SUBJEK DAN INDEKS

SUBJEK DAN INDEKS, (2008) SUBJEK DAN INDEKS. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

DESKRIPSI div align= quot;justify quot; 1) Aubin, francoise (L'Ecole des Hautes Etudes, Paris) quot; A Glimpse of Chinese Islam quot;. Journal Institute Of Muslim Minority Affairs, 12 (1991) no. 2 pp 335-345. Beberapa hal yang kadang-kadang bersifat kontradiktif mengenai Islam Cina telah banyak dibahas dan ditulis dalam media dan buku. Artikel ini diawali dengan suatu kajian tentang jihad yang dibahas sebagai problema politis yang terbaca pada pemberontakan-pemberontakan, keresahan kekacauan sosial dan sebagainya. kemudian dilanjutkan dengan kajian prblema konsepsual tentang ekspresi sastra dan integrasi dalam suasana dan lingkungan Cina dengan kajian Teologisnya, sistem keagamaannya dan sistem kefilsatannya. 2) Hasan, Riaz (Flinders University, South Australia) The Muslim Minority-Majority Relations in Australian Society: A sociological analisis. Journal Institute Of Muslim Minority Affairs, 12 (1991) no. 2 pp 285-306. Hubungan-hubungan antar-kelompok (inter-group) antara minoritas Muslim dan bukan Muslim yang dominan di Australia agaknya berlangsung dalam tiga fase. setiap fase terkait dengan beberapa determinan policy imigrasi dan dengan motivasi serta pola-pola mapan para imigran Muslim. Artikel ini memberikan tinjauan-tinjauan fase-fase tersebut, dan berkesimpulan bahwa orang-orang Islam di Australia menempati posisi kelas rendah. Beberapa persoalan quot;gender-spesifik quot; posisi kelas, pada umumnya lebih ditentukan oleh status sosial-ekonomi pria. Superioritas pria di masyarakat Australia diperkuat oleh pemahaman mereka tentang persoalan status ini. Sehubungan dengan konteks australia, problem status wanita muslim menimbulkan asumsi adanya signifikansi yang lebih besar yang diakibatkan oleh tradisi budaya dan keagamaan yang secara sosial dipandang merugikan kaum wanitanya. 3) Babeair, Abdulwahab Saleh (King Saud University, Abha, Saudi Arabia). Intellectual Currents in Contemporary Islam. The Muslim world, 81 (1991) no. 3/4 pp 231-244. Abdulwahab saleh Babeair membahas quot;aliran-aliran Multidimensional quot; dalam Islam Kontemporer. Pembahasan dilakukan dengan memperhatikan adanya quot;empat pendekatan intelektua quot; yaitu: 1. Orientalisme, 2. Tradisionalisme, 3. modernisme, dan 4. Revivalisme. Pengarang tidak melakuakan analisa pendekatan-pendekatan terebut secara terpisah. untuk memperlihatkan adanya pertemuan aliran-aliran dimaksud dan ide para tokohnya, pengarang membahas tiga pendekatan terhadappendekatan yang keempat. Artikel ini menyimpulkan bahwa dalam melakukan pendekatan terhadap Islam kontemporer tidak hanya ada dua pendekatan yang berlawanan. Islam selayaknya dipandang debagai suatu samudera luas yang sungai-sungai mengalir kesitu kadang-kadang terpisah dan sesekali saling silang, bergabung yang satu dengan yan lainnya. 4)-Khan, M.s. (Calcurra, India). quot; Qadi Sa'id al-Andalusi's TABAQAT AL-UMAM, the First World History of Science quot;. Islamic Studies, 30 (1991) no.4 pp 517-540. Sejarah dunia tentang quot; ilmu pengetahuan pertama kali ditulis pleh seorang muslim Andalusia quot;, belum atau bahkan tidak banyak dikenal. Artikel ini Menyatakan bahwa Qadi Sa'id al-Andalusi, pengarang kitab Tabaqat al-Umam, belum mendapat perhatian dan belum diminat oleh ahli biografi muslim, apalagi oleh sejarawan modern dalam bidang sain. Artikel ini melukiskan Qadi Sa'id yang lahir 420/1029 atau sekitar abad 11, serta kepribadian dan usaha yang telah dicapainya. 5) Ansari, Zafar Ishaq (Islamic Research Institute, Islamabad, Pakistan), The Significance of Shafi'i's Critiscism of the Medinese School of Law, Islamic Studies, 30 (1991) no. 4 pp 485-499. Artikel ini mengatakan agak sulit menyatakan bahwa syafi'i telah melakukan sistematisasi fiqih Islam kecuali baru setelah ia memperoleh pelajaran tentang hukum Islam atau fiqih yang sangat berharga yang diterimanya di Irak dan Madinah dan setelah melakukan studi tentang aqidah dari berbagai madhhab dalam waktu yang relatif lama. Kemudian Syafi'i (769-855) mendirikan madhhab fiqih-nya sendiri. 6) Shiddiqi, Akhtar Husain (Indian State University, Terre Haute, USA), quot; The Impact of the Qur'an on the Development of Muslim Geographical Thought quot;. Islamic Studies, 30 (1991), no. 4 pp 421-442. Artikel ini membahas pengaruh dan impak keyakinan agama cendekiawan muslim abad Pertengahan dalam bidang Geografi terhadap perkembangan interpretasi mereka tentang fenomena alam. dalam batas-batas keagamaan, mereka mencoba menjelaskan pengalaman dan penghayatan keagamaan mereka, mempercayai bahwa observasi dan eksperimen henya bermanfaat sejauh quot;sesuai dan cocok quot; dalam quot;sistem Islam sebagai suatu yang utuh dan bulat quot; dan sepanjang itu memberikan dasar bagi perkembangan suatu sistem yang baru yang tidak bertentangan dengan kebenaran Al-Qur'an. Artikel ini melakukan sketsa perkembangan pemikiran geografis Islam dengan memberikan ilustrasi rujukan ilmiah tentang aspek-aspek astronomi, unsur-unsur atmosfer, daratan, dan lautan. Baru akhirnya melakukan tinjauan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: #CONTRIBUTOR#
Uncontrolled Keywords: Subjek, Indeks
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:40
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/900

Actions (login required)

View Item View Item