KHARISMA MBAH MARIDJAN SEBAGAI JURU KUNCI GUNUNG MERAPI DI YOGYAKARTA

YUYUN KHABIBI - NIM. 01540710, (2008) KHARISMA MBAH MARIDJAN SEBAGAI JURU KUNCI GUNUNG MERAPI DI YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (KHARISMA MBAH MARIDJAN SEBAGAI JURU KUNCI GUNUNG MERAPI DI YOGYAKARTA)
BAB I, BAB V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (KHARISMA MBAH MARIDJAN SEBAGAI JURU KUNCI GUNUNG MERAPI DI YOGYAKARTA)
BAB II, BAB III, BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Mitologi Gunung Merapi tidak bisa terlepas dari filosofi Kota Yogyakarta dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai pancernya. Kota ini terbelah oleh sumbu imajiner yang menghubungkan Laut Kidul, Parangkusumo -Panggung Krapyak - Kraton - Tugu Pal Putih dan Gunung Merapi. Orang Yogyakarta percaya mitos Gunung Merapi yang tercermin dalam Jagat Alit dan Jagat Ageng. yang mempangaruhi kehidupan mereka. Mbah Maridjan seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta. yang mendapatkan tugas dari Ngarsa Dalem Kesultanan Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai juru kunci Gunung Merapi sejak tahun 1982, meneruskan ayahnya Mbah Turgo, sebagai perwakilan keraton di Gunung Merapi. Sebagai orang yang ditunjuk Keraton Yogyakarta, Mbah Maridjan sendiri memiliki tugas khusus melaksanakan upacara labuhan ke puncak Merapi. pada peringatan naik takhta (jumenengan) Sultan Hamengkubuwono setiap tanggal 30 Rejeb tahun Saka. Masyarakat lereng Gunung Merapi mengakui dan mempercayai bahwa Mbah Maridjan adalah orang yang paham tentang Gunung Merapi, sehingga setiap kejadian - kejadian yang muncul dari gunung tersebut, Mbah Maridjanlah orang yang di percaya mempunyai wewenang memberikan jawaban atas kejadian tersebut. Pengaruh Mbah Maridjan sangat besar terhadap masyarakat di sekitar lereng selatan Gunung Merapi yang masih memegang nilai-nilai tradisional, karena keselamatan dan kesejahteraan mereka tergantung pada alam sekitar Gunung Merapi. Jadi sosok seorang sang juru kunci yang disegani dan dihormati sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial, keagamaan mereka sehari-hari masyarakat sekitar lereng Gunung Merapi. Sesuai dengan teori weber seorang pemimpin membutuhkan kekuasaan. dan wibawa Sedangkan kekuasaan merupakan kekuatan untuk mempengaruhi pihak lain agar tunduk pada pemegang kekuasaan. Dengan kewibawaan yang memancar dari diri seorang pemimpin merupakan satu kekuatan tertentu yang menyebabkan orang lain patuh dan tunduk padanya tanpa paksaan kuasaan. Kekuasaan merupakan inti persoalan dalam kepemimpinan yang mengandung gejala yang disebut kewibawaan (gezag), sehingga tanpa kewibawaan tidak mungkin adanya sebuah kepemimpinan. Berkaitan dengan ini sebuah kharisma yang dimiliki seorang pemimpin juga merupakan kemampuan khusus yang ada pada diri seseorang yang bersumber pada suatu yang bersifat emosional atau tidak rasional yang berada diatas kekuatan dan kemampuan manusia umumnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seseorang yang mempunyai kharisma sekaligus mempunyai wibawa. Akan menyebabkan munculnya kepatuhan dan kesetiaan para pengikut yang dihormati, dicintai, dan disegani. br br

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Moh. Soehadha, S.Sos., M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Kharisma, Mbah Marijan, Juru Kunci, Gunung Merapi
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Sosiologi Agama (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 06 May 2012 04:42
Last Modified: 02 Nov 2016 06:18
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/940

Actions (login required)

View Item View Item