EDITORIAL BARAT BERHUTANG PADA UMAT ISLAM

KAUNIA, EDITORIAL (2006) EDITORIAL BARAT BERHUTANG PADA UMAT ISLAM. Kaunia Jurnal Sains dan Teknologi Vol II, No. 1, April 2006.

[img]
Preview
Text
EDITORIAL BARAT BERHUTANG PADA UMAT ISLAM.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

Ada sebuah pepatah Arab yang menyatakan, "Kematian seekor ikan bermula dari kepalanya". Pepatah ini mengandung pengertian yang sama dengan pepatah Latin yang terkenaL, Corruption optimi pessima (korupsi dari pihak yang tertinggi adalah yang terburuk). Banyak orang percaya bahwa peristiwa perusakan "elan hidup" sebagai akibat krisisnya peradaban modern dalam abad ini, yang dimulai di Barat kemudian berimbas ke kawasan timur, diakibatkan oleh penyelewengan substansi terhadap definisi kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Menurut Berger Lukmann, pengembangan kebudayaan dunia asalnya dipersatukan dan dilegitimasi oleh Universa symbolica, yakni mitologi, agama, ideologi dan sains. Agama Islam ialah Universa symbolica terakhir yang memainkan fungsi perekat dan berfungsi legitimatis, yang fungsi ini sesudahnya diambil alih oleh ideologi sekularistik dan sains. Karenanya, untuk menahan kerusakan budaya yang lebih parah menurut, Seyyed Hossein Nasr harus dimulai dari "kepala ikan" dari ajaran spiritual dan intelektuai yang menyimpang.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: barat, hutang
Subjects: Kaunia Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 21 May 2013 21:05
Last Modified: 21 May 2013 21:05
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/7797

Actions (login required)

View Item View Item