Sains dan Agama (Studi terhadap Relasi Sains dan Agamn dalam Pemikiran Ian G. Barbour)

Heri Hidayanto, NIM. 96512316 (2003) Sains dan Agama (Studi terhadap Relasi Sains dan Agamn dalam Pemikiran Ian G. Barbour). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (Sains dan Agama (Studi terhadap Relasi Sains dan Agamn dalam Pemikiran Ian G. Barbour))
BAB I. V.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (Sains dan Agama (Studi terhadap Relasi Sains dan Agamn dalam Pemikiran Ian G. Barbour))
BAB II. III. IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Sains dan agama selalu dianggap sebagai dua wiiayab yang saling bertolak belakang dan bahkan berkonflik. Kedua wilayah ini memang terlibat aktif dalam upaya menjawab asal-usul dm tujuan manusia serta sem& ini. Sains menarik jawabannya dari wahyu dan intuisi sedangkan sains mendasarkan keyakinannya pada rasio dan penalarm ilmiah. Kalaupm ada upaya-upaya dari sains dan agama untuk berdamai, ia tak lebih dari sekedar sikap saling menghormati masing-masing wilayah. Apakah hubungan keduanya selalu berkonflik, berdialog dan independen satu sama lain? Dalam kaitan ini saya kira relevan untuk mempertimbangkan tawaran yang dibeaikan oleb Ian Barbour, seorang guru besar di bidang fisika dan juga teologi pada Carleton College. Dalam upaya memetakan sikap antara ilmuwan dm teolog terhadap sains, Ian membaginya ke dalam empat tipologi. Pertama, konfik, para penafsir harfiah kitab suci percaya bahwa teori evolusi bertentangan dengan keyakinan agama. Ilmuwan ateis mengklaim bahwa bukti-bukti ilmiah atas teori evolusi tidak sejalan derxgan keirnanan. Dua kelompok ini bersepakat bahwa orang tidak mempercayai Tuhan dan evolusi secara sent& kendati merekn tidak bersepakat dalam hal yang mereka yakini. Bagi mereka agama dan sains bertentangan. Kedua, independensi, pandangan alternatif ini menyatakan agama dan sains adaiah dua domain yang independen yang dapat hidup bersama sepanjang memperkhdan "arak aman" satu sama lain. Menurut pandangan ini, semestinya tidak ada konflik antar keduanya sebab keduanya berada dalm domain yang berbeda. Ketiga, dialog. Salah satu bentuk dialog adalah dengan membandingkan metode kedua bidang ini yang m a t menunjukkan kemiripan dan perbedam. Misalnya model konseptual dan analogi dapat dipergunakan untuk menggambarkan hal-hal yang tidak dapat diamati secara langsung (misalnya Tuhan dan patikel subatom). Dialog dapat berlangsung ketika sains menyentuh persoalan di luar wilayahnya sendiri. Keempat, integrasi. Kemitraan yang lebih sistematis dan ekstensif antara sains dan agama terjadi di kalangan yang mencari titik temu keduanya. DaIam natural teulogy telah dikeazal tradisi panjang seputar bukti ilmiah keberadaan Tuhan. Belakangan, astronom berargumen bahwa tetapan fisika di alam sernesta dini tarnpaknya dirancang sedemikian cermat. Beberapa ilmuawan berangkat dari tradisi kegmaan tertentu dan beragurnen bahwa beberapa keyakinannya dapat dirumuskan kembali dengan penjelasan ilmiah. Oleh Ian G. Barbour pendekatan semacam ini disebut theology of natural yang dibedakan dengan natural Iheology yaitu argumen yang seniata didasarkan kepada teoriteori sains. Alternatifhya, sistem filisofis seperti filsafat proses dapat digunakan uti~t~k menafsirkan pemikiran ilmiah dm keagamaan dalam kerangka konseptual bersama. Dan Ian menegaskan bahwa dirinya sangat bersimpati pada dua pendekatan terakhir. Integrasi ilmu memang tidak mungkin dilakukan hanya dengan mengumpulkan dua himpunan keilmuan yang mempunyai basis teoritis yang sama sekali berbeda. Integrasi hanya dapat dimungkinkatl jika disertai upaya mengintegrasikan hingga tingkat epistemologis. Narnun agaknya lnodei inte-i yang ditawarkan Ian Barbour telah malewati hat ini. Sebab di sana telah diasumsikan kebalaran agalna &an sains sama-sama diakui. Yang diperlukan liemidian adalah keterbukm sikap baik dnrj pas teolog (agamawan) dan ilmuwan untuk mel~kxtkanh a1 tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing 1 : Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag. Pembimbing 2 : Dr. H. Iskandar Zulkarnain
Uncontrolled Keywords: Sains, Agama
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: Users 5 not found.
Date Deposited: 27 Nov 2013 05:01
Last Modified: 04 Aug 2016 02:28
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/9604

Actions (login required)

View Item View Item