PEMBARUAN PESANTREN (Studi Pemikiran KH. A. Wahid Hasyim tentang Pendidikan Pesantren)

M. ABDUL HARIS - NIM: 00120147, (2008) PEMBARUAN PESANTREN (Studi Pemikiran KH. A. Wahid Hasyim tentang Pendidikan Pesantren). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK div align= quot;justify quot; M. ABDUL HARIS, PEMBARUAN PESANTREN (Studi Pemikiran KH. A. Wahid Hasyim tentang Pendidikan Pesantren). Penelitian ini bermaksud mengkaji tentang sistem pendidikan yang diterapkan di pesantren, dan pembaruan yang dirintis oleh Wahid Hasyim dalam memajukan dunia pendidikan pesantren dan umat Islam Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan sistem pendidikan di pesantren dan pemikiran Wahid Hasyim tentang pembaruan pendidikan pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang ingin menghasilkan bentuk dan proses pengkisahan serta hasil atas peristiwa manusia yang telah berlangsung pada waktu yang telah lewat. Adapun langkah-langkah dalam proses penelitian ini adalah; Heuristik, Verifikasi, Interpretasi, dan Historiografi. Wahid Hasyim merupakan tokoh bangsa yang berjasa besar dalam pembaruan pendidikan Islam di Indonesia terutama pembaruan pendidikan pesantren. Upaya Wahid Hasyim dalam melakukan pembaruan sudah dimulai sejak usia muda dengan mendirikan sebuah lembaga pendidikan (madrasah) yang diberi nama Madrasah Nidhomiyah. Madrasah ini merupakan cikal bakal lembaga pendidikan Islam modern di pesantren dan juga di Indonesia. Madrasah ini juga menjadi lembaga pendidikan pertama yang menggabungkan pendidikan model Barat (seculer science) dan pendidikan model pesantren (salafi). Dalam pemikiran pendidikannya, Wahid Hasyim tidak pernah menganggap satu ilmu lebih unggul daripada ilmu yang lain. Baginya, semua ilmu (agama maupun umum/sekuler) sama pentingnya. Disinilah Wahid Hasyim menunjukkan diri sebagai tokoh yang moderat. Meskipun mempunyai latar belakang pendidikan dari pondok pesantren, Wahid Hasyim merupakan seorang tokoh yang mempunyai pemikiran yang maju, yang tidak hanya puas dengan pendidikan pondok pesantren saja. Wahid Hasyim juga giat belajar sendiri mengenai ilmu pengetahuan, baik agama maupun umum. Lebih dari itu, Wahid Hasyim juga seorang organisator ulung. Hal ini dapat dilihat dari petualangannya di dalam organisasi NU, MIAI, Masyumi, dan sebagai Menteri Negara dan Menteri Agama RI. Dengan demikian, Wahid Hasyim merupakan tali penghubung antara tradisi pesantren dan peradaban modern. Wahid Hasyim sebagai Menteri Agama mempunyai kesempatan yang baik untuk mengembangkan apa yang sudah dilakukannya di Pondok Pesantren Tebuireng, yaitu pendirian Madrasah Nidhomiyah. Pengembangan pendidikan Islam yang dilakukannya sesuai dengan keududukannya sebagai Menteri Agama, yaitu dengan mengeluarkan beberapa peraturan atau ketetapan. Inti dari peraturan dan ketetapan tersebut merupakan perluasan dan pendalaman dari idenya tentang Madrasah Nidhomiyah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : Hj Siti Maryam, M.Ag
Uncontrolled Keywords: Perkembangan Pesantren
Depositing User: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:40
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/878

Actions (login required)

View Item View Item