PERBANDINGAN KERAJAAN ALLAH MENURUT STEPHEN TONG DAN AL-MULK MENURUT M. QURAISH SHIHAB

ABD. MUFID, NIM. 07520023 (2012) PERBANDINGAN KERAJAAN ALLAH MENURUT STEPHEN TONG DAN AL-MULK MENURUT M. QURAISH SHIHAB. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (PERBANDINGAN KERAJAAN ALLAH MENURUT STEPHEN TONG DAN AL-MULK MENURUT M. QURAISH SHIHAB )
BAB I, IV, DAFTAR PUSAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (PERBANDINGAN KERAJAAN ALLAH MENURUT STEPHEN TONG DAN AL-MULK MENURUT M. QURAISH SHIHAB )
BAB II, III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (512kB)

Abstract

Tema Kerajaan Allah selalu menarik untuk dikaji. Hal ini bukan hanya karena tema Kerajaan Allah menjadi tema sentral dalam Al-Kitab atau warta utama para Mesias, melainkan juga penggalian maknanya yang tidak urung lekang oleh gerusan zaman. Itu sebabnya cukup merebak pandangan-pandangan maupun pemikiran tentang Kerajaan Allah oleh masing-masing kalangan tokoh pakar maupun sekte. Titik tolak kajian ini adalah pemikiran Stephen Tong mengenai Kerajaan Allah berikut signifikansinya bagi kehidupan. Sehingga dengan itu, tujuan dari kajian ini adalah memahami arti Kerajaan Allah termasuk signifikansinya bagi kehidupan, bergereja dan menjalankan pelayanan. Pemikiran Stephen Tong yang terbukukan dalam judul buku Kerajaan Allah, Gereja dan Pelayanan menjadi rujukan primer dalam kajian ini, adapun rujukan sekunder diambil dari buku-buku dan berbagai media lain yang sekiranya dapat menunjang terhadap kajian ini. Termasuk karya-karya Tong yang lain. Oleh karena itu kajian ini merupakan kajian pustaka (library research). Semua data yang terkumpul kemudian diolah melaui pendekatan tematisanalitis. Sebuah pendekatan yang merefleksikan pemikiran Stephen Tong berkenaan dengan Kerajaan Allah berikut maknanya. Menurut Stephen Tong, setiap pribadi yang mendengar dan merenungkan istlah-istilah “Kerajaan Allah” harus menyadari betapa serius dan pentingnya makna yang terkandung dibalik istilah-istilah tersebut. Itu artinya setiap kali terdapat perbincangan mengenai Kerajaan Allah maka hakekat jamuan tesebut sedang membicarakan sesuatu yang amat serius. Oleh karenanya, dalam memikirkan Kerajaan Allah diperlukan rasa hormat, penuh hikmat dan dengan hati yang takut akan Tuhan. Selain itu tema Kerajaan Allah adalah menjadi tema sentral dalam AlKitab, itu sebabnya memahami dan mencari Kerajaan Allah menjadi penting dan hal utama. Menurutnya, Kerajaan Allah harus dimengerti sebagaimana Allah itu Raja adanya, termasuk 4 peranan penting yangdimiliki-Nya, yaitu; Allah sebagai pencipta alam, pemerintah, pemberi berkat, dan penghakim seluruh bumi. Kerajaan Allah berari Kerajaan yang menjadi milik Allah. Dia berdaulat penuh atas Kerajaan-Nya. Dia Raja tertinggi atas pemerintahan-Nya. Dia juga memiliki pretensi tersendiri untuk berbuat kasih bagi hambanya yang beriman sebagai mana yang dijanjikan. Jadi Kerajaan Allah sejatinya adalah berkat bagi manusia, dan rahmat bagi semesta. Dengan begitu tidak salah jika Kerajaan Allah juga disebut “Kerajaa Sorga”. Nah, pandangan yang hampir serupa dikemukakan oleh M. Quraish Shihab. Menurutnya, kata al-Mulk dalam Al-Qur’an akan lebih tepat apabila dipahami dalam arti kekusaan memerintah dan bukan sekedar anugrah. Menurutnya, adanya kata malik al-mulk dalam Al-Qur’an adalah penandasan bahwa Allah adalah Raja atas kerajaan-Nya, karena Dia-lah yang mencipta sekaligus pemilik atas ciptaan-Nya itu. Jadi prinsipnya, berbicara tentang Kerajaan Allah dan al-Mulk adalah berbicara tentang kekuasaan Tuhan yang mutlak atas kepemilikan-Nya. Dan itu anugerah bagi seluruh alam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Users 67 not found.
Date Deposited: 18 Jul 2013 21:15
Last Modified: 04 Aug 2016 15:43
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/8983

Actions (login required)

View Item View Item