THE MALAY-MOSLEM AND THAILAND ADMINISTRATION: A POWER RELATION PERSPECTIVE

CAHYO PAMUNGKAS , - (2005) THE MALAY-MOSLEM AND THAILAND ADMINISTRATION: A POWER RELATION PERSPECTIVE. Jurnal Hermeneia\Vol-4-No-1-2005.

[img]
Preview
Text
CAHYO PAMUNGKAS THE MALAY-MOSLEM AND THAILAND ADMINISTRATION.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai perkembangan hubungan politik antara orang-orang Melayu Muslim di provinsi-provinsi perbatasan selatan setelah perang dunia kedua. Kebijakan pertama yang diterapkan adalah pendirian Majelis Ugama Islam untuk mengendalikan seluruh aktivitas kaum ulama.Setelah itu disertai dengan kebijakan mengubah status pondok sebagai lembaga islam tradisional menjadi sekolah-sekolah islam semi pemerintah. Kedua kebijakan ini berdampak pada munculnnya gerakan separatisme yang bertujuan untuk kemerdekaan provinsi-provinsi Thailand Selatan. Perubahan politik pada tahun 1978 mendorong pemerintah untuk menyelesaikan separatisme di Thailand Selatan dengan pendekatan sosial ekonomi sehingga mampu memadamkan semangat kemerdekaan orang-orang Muslim Melayu. Namun pada awal tahun 2004, pemerintah Thailand di bawah Perdana Menteri Thaksin Shinawatra menerapkan kembali pendekatan keamanan untuk mengatasi gejolak-gejolak sosial di Thailand Selatan sehingga menimbulkan ratusan korban masyarakat sipil.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Malay Moslem, Thailand Moslem, relation
Subjects: Hermeneia Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 02 Jul 2013 09:14
Last Modified: 02 Jul 2013 09:14
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/8469

Actions (login required)

View Item View Item