KONSEP MUBAHALAH DAN PRAKTIK SUMPAH POCONG DI KABUPATEN SUMENEP-MADURA

ANWAR - NIM. 00530366, (2008) KONSEP MUBAHALAH DAN PRAKTIK SUMPAH POCONG DI KABUPATEN SUMENEP-MADURA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I, V.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (590kB)

Abstract

ABSTRAK i Mubahalah /i , kata yang berasal dari i bahlah/buhlah /i dan ber-wazan mufaalah adalah aktifitas saling berdoa kepada Tuhan untuk menjatuhkan laknat kepada pihak yang mengingkari kebenaran. Peristiwa ini hampir sajaa terjadi ketika orang-orang Nasrani Najran menolak kebenaran kisah Isa al-Masih yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, tepatnya pada tahun 10 H (sebagaimana yang tersurat dalam Q.S. Ali Imran : 61). Disisi lain, jauh setelah peristiwa itu (sekitar satu setengah milenium berlalu) ada fenomena menarik yang ada di kabupaten Sumenep-Madura, yaitu sumpah pocong. Sumpah pocong ini dilakukan oleh masyarakat kabupaten Sumenep-Madura, biasanya terkait dengan permasalahan-permasalahan yang memang lemah dari segi matreriil hukum, seperti tuduhan selingkuh dan santet. br br Melihat bahwa sumpah pocong adalah sumpah yang dilakukan oleh seorang muslim dan karenanya menggunakan sighat-sighat sumpah yang dibenarkan dalam Islam, sekalipun dari segi teknisnya menggunakan kemasan tradisi lokal (yaitu dipocong), maka penulis berasumsi bahwa fenomena sumpah pocong adalah hasil interaksi (dialektika) antara masyarakat muslim Kabupaten Sumenep dengan teks al-Qur'an (QS. Ali Imran : 61). Disinilah letak ketertarikan penulis untuk meneliti lebih dalam mengenai fenomena sumpah pocong di kabupaten Sumenep-Madura dan relevansinya dengan fenomena i mubahalah /i yang ada pada masa Nabi SAW,s sekitar tahun 10 H. br br Selanjutnya, oleh karena jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan i (field research) /i , maka untuk mendapatkan jawaban-jawaban dari permasalahan di atas, penulis menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan metode ini, ditemukan jawaban bahwa i mubahalah /i adalah berdo'a kepada Tuhan masing-masing untuk menjatuhkan laknat ke atas pihak lawan sebagai media 'uji keberanian' siapakah yang benar diantara keduanya. Solusi ini dipilih Rasulullah SAW, karena adanya kebuntuan negoisasi antara Rasulullah SAW dengan orang-orang Nasrani Najran, kaitannya dengan kisah Isa al-Masih, disamping juga sebagai penguat akan kebenaran yang disampaikan Rasulullah SAW. Penguatan kebenaran tersebut ditunjukkan Rasulullah dengan mengajak ahli keluarga terdekatnya, yaitu: anak (Fatimah), cucu (Hasan dan Husain), dan menantu (Ali bin Abi Talib) untuk bermubahalah bersamanya. Namun akhirnya, orang-orang Nasrani Najran menjadi ragu-ragu sehingga mereka menarik diri dari ber-mubahalah. Bahkan, mereka meminta Rasulullah SAW mengutuskan seorang yang amanah untuk mengajar mereka tentang Islam. Adapun sumpah pocong adalah suatu pernyataan khidmat tentang keterangan atau janji, yang diucapkan di hadapan hakim dengan mengingat sifat kemahakuasaan Tuhan, biasanya menghafalkan kata-kata i 'Wallahi, Billahi, dan Tallahi /i dengan cara orang yang bersumpah dibalut seluruh tubuhnya dengan kain kafan seperti orang meninggal. Gambaran umum teknis pelaksanaan sumpah ini adalah seseorang yang dibebani sumpah akan dibawa ke masjid pada hari yang telah ditetapkan untuk bersumpah. Setelah bersuci, di masjid tersebut, ia akan diupacarakan seperti orang meninggal; dipakaikan kain kafan dan diiringi do'a-do'a yang isinya memohonkan laknat bagi seseorang tersebut jika berdusta. Selanjutnya, dari dua penjelasan di atas, penulis berkesimpulan bahwa sumpah pocong di kabupaten Sumenep-Madura adalah relevan dengan peristiwa i mubahalah /i pada masa Nabi SAW. Keduanya sama-sama masuk kategori i tagliz al-yamin /i , hanya saja jika i mubahalah /i bentuk penguatannya dengan cara mengajak keluarga terdekat sedangkan sumpah pocong dengan dikafani sebagaimana orang meninggal br br

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I : Drs. H. Abdul Mustaqim, M.Ag.; Pembimbing II : H. Shofiyullah Mz., M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Konsep Mubahalah, Sumpah Pocong
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 05 May 2012 13:48
Last Modified: 06 Oct 2016 04:11
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/938

Actions (login required)

View Item View Item