HUBUNGAN CINTA DAN IBADAH DALAM PERSPEKTIF TASAWUF SOSIAL

MUHAMMAS HIDAYATULLAH , NIM. 99512835 (2003) HUBUNGAN CINTA DAN IBADAH DALAM PERSPEKTIF TASAWUF SOSIAL. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (HUBUNGAN CINTA DAN IBADAH DALAM PERSPEKTIF TASAWUF SOSIAL)
BAB I. V.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (HUBUNGAN CINTA DAN IBADAH DALAM PERSPEKTIF TASAWUF SOSIAL)
BAB II. III. IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Fokus kajian dari penelitian ini adalah hubungan cinta dan ibadah dalam perspektif tasawuf sosial. Pada dasamya manusia memiliki dua fitrah, dalam arti sesuatu yang melekat pada dirinya sejak lahir, yaitu ibadah dan cinta. Secara ontologis ibadah merupakan sesuatu yang tidak terelakkan dari setiap makhluk. Ini berasal dari kenyataan bahwa "Dia menciptakanmu dan apa yang kamu perbuat". Kemudian cinta adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia, yang sifatnya ..'dinamis, dalam arti bahwa cinta merupakan faktor pengerak terhadap penciptaan. Cinta dan ibadah merupakan faktor yang dominan bagi terpeliharanya kedamaian dan keharmonisan dalam dunia ini. Ibadah pada dasamya adalah sesuatu yang fitrah pada manusia yang tanpanya dunia bisa mengalami kehancuran, karena visi penciptaan manusia adalah sebagaikhalifah di muka bumi yang ditangannyalah nasib bumi ini diserahkan. Dan apabila manusia tidak mau tunduk terhadap perintah-perintah Allah maka akan membuat bumi ini menjadi hancur. Kerusakan dimuka bumi diakibatkan karena tangan-tangan jahil manusia. Kehancuran mikro kosmos yaitu manusia sebagai khalifah di muka bumi dengan pengingkaran terhadap perintah-perintah Allah akan berakibat pada kerusakan makro kosmos. Di zaman modern kedua fitrah manusia ini menjadi terkikis, dikarenakan masyarakat modern lebih mementingkan dimensi materialnya daripada dimensi spiritualnya akibatnya tindakan-tindakan yang mereka lakukan menjadi tidak terkontrol, cenderung merusak dan merugikan. Untuk itulah perIu adanya sebuah upaya untuk memperbaikinya. Allah mengutus seorang Rasul untuk memperbaikinya. Tetapi masalahnya sekarang adalah bahwa risalah kenabian itu sendiri sudah berakhir sejak wafatnya Muhammad sebagai Nabi dan Rasul. Pada zaman ini untuk memperbaikinya tetap lewat 'risalah kenabian'. Dalam artian bahwa kita umat terbaik yang dibebani tanggungjawab amar ma 'ruf nahi munkar. Dalam hal ini pendekatan yang dipakai adalah pendekatan tasawuf sosial, dalam arti pokok kajian difahami sebagai studi tasawuf yang merupakan bagian dari ilmu agama yang berkaitan dengan aspek-aspek moral dan tingkah laku. Tasawuf adalah bagian dari syari'at Islamiah, yakni wujud dari ihsan. Bagaimana tasawuf sebagai cerminan dari aqidah Islamiah memberi arti atau mewarnai dalam setiap kehidupan manusia sebagai hamba Allah dan sebagai khalifah yang diberi tanggung jawab terhadap lingkungannya. Bagaimana mengaplikasikan cinta dan ibadah dalam dunia modern tanpa harus mengingkarinya, sehingga mengembalikan manusia kepada fitrahnya, yakni sebagai hamba dan khalifah. Cinta dalam hal ini mengandung prinsip tauhid, takwa, kebaikan, keadilan, dan tawakkal, yang pada intinya berusaha memanifestasikannya ke dalam kehidupan praksis. Dan hubungan cinta dan ibadah di sini adalah bahwa ibadah harus didasari rasa cinta, kalau tidak didasari rasa cinta tersebut, ibadah itu akan kehilangan fungsi eksistensinya sebagai pencipta kedamaian di muka bumi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Tasawuf Sosial
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: Dra. Irhamny
Date Deposited: 14 Nov 2013 04:52
Last Modified: 04 Aug 2016 02:00
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/9499

Actions (login required)

View Item View Item