PONDOK PESANTREN WARIA "SENIN-KAMIS" DI KAMPUNG NOTOYUDAN, KELURAHAN PRINGGOKUSUMAN, KECAMATAN GEDONGTENGEN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Arifin Sumarto, NIM.: 08120007 (2012) PONDOK PESANTREN WARIA "SENIN-KAMIS" DI KAMPUNG NOTOYUDAN, KELURAHAN PRINGGOKUSUMAN, KECAMATAN GEDONGTENGEN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Skripsi thesis, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (406kB)

Abstract

Pondok pesantren adalah suatu lembaga pendidikan Islam di Indonesia yang bersifat tradisional untuk mendalami Ilmu tentang agama Islam dan mengamalkan sebagai pedoman hidup keseharian. Waria adalah laki-laki yang lebih suka berperan sebagai perempuan dan secara psikologis mereka merasa bahwa dirinya adalah seorang perempuan. Pondok pesantren waria senin-kamis. Pondok ini berlokasi di desa Notoyudan, GTII/294, Rt 85 / Rw 24, kelurahan Pringgokusuman. Pondok pesantren ini di khususkan untuk para waria. Dinamakan senin-kamis karena kegiatan pesantren dilakukan setiap senin-kamis. Dengan alasan pemilihan senin-kamis yaitu hari senin dan kamis itu biasanya digunakan oleh orang jawa untuk bertirakat atau untuk beribadah. Berperilaku waria memiliki banyak resiko. Waria dihadapkan pada berbagai masalah di antaranya: ada alasan yang berpendapat karena penolakan keluarga, tekanan ekonomi, kurang diterima di masyarakat atau bahkan tidak diterima secara sosial, dianggap lelucon, hingga kekerasan baik verbal maupun non verbal. Objek dalam penelitian ini adalah pondok pesantren waria senin-kamis. Permasalahan yang akan diteliti adalah bagaimana latar belakang didirikannya pondok pesantren waria senin-kamis? Bagaimana aktifitas santri di Pondok Pesantren Waria Senin-Kamis? Bagaimana kontribusi pondok pesantren Waria Senin-Kamis dalam masyarakat? Penelitian ini mengunakan pendekatan sosiologi yang berusaha menyelidiki persoalan umum dalam masyarakat dengan maksud untuk menemukan dan menafsirkan kenyataan kehidupan masyarakat. Dan juga bertujuan untuk mempelajari problem-problem sosial. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian budaya dengan tahapan penelitian yaitu : pengumpulan data (Observasi, wawancara, dokumentasi), analisis data dan laporan penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Sedangkan metode analisis yang di gunakan penelitian adalah kualitatif dengan pengumpulan data secara interview, observasi, dan pengamatan dipondok pesantren waria senin-kamis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Struktural Fungsional yang dikemukakan oleh Emile Durkheim, yaitu bahwa masyarakat sebagai suatu organisasi besar tersusun dari bagian-bagian yang memiliki kedudukan, peranan serta fungsi masing-masing. Komponen itu saling berhubungan dalam mewujudkan sistem sosial.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Sejarah Peradaban / Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 19 Apr 2013 09:36
Last Modified: 12 Aug 2015 02:38
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/7273

Actions (login required)

View Item View Item