia diharapkan dapat mengatasi berbagai problema moral dan sosial yang telah mengerogoti kehidupan individu dan masyarakat.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. Syaifan Nur, M.A
Uncontrolled Keywords: KONSEP, SYAIKH ABDURRAUF AS-SINGKILI, TAUHID, ZIKIR,KITAB ‘UMDATUL-MUHTĀJĪN ILĀ SULŪKI MASLAKILMUFARRIDĪN, Tahqīq, Dirāsah
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Agama dan Filsafat
Depositing User / Editor: S.kom Fatchul Hijrih
Date Deposited: 14 Feb 2013 12:04
Last Modified: 15 Apr 2015 07:14
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6998

Actions (login required)

View Item View Item