QISSAH QASIRAH SHAYKH AL BALBIS LI TAWFIQ EL HAKIM (DIRASAH TA'WILIYYAH ADABIYYAH LI PAUL RICOEUR)

ADI MATHLA'UL HADI, NIM. 08110023 (2013) QISSAH QASIRAH SHAYKH AL BALBIS LI TAWFIQ EL HAKIM (DIRASAH TA'WILIYYAH ADABIYYAH LI PAUL RICOEUR). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (QISSAH QASIRAH SHAYKH AL BALBIS LI TAWFIQ EL HAKIM (DIRASAH TA'WILIYYAH ADABIYYAH LI PAUL RICOEUR))
BAB I, IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (756kB) | Preview
[img] Text (QISSAH QASIRAH SHAYKH AL BALBIS LI TAWFIQ EL HAKIM (DIRASAH TA'WILIYYAH ADABIYYAH LI PAUL RICOEUR))
BAB II, III.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (316kB)

Abstract

Karya sastra adalah karya yang banyak mengandung makna di dalamnya, untuk mengungkap makna tersebut perlu diadakan penelitian secara mendalam dengan menggunakan teori yang mendukung atas penelitian tersebut. Dalam kajian ini, peneliti akan meneliti salah satu cerpen karya Taufiq el- Hakim yang berjudul Syaikh Balbis yang terdapat dalam antologi cerpennya yang berjudul Lailatu al-Zafaf. Syaikh Balbis adalah sebuah cerpen yang menceritakan tentang pengalaman si aku ketika bertemu dengan sang syaikh yang sikap dan tingkahnya sungguh mengherankan dihadapan si aku, berbeda dengan pengalaman kebanyakan orang yang pernah bertemu dengan syeikh balbis. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan metode analisis hermeneutik sastra, lebih khusus lagi hermeneutik menurut Paul Ricoeur. Dimana dalam penelitiannya, Paul Ricoeur menekankan ada tiga langkah pemahaman yang patut ditekankan. Pertama, penghayatan simbol-simbol tentang (berfikir dari) simbol-simbol tersebut, artinya simbol tersebut melukiskan apa. Kedua, pemberian makna simbol dan penggalian makna yang tepat. Ketiga, langkah yang benar-benar filosofis yaitu berfikir dengan menggunakan simbol sebagai titik tolaknya. Pembacaan hermeneutik Paul Ricoeur terhadap cerpen Syaikh Balbis menghadirkan pemaknaan yang bernuansa simbolik dan filosofis sebab cerpen tersebut tidak bercerita tentang sosok syaikh sebagai seorang pemimpin atau bangsawan yang begitu berwibawa dan dihormati. Cerita dalam cerpen justru sebaliknya, disana menceritakan tentang sosok tokoh yang bermuka dua karena dia memiliki sifat atau karakter yang tidak sesuai dengan yang ditampilkannya dihadapan masyarakat umum atau untuk saat ini lebih dikenal dengan istilah pencitraan. Kenyataan tersebut didasarkan pada fakta yang dialami si aku bahwa sang syaikh pada akhirnya muncul sebagai sosok yang ganas dan menakutkan, saking menakutkannya bahkan ia berubah menjadi seekor anjing galak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Kesusastraan Arab
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Bahasa dan Sastra Arab (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 19 Nov 2013 02:24
Last Modified: 03 Jul 2015 04:29
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/9441

Actions (login required)

View Item View Item