Korban Dalam Agama Hindu (Studi Terhadap Manusa Yadnya)

Eva Yanti, NIM. 98522717 (2003) Korban Dalam Agama Hindu (Studi Terhadap Manusa Yadnya). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (Korban Dalam Agama Hindu (Studi Terhadap Manusa Yadnya))
BAB I. V.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (Korban Dalam Agama Hindu (Studi Terhadap Manusa Yadnya))
BAB II. III. IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (7MB)

Abstract

Ajaran kurban dalam agama Hindu erat kaitannya dengan aneka ragam upacara-upacara keagamaan, sehingga kurban dalam agama Hindu berhubungan dengan masalah sehari-hari, dan kehidupan masyarakat Hindu sehari-hari tidak terlepas dengan upacara penyuguhan kurban. Dalam agama Hindu Bali, upacara kurban atau yudnyu merupakan bagian dari dlzarmu sehingga inerupakan unsur keiinanan yang penting. Manusu yadnya adalah satu dari lima ajaran yadnya yang disebut dengan panca yadnya. Manusa yadnya bukan hanya serangkaian upacara, akan tetapi manusa yadnya dalam arti luas adalah melakukan kurban suci untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia dan merupakan pengabdian kepada sesama rnanusia. Manusu yadnya berarti pengurbanan yang dilakukan demi kemuliaan manusia. Penyusunan skripsi ini merupakan penelitian literatur (Zrbrary reaseach), data diambil dari buku-buku, ensiklopedi, majalah, dan kitab-kitab suci agama Hindu serta tulisan-tulisan lainnya yang dianggap suci. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan filsafat agarna yang berarti suatu kegiatan refleksi terhadap agama dengan tujuan untuk memperoleh kebenaran yang mendasar; menemukan makna ajaran agama, dan inti segala inti dengan jalan analisis kritis. Pelaksanaan manusa yadnya mempunyai h g s i dan tujuan untuk mensucikan manusia sejak llahirkan menjadi manusia sampai W r hayatnya, dan merupakan permohonan kepada Sanghyang Widhi agar manusia selalu berada dalam keselamatan dan lindungan-Nya. Manusa yadnya merupakan wujud terima kasih kepada Sanghyang Widhi karena telah memberi jiwa dan kenikmatan hdup kepada umat manusia. Munusa yadnya bukan hanya melaksanakan serangkaian upacara keagamaan semata, tetapi mengaplikasikan semangat pengurbanan dalam kehidupan sehari-hari juga tidak kalah penting. Karena dengan semangat pengurbananlah maka kebahagiaan akan dapat terwujud. Mengasihi sesarna makhluk pada hakikatnya adalah mengasihi Tuhan. Pengurbanan dan cinta kasih tidak terbatas ruang dan waktu, ras dan suku bangsa, karena batas-batas itu adalah penghalang untuk mewujudkan kesejahteraan hidup manusia. Demikianlah bahwa manusa yadnya adalah sebagai suatu ajaran (konsep) agama yang memiliki akar kesejahteraan bagi kehidupan manusia dan bahkan seluruh makhluk di alam raya. Manusa yadnya bukanlah ritus yang dilaksanakan untuk kepentingan Sanghyang Widhi serta manifestasi- Nya saja, melainkan kepentingan untuk kemuliaan manusia lebih besar, pada akhirnya dapat mewujudkan moksartham jagaddhita.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing 1 : Drs. H. Subagyo, M.Ag. Pembimbing 2 : Ustadi Hamsah, S.Ag.
Uncontrolled Keywords: Korban, Agama Hindu
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 27 Nov 2013 11:21
Last Modified: 10 Oct 2016 08:23
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/9598

Actions (login required)

View Item View Item