i FASAD /i MENURUT i TAFSIR AL-JAWAHIR FI TAFSIR AL-QUR'AN AL-KARIM /i KARYA i TANTAWI JAUHARI /i (Kajian Tematik QS.Ar-Rum Ayat 41)

SOFIAH - NIM. 03531303, (2008) i FASAD /i MENURUT i TAFSIR AL-JAWAHIR FI TAFSIR AL-QUR'AN AL-KARIM /i KARYA i TANTAWI JAUHARI /i (Kajian Tematik QS.Ar-Rum Ayat 41). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Saat ini banyak sekali terjadi bencana-bencana alam, sebagaimana yang telah dirasakan sendiri di Negara Indonesia ini. Begitu banyak bencana alam yang terjadi itu dapat dikatakan berawal dari ulah tangan-tangan manusia yang tersesat dalam kebebasan mereka untuk mengambil dan memanfaatkan segala sesuatu yang ada di bumi ini yang diberikan oleh Allah SWT kepada mereka dalam tugasnya sebagai khalifah. Fenomena yang terjadi saat ini khususnya di Indonesia tidak seperti yang seharusnya dilakukan seorang manusia sebagai khalifah, kebanyakan fakta yang saat ini terlihat, manusia dalam memelihara dan mengembangkan kehidupan terkadang melampaui batas kewajaran dalam mengeksploitasi sumber daya yang ada di bumi ini. Sehingga hal itu menimbulkan kerusakan-kerusakan di muka bumi ini. Kerusakan dalam bahasa Arab disebut dengan kata quot;fasad quot;. Al-Qur'an menyebutkan quot;fasad quot; dan segala bentuk derivasinya sebanyak 50 kali. Salah satu ayat yang membahas mengenai kerusakan alam ini adalah QS.Ar-Rum ayat 41, dalam ayat tersebut sudah mencakup hampir keseluruhan dari pembahasan mengenai fasad ini. br br Tantawi Jauhari adalah salah satu mufasir yang penafsirannya bercorak amp;#8216;ilmi, dalam penafsirannya beliau banyak mengaitkan dengan ilmu-ilmu pengetahuan. Seperti penafsirannya terhadap QS.Ar-Rum ayat 41 , dengan mengaitkan beberapa hal yakni tentang penyakit-penyakit, tugas manusia sebagai khalifah dan kesabaran, dapat dilihat dalam penafsirannya. Tantawi membagi kerusakan dalam dua bentuk yakni kerusakan yang berasal dari manusia dan kerusakan yang berasal dari alam. Yang dimaksud Tantawi dengan kerusakan yang berasal dari manusia yakni kerusakan-kerusakan akibat hawa nafsu manusia. Bagi Tantawi manusia sebagai khalifah di bumi seharusnya dapat bersikap adil terhadap sesamanya maupun terhadap makhluk lainnya, adil yang bagaimana yang dimaksud? Adil maksudnya seperti apabila manusia mengambil manfaat dari makhluk lainnya maka ia harus memberikan timbal balik sehingga terjadi keseimbangan antara keduanya. Karena sesungguhnya antara manusia dan makhluk lain serta alam ini sama-sama saling membutuhkan. Jika keadilan tersebut sudah dapat tercapai maka manusia baru dapat dikatakan berhasil dalam tugasnya sebagai khalifah. Sedangkan kerusakan yang berasal dari alam yakni hewan kecil seperti mikroba dan virus yang membawa penyakit. Karena itulah dalam penafsirannya ia menjelaskan mengenai penyakit. br br Menurut Tantawi dalam menghadapi bencana kerusakan-kerusakan alam yang semakin banyak terjadi manusia harus bersabar, akan tetapi sabar yang bagaimana yang dimaksud? Sabar yang dimaksud adalah sabar yang berarti menahan hawa nafsu. Dan dengan sabar berarti telah mencegah semakin banyaknya kerusakan yang terjadi. Akan tetapi sabar tersebut juga harus diikuti dengan beberapa tindakan penanggulangan terhadap kerusakan-kerusakan yang terjadi. Begitu penting tugas manusia sebagai khalifah untuk selalu menjaga dan melestarikan alam dan bukannya memanfaatkannya secara berlebihan atau mengeksploitasinya, yang berakibat dengan semakin banyaknya kerusakan-kerusakan alam yang terjadi. br br

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I : Dr. H. Abdul Mustaqim, M.Ag.; Pembimbing II : Drs. H. Agung Danarto, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Fasad, tafsir Al-Jawahir, Tantawi Jauhari
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:40
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/951

Actions (login required)

View Item View Item