TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP HADANAH AYAH BAGI ANAK YANG BELUM MUMAYYIZ (STUDI TERHADAP PUTUSAN PA YOGYAKARTA NOMOR : 0203/Pdt.G/2012/PA.YK)

NAFDIN ALI CHANDERA, NIM. 09350045 (2013) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP HADANAH AYAH BAGI ANAK YANG BELUM MUMAYYIZ (STUDI TERHADAP PUTUSAN PA YOGYAKARTA NOMOR : 0203/Pdt.G/2012/PA.YK). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP HADANAH AYAH BAGI ANAK YANG BELUM MUMAYYIZ (STUDI TERHADAP PUTUSAN PA YOGYAKARTA NOMOR : 0203/Pdt.G/2012/PA.YK))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP HADANAH AYAH BAGI ANAK YANG BELUM MUMAYYIZ (STUDI TERHADAP PUTUSAN PA YOGYAKARTA NOMOR : 0203/Pdt.G/2012/PA.YK))
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (384kB)

Abstract

Apabila sepasang suami istri bercerai sedangkan keduanya mempunyai anak yang belum mumayyiz, maka ibunyalah yang lebih berhak untuk mendidik dan merawat anak itu hingga ia mengerti akan kemaslahatan dirinya. Keempat Imam Mazhab sepakat bahwa ibunyalah yang berhak memelihara dan mengasuh anak-anak yang dibawah umur, hanya mereka berbeda pendapat tentang batas h}ad}ānah tersebut sampai umur berapa tahun. Akan tetapi dalam hal ini Pengadilan Agama Yogyakarta memeriksa, dan mengadili perkara tersebut memutuskan bahwa h}ad}ānah tersebut diberikan kepada ayahnya sebagaimana yang tertuang dalam amar putusan nomor : 0203/Pdt.G/2012/PA.YK. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan pasal 105 Kompilasi Hukum Islam yang menyatakan bahwa pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah pertimbangan apa yang digunakan oleh majelis Hakim Pengadilan Agama Yogyakarta, Serta bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pertimbangan majelis hakim dalam melihat perkara ḥaḥānah nomor: 0203/Pdt.G/2012/PA.YK. Penelitian dalam skripsi ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research) yang didukung dengan penelitian lapangan (field research). Penelitian ditujukan untuk mendriskripsikan dan menganalisis putusan Pengadilan Agama Yogyakarta Nomor : 0203/Pdt.G/PA.YK yang memberikan hak h}ad}ānah anak yang belum mumayyiz kepada ayah, dengan menggunakan pendekatan normatif, yaitu pendekatan yang menuju dan mengarah pada persoalan ditetapkannya sesuatu berdasarkan kepada teks-teks Al-Qur’ān dan hadis, serta pendapat para ulama yang ada kaitannya dengan permasalahan yang diteliti. Kemudian pendekatan yuridis, yaitu pendekatan dengan berdasarkan pada semua peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia perihal h}ad}ānah. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode analisa kualitatif. Kemudian membahas secara mendalam putusan Majelis Hakim Pengadilan Agama Yogyakarta tersebut, dari segi normatif dan yuridis. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Pengadilan Agama Yogyakarta dalam memutuskan perkara h}ad}ānah terhadap anak yang belum mumayyiz diberikan kepada ayahnya. Majelis Hakim dalam pertimbangan putusannya mengesampingkan Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam. Hal ini didasarkan kepada Yurisprudensi MA yang mengandung kaidah hukum bahwa pemeliharaan anak (h}ad}ānah) tidak mutlak pada ibunya seperti Pasal 105 huruf (a) Kompilasi Hukum Islam tetapi dapat diberikan kepada ayahnya dengan pertimbangan kemaslahatan anak atau kepentingan terbaik bagi anak. Sebagaimana juga ditegaskan dalam Pasal 1 ayat 2 Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Pertimbangan lain yang digunakan oleh Majelis Hakim adalah dengan melihat kepada aspek moral justice anak tersebut, karena anak tersebut sudah nyaman dan tentram tinggal bersama ayahnya. Jika dilihat dari hukum positif Indonesia, pemberian h}ad}ānah ini sudah tepat diserahkan kepada ayahnya yakni dengan memperhatikan kemaslahatan dan perlindungan anak tersebut, dalam Pasal 49 (1) Undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan bahwa salah satu orang tua dapat dicabut kekuasaannya terhadap anaknya baik karena ia lalai, maupun karena berkelakuan buruk. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang hukum Islam, pemberian ḥaḥānah juga sudah tepat diberikan kepada ayahnya karena berdasarkan teori maqāsid asy-syarī’ah bahwa kemaslahatan dan kenyamanan anak lebih diutamakan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Peradilan Islam
Peradilan Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum, S.Kom ------- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 01 May 2013 09:40
Last Modified: 19 Apr 2016 07:01
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/7485

Actions (login required)

View Item View Item