TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTEK GADAI HAND PHONE (STUDI PADA COUNTER-COUNTER HAND PHONE DI JALAN MOSES GATOTKACA SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2007)

AKHMAD MUKHTAR -NIM. 03380412, (2008) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTEK GADAI HAND PHONE (STUDI PADA COUNTER-COUNTER HAND PHONE DI JALAN MOSES GATOTKACA SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2007). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Gadai menurut hukum Islam dikategorikan sebagai perbuatan jaiz atau boleh menurut ketentuan al-Qur'an, as-Sunnah dan ijma'. Aktifitas gadai pada zaman sekarang sudah jauh berbeda dengan zaman Rasulullah SAW sebab gadai pada saat ini tidak hanya bersifat sosial semata, tetapi sudah dijadikan sebagai usaha yang bersifat komersial untuk memperoleh keuntungan pribadi. Hal ini terbukti pada aktivitas perekonomian masyarakat yang penyusun amati pada Counter-Counter HP di sepanjang Jl. Moses Gatotkaca (Mrican, Gejayan) Sleman Yogyakarta Dalam skripsi ini penyusun melakukan penelitian tentang praktek gadai HP di Counter-Counter Jl. Moses Gatotkaca ditinjau dari hukum Islam. Di sepanjang Jl. Moses Gatotkaca terdapat sekitar 73 Counter HP, diantara 73 Counter tersebut terdapat 5 Counter yang menawarkan jasa gadai HP, yaitu Counter T.N.T, Parahsell, Phone HP Cell, Wave Cell, dan Phone Cell Tiger. Dari kelima Counter HP tersebut, jika ditinjau dari hukum Islam dalam prakteknya banyak menyimpang dari nilai-nilai ajaran Islam. Seperti adanya bunga, penaksiran harga HP sebulan kedepan, dan pengambil alihan hak milik jika penggadai tidak mengembalikan pinjaman tepat waktu. Dikarenakan kajian ini merupakan penelitian lapangan dengan populasi dan sempelnya adalah Counter-Counter yang hanya menawarkan gadai HP (purposive sample), maka penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitik yaitu dengan menggambarkan praktek gadai HP di sepanjang Jl. Moses Gatotkaca (Mrican, Gejayan) Sleman Yogyakarta yang kemudian penyusun analisis dengan menggunakan sudut pandang hukum Islam dengan metode istihsan bi al-'urf dan maslahah mengenai permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan gadai HP tersebut. Sehingga sesuai dengan nilai-nilai ajaran islam, yaitu tercipta keadilan dan kemaslahatan bagi umat. Berdasarkan metode yang digunakan penyusun dalam menganalisis masalah tersebut, maka terjawab kesimpulan bahwa akad gadai yang awalnya itu boleh, namun setelah penyusun menganalisis dengan menggunakan metode istihsan bi al-'urf dan maslahah mengenai adanya bunga tambahan, taksiran harga HP sebulan ke depan, dan pengambil alihan hak milik jika penggadai tidak melunasi utangnya tepat waktu maka akad tersebut berubah menjadi akad yang dilarang menurut pandangan syara' (haram ligairihi'aridi) di mana adanya larangan tersebut bukan terletak pada perbuatan itu sendiri, tetapi perbuatan tersebut dapat menimbulkan haram li-dzatih. Dan tidak sesuai dengan nilai-nilai atau prinsi-prinsip ekonomi Islam yang membawa konsumen berorienasi maslahat, bukan pemburu kepuasan. Konsumen mencari peningkatan kedudukannya sebagai makhluk mulia, misalnya sehat, nyaman, tidak lapar dan haus, kaya, indah, dan sebagainya, serta selalu bertambah kebaikannya

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs. H. Dahwan, M. Si. Nanang M. Hidayatullah, SH, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam, Gadai Handphone
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:40
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/957

Actions (login required)

View Item View Item