HADIS-HADIS TENTANG MEMANJANGKAN PAKAIAN DAN JENGGOT : i (Studi Ma'anil Hadis(Hadis) /i

SITI AMINATUS SHOLIKHAH - NIM. 01530529, (2008) HADIS-HADIS TENTANG MEMANJANGKAN PAKAIAN DAN JENGGOT : i (Studi Ma'anil Hadis(Hadis) /i. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Patut direnungkan saat ini, ketika banyak terlihat perilaku umat Islam yang saling klaim mengklaim atas beberapa perilaku atau tindakan yang dilakukan dengan dalih mengamalkan sunnah Nabi. Banyak di antaranya terjadi di beberapa perkotaan bahkan sudah menjalar ke pedesaan. Satu mengklaim tindakannya paling benar, dan satunya lagi mengklaim tindakannyalah yang paling benar sekaligus bersumberkan dari ajaran Rasulillah. Selain fenomena tersebut tercermin pada upaya mengamalkan hadis-hadis tentang memanjangkan pakaian/sarung satu sisi, di sisi lain adalah fenomena memanjangkan jenggot yang merupakan satu paket dengan mencukur kumis. Fenomena tersebut selama ini terkesan dipaksakan untuk diterapkan dengan dalih sebagai bentuk syiar agama Islam dan melestarikan sunnah Nabi. br br Persoalan yang akan diteliti dalam skripsi ini adalah mengenai; 1). Bagaimana pemahaman yang tepat terhadap hadis tentang memanjangkan pakaian dan jenggot?, 2). Bagaimana konteks hadis-hadis tersebut jika dihubungkan dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini?. Adapun cara penelitian yang nantinya akan dituangkan dalam skripsi ini adalah dengan langkah kerja metode ma'anil hadis seperti: melakukan kritik historis, menganalisis isi, analisis realitas historis dan analisis generalisasi, serta melakukan kritik praksis atas diberlakukannya hadis-hadis tersebut. br br Adapun hasil dari penelitian ini adalah, pertama, pemahaman yang tepat di dalam mengkaji hadis-hadis dilarangnya memanjangkan pakaian, adalah untuk menghindari adanya sikap sombong. Hadis yang berkenaan tentang Isbal -secara universal- melarang kepada seluruh umat manusia untuk bersikap sombong dan berlebih-lebihan. Selain itu pula dengan tidak memakai pakaian yang sampai terurai ke tanah, paling tidak akan mampu menjaga kebersihan dan kesucian celana dari kotoran yang ada pada tanah. Karena itu, semangat makna yang dibawa oleh hadishadis isbal selain adalah untuk membimbing umat manusia supaya tidak bersikap sombong dan berlebih-lebihan di dalam memakai pakaian, di sisi lain mempunyai maksud yang universal sekali yaitu untuk menjaga kebersihan atas pakaian yang dipakai. Sedangkan hadis yang berkenaan dianjurkannya mengurai jenggot menjadi panjang, adalah untuk memberikan simbol kepada seluruh umat Islam saat itu yang dalam kondisi tertentu sering difitnah, dipukul, dikejar-kejar oleh orang-orang kafir. Itu tiada lain untuk memberi sinyal, bahwa yang demikian itu adalah orang-orang muslim. Berbeda dengan orang-orang Majusi, Yahudi dan Nasrani yang sering menampilkan diri dengan mencukur jenggotnya, maka umat Islam dianjurkan untuk sengaja membiarkan jenggot terurai. br br Untuk mengaplikasikan hadis-hadis tersebut di masyarakat Islam saat ini, sangat perlu dilihat konteks semangat makna yang dibawa. Tentu saja, semangat isbal yang ada di hadis tersebut adalah untuk menghindari sifat sombong. Jika demikian, ketika seseorang ber-isbal (musbil, red) namun tidak ada sedikitpun sifat sombong di dalam hatinya, maka untuk menerapkannya menurut penulis, boleh-boleh saja (asal tidak ada sifat sombong). Sedangkan menerapkan hadis tentang memelihara jenggot adalah sangat tidak tepat karena semangat makna yang dibangun terlalu bersifat temporal dan lokal. Adapun ketika ada seseorang mengamalkannya, sangat boleh saja namun bukan berarti ia mengamalkan sunnah Nabi melainkan memberi asesoris terhadap wajahnya biar terkesan quot;gagah quot;, pemberani dan maskulin. br br

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I : Dr. Suryadi, M. Ag.; Pembimbing II : M. Alfatih Suryadilaga, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Hadis-hadis, Memanjangkan, Pakaian, Jenggot
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:40
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/955

Actions (login required)

View Item View Item