PENGENTASAN KEMISKINAN DALAM UPAYA PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) DI PROVINSI GORONTALO

RUSTAM DAWALI - NIM : 05241059, (2008) PENGENTASAN KEMISKINAN DALAM UPAYA PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) DI PROVINSI GORONTALO. Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk dapat mengeksplorasi berbagai permasalahan dan program-program yang telah dilakukan dan akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memecahkan masalah kemiskinan, yang kemudian akan dipararelkan dengan peningkatan sumber daya manusia. Dalam konteks ini, maka indikator HDI (Human Development Index) atau Indeks pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator utama yang dibahas dan dianalisis. Indikator tersebut adalah ekonomi, kesehatan dan tingkat pendidikan masyarakat.Penelitian ini dibatasi pada: Pengentasan kemiskinan dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia di Provinsi Gorontalo, dengan rumusan masalah 1) Bagaimanakah Pengentasan Kemiskinan Masyarakat Provinsi Gorontalo?; 2) Bagaimanakah Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Gorontalo?; 3) Bagaimanakah Pengentasan Kemiskinan Dalam Upaya Peningkatan Sumber Daya Manusia di Provinsi Gorontalo?Melalui metode deskriptif analitik penelitian ini bertujuan untuk: mengekplorasi Kemiskinan sebagai salah satu faktor terbesar penyebab kemerosotan Sumber Daya Manusia; mengevaluasi dan menilai apakah pengentasan kemiskinan di Provinsi Gorontalo sudah tepat atau mampu meningkatkan sumber daya manusia; serta memberikan informasi kepada semua pihak bagaimana pengentasan kemiskinan dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo sebagai upaya peningkatan Sumber Daya Manusia.Hasil penelitian menujukkan bahwa: a. Dilihat dari indikator-indikator kemiskinan dari tahun-ketahun terjadi trand yang bersifat progresif di Provinsi Gorontalo. Dari sisi ekonomi terjadi perubahan yang sangat signifikan dari sejak terpisahnya Provinsi Gorontalo dari Provinsi Induknya (Sulawesi Utara) yang bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi tahun 2005 mencapai 7,06 % dari sebelum menjadi Provinsi sendiri hanya sebesar 5,38 %. b. Dari data Pendidikan dan Kesehatan di Provinsi Gorontalo juga menujukkan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang cukup signifikan. Atas perkembangan tersebut tingkat keluarga miskin juga mengalami penurunan jumlah yang sangat signifikan. c. Upaya pengentasan kemiskinan di Provinsi Gorontalo masih dilakukan secara umum (general) dan cenderung bersifat parsial. Upaya-upaya pengentasan kemiskinan belum dilakukan secara terintegrasi. Indikator-indikator masalah kemiskinan dilakukan oleh masing-masing instansi/dinas yang terkait langsung dengan tugas pokok dan fungsinya. Tidak terintegrasinya upaya pengentasan kemiskinan tersebut berdampak pada langkahlangkah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo tidak maksimal dan cenderung tidak tepat sasarannya. Pemerintah Provinsi Gorontalo tidak memiliki data-data tentang pembagian dan pemetaan jumlah masyarakat miskin berikut faktor-faktor penyebabanya.Program yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo juga belum memperhitungkan tingkatan kemiskinan dalam masyarakat. Program digeneralisir dan tidak membedakan masyarakat yang miskin kronik dan miskin sementara. d. Peningkatan Sumber Daya Manusia di Provinsi Gorontalo yang dilakukan secara khusus oleh Dinas Pendidikan Nasional (DIKNAS) dan sudah berjalan dengan baik dan berkesinambungan, walapun terdapat beberapa masalah dari hasil dan terget yang telah direncanakan tidak tercapai dengan sempurna.Identifikasi masalah oleh Diknas atas masalah pendidikan di Provinsi Gorontalo sudah dilakukan dengan baik. Demikan pula dengan analisis lingkungan stratejiknya. Kemampuan mengidentifikasi masalah dengan baik tersebut menjadikan programprogram peningaktan kualitas SDM di Provinsi Gorontalo bergerak kearah perubahan yang baik.Berdasarkan kesimpulan tersebut di atas, maka hasil penelitian ini merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut: Pengentasan Kemiskinan 1. Pemerintah Provinsi Gorontalo perlu mengidentifikasi jumlah masyarakat miskin kedalam kriteria miskin sementara dan miskin kronis. 2. Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat melakukan perubah0an pedoman nilai indikator yang ditetapkan secara nasional (BPS) ke dalam indikator yang disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi daerah. 3. Kemiskinan masyarakat harus di petakan kedalam beberapa faktor, seperti: wilayah, karakteristik wilayah, jenis usaha, dan lain sebagainya. 4. Pemerintah Provinsi Gorontalo sedapat mungkin membuat program pengentasan kemiskinan dalam bentuk proses yang tidak pernah selesai, sehingga upaya peningkatan taraf hidup masyarakat menuju sejahtera dapat tercapai. 5. Solusi Kemiskinan Sementara (Transient poverty). a) Stability of Macro Economic (Stablitas Ekonomi Makro) b) Stability of Safety (Stabilitas Keamanan) c) Stability of Social (stabilitas sosial) d) Prevention of Disaster (Pencegahan Bencana) e) Bantuan Dana 6. Solusi Kemiskinan Kronik (Cronic poverty) - Pemberdayaan (empowering) - Pemutusan Hubungan Kemiskinan (missing link of poverty).Peningkatan Kualitas SDM 1. Perlu upaya dan program dispesifikkan pada substansi masalah seperti: a. Peningkatan motivasi melalui sentuhan impian untuk maju. b. Mendekatkan upaya pengentasan buta aksara melalui proses pendampingan langsung c. Pemberian bonus (beasiswa) sebagai alat motivasi bagi yang berperestasi. 2. Saat ini upaya peningkatan kulalitas SDM masih terbatas pada upaya klasik yakni meningkatkan kecerdasan intelektual siswa, sementara kecerdasan lain seperti mental dan spiritual menjadi kurang atau tidak berbanding lurus dengan kecerdasan intelektual. 3. Memberikan kesempatan belajar yang seluas-luasnya kepada masyarakat.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Prof . Dr. H. Khoiruddin Nasution, MA.
Uncontrolled Keywords: Penawaran, permintaan, implikasi, pekerja anak
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:39
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/784

Actions (login required)

View Item View Item