THE ROAD TO PERSIA, MENELUSURI KEINDAHAN IRAN YANG BELUM TERUNGKAP

AGUS EKO CAHYONO, F. USHULUDIN (2013) THE ROAD TO PERSIA, MENELUSURI KEINDAHAN IRAN YANG BELUM TERUNGKAP. Resensi Buku "The Road to Persia" - Afifah Ahmad.

[img] Text
AGUS EKO CAHYONO THE ROAD TO PERSIA, MENELUSURI KEINDAHAN IRAN YANG BELUM TERUNGKAP.docx

Download (16kB)

Abstract

Pengetahuan penulis juga tak kalah sigap dengan dengan pengalaman travellingnya serasa seperti bertafakur di alam sejarah itu, Persia. Ramuan kata- kata yang indah seperti menyelam di kedalaman Persia. Tak perlu mengungkapkan seluk beluk Iran, seperti buku- buku yang lain, keinginan pun membuncah pada keindahan sejarah, kebudayaan dan misteri di dalam buku ini. Kata- kata yang dibalut dengan sastra, membuat keinginan para pembaca ingin membuktikan sendiri keagungan kubah keemasan, keunikan rumah gua di pedalaman iran hingga tradisi Asyuara di tempat Persia ini. Sekaligus menyingkap sejarah hidup di tengah- tengah bisingnya polusi global. Foto- foto di setiap sudut lembaran buku ini adalah persinggahan penulis, menambah apik buku dokumentasi travelling. Persinggahan di gugusan Alborz perempuan- perempuan perkasa dari pendaki gunung sampai sopir bus. Keinginan semakin mencuat ingin meliahat sendiri para perempuan perkasa itu. Penulis layaknya mengiming- imingi perjalanan yang eksotis itu untuk membuktikan sendiri keindahan di sudut- sudut Iran yang belum terungkap. Buku yang eksotis ini lagaknya menulis buku dengan rangkuman pengetahuan penulis. Afifah Ahmad menempuh pendidikannya di jurusan budaya dan pemikiran islam selama 4 tahun di Iran. Mengerti dan memahami kebudayaan masyarakat Iran, menjadi salah satu kelebihan penulis buku ini. bukan hanya travelling yang membutuhkan waktu sepekan atau sebulan. Tetapi Afifah Ahmad telah merasakan hiruk pikuk kebudayaan dan rasa menjadi bagian dari Iran. Pada bagian ketiga dalam buku ini. Afifah masih banyak berbicara tentang seni dan keindahan Persia. Bedanya sekarang Afifah mulai menyusuri keindahan dan tempat-tempat bersejarah yang berada di pedalaman desa Persia. Gua Air Terpanjang di Iran, Kandovan yang memiliki banyak dongeng, Masouleh; Desa seribu tahun di utara Iran, serta beberapa taman-taman Isfahan yang terletak di pedalaman. Baru kemudian di bagian akhir, perjalanan-perjalanan religi ditampilkan oleh Afifah, dan itu pun tidak lepas dari karya-karya seni dan keindahan bangsa Persia.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: trafeling, persia, iran, jalan-jalan
Subjects: Resensi Buku
Divisions: Artikel (Terbitan Luar UIN)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 19 Nov 2013 02:35
Last Modified: 06 Aug 2018 03:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/9542

Actions (login required)

View Item View Item