THE CHILDHOOD TRAUMA OF PRINCE ALBERT AS SEEN IN DAVID SEIDLER’S THE KING’S SPEECH

FADHLIAH ANWAR, NIM. 09150007 (2013) THE CHILDHOOD TRAUMA OF PRINCE ALBERT AS SEEN IN DAVID SEIDLER’S THE KING’S SPEECH. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (THE CHILDHOOD TRAUMA OF PRINCE ALBERT AS SEEN IN DAVID SEIDLER’S THE KING’S SPEECH)
CHAPTER I, IV, WORKS CITED.pdf - Published Version

Download (753kB) | Preview
[img] Text (THE CHILDHOOD TRAUMA OF PRINCE ALBERT AS SEEN IN DAVID SEIDLER’S THE KING’S SPEECH)
CHAPTER II, III.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (117kB)

Abstract

The King’s Speech is the movie that tells about a son of King George V of England. During his childhood, his life is full of pressures from his father who forces him to follow all the rules of the kingdom and he is compelled to be a King to replace his father one day. His childhood experiences affect his character in adulthood. His experience also causes a trauma that gives great and very influential impact to his character. The method of this research is library research. Firstly, the writer watches The King's Speech while reviewing the script of the film as the primary data. Secondly, the writer chooses the data relating to the topic of this research. The writer also reads the other references to add the data about the topic. Furthermore, the writer applies not only the theory of psychoanalysis by Sigmund Freud concerning about the trauma, but the writer applies also the anxiety theory and the defense mechanism of Freud to describe the effect of trauma. Finally, the writer comes to conclusion. From this analysis, it can be concluded that trauma in childhood is very influential to the character in adulthood. It is obvious clearly illustrated in Albert’s life. These causes of trauma are his father’s pressures and physical abuse that appear some effects and it makes him anxious person and stammering person when he faces the unknown people. From the anxious situation, he tries to overcome the effects of trauma by the defense mechanism that is fixation. Fixation is a suitable mechanism to be applied in this Albert’s case. The fixation works through smoking that becomes a daily habit when he has an undesirable feeling, fixation also shows Albert as a drinker, and the last fixation is seen when Albert is getting angry. Actually, his fixation has no impact in his life, but from defense mechanism Albert can learn to control himself and heal from anxiety and stammering. Keywords: psychoanalysis, trauma, anxiety, the defense mechanism. The King’s Speech adalah sebuah film yang menceritakan seorang anak Raja George ke-5 dari kerajaan teragung Inggris di awal mula abad ke-20. Namanya adalah Albert. Sejak kecil, hidupnya penuh dengan tekanan-tekanan dari ayahnya yang memaksanya mengikuti semua peraturan-peraturan kerajaan dan dia diwajibkan untuk menjadi seorang Raja untuk menggantikan posisi ayahnya suatu hari. Dari pengalaman-pengalaman anak-anak tersebut, hal itu mempengaruhi karakternya di masa dewasa. Pengalaman tersebut juga menimbulkan suatu trauma yang memberikan dampak besar yang sangat berpengaruh kepada karakternya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka. Pertama, penulis melihat film The King’s Speech sembari mengkaji script dari objek film ini sebagai sumber data utama. Kedua, penulis memilih data-data yang berhubungan dengan topik dari penelitian ini. Tidak lupa penulis membaca referensi-referensi lain untuk menambahkan data-data tentang topik yang dibahas. Selanjutnya penulis mengaplikasikan tidak hanya teori psikoanalisis Sigmund Freud yang berhubungan dengan trauma, namun juga penulis mengaplikasikan teori psikoanalisis yang berhubungan dengan anxiety (efek trauma) dan mekanisme pertahanan diri. Terakhir, penulis menyimpulkan hasilnya. Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa trauma di masa kanakkanak sangat berpengaruh kepada karakter di masa dewasa. Ini tergambar jelas di kehidupan Albert. Dari penyebab traumanya seperti: tekanan dari ayah dan kekerasan fisik tersebut menimbulkan beberapa efek yang menjadikan dia menjadi cemas dan gagap jika menghadapi orang asing. Dari kecemasan yang dia hadapi, dia berusaha untuk mengatasi efek trauma tersebut dengan cara mekanisme pertahanan diri. Dari berbagai macam bentuk mekanisme pertahanan diri, fiksasi adalah bentuk yang cocok diterapkan dalam kasus Albert ini. Bentuk fiksasi yang sering dia lakukan adalah dia mulai merokok yang menjadi kebiasaan sehari-hari jika merasa tidak nyaman, bentuk fiksasi lain yang ditunjukkan adalah menjadi seorang peminum, dan bentuk fiksasi yang lain adalah menjadi pemarah. Hal ini sebenarnya tidak berpengaruh apapun kepada kehidupannya, namun dari mekanisme pertahanan diri ini Albert dapat belajar untuk mengendalikan diri dan menyembuhkannya dari rasa cemas dan gagap. Kata kunci: psikoanalisis, trauma, kecemasan, mekanisme pertahanan diri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: psikoanalisis, trauma, kecemasan, mekanisme pertahanan diri
Subjects: Sastra Inggris
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sastra Inggris (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 19 Nov 2013 02:29
Last Modified: 15 Oct 2015 03:44
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/9514

Actions (login required)

View Item View Item