KRITIK SUTAN SJAHRIR TERHADAP FASISME

AGUS RIADI SYAM, -NIM. 96512181 (2003) KRITIK SUTAN SJAHRIR TERHADAP FASISME. Skripsi thesis, PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text
BAB I. V.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB II. III. IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

F.asisme adalah faham yang membahayakan dan merusak bangsa Indonesia. Faham ini berawal dari Italia, Jerman dan Jepang yang disinyalir telah masuk kedalam bangsa Indonesia. Sutan Sjahrir mengkritik bahwa Fasisme ini telah ada di Indonesia. Kritikannya ini berangkat dari pengamatan dan ketajaman analisisnya mengenai berbagai perkembangan di dalam negeri dan di dunia, yang diakibatkan oleh kolonial otoriter Belanda dan Fasistis Jepang. Sutan Sjahrir melihat bahwa para pemuda khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya telah terjangkit faham Fasisme. Bahkan lebih jauh Sutan Sjahrir mengatakan bahwa sifat Fasistis menurut pandangannya sudah mempunyai akar dalam feodalisme pribumi ditambah pengalaman kolonialisme otoriter Belanda dan Fasisme militer Jepang. Fasisme menolak nilai-nilai demokrasi dan mempertahankan kapitalisme sebagai sistem ekonorni. Menurut faham Fasisme, manusia itu pada hakikatnya tidak sarna dan harus dipaksa untuk mengakui ketidaksamaannya itu. Pengertian ini berangkat dari analisanya mengenai konstelasi politik intemasional terutama di Eropa Barat terhadap kekuatan reaksioner (Fasis), yang mana menurut Sjahrir bahwa faham yang ada dalam masyarakat akan mengalami perkembangan menjadi gerakan yang akan terus melawan kekuatan demokrasi, yang mana juga. seluruh kekuatannya Fasis tersebut bekerja melawan kemajuan dan kebebasan manusia universal. Sutan Sjahrir mempunyai kekhawatiran dan keprihatinan mendalam dan konsisten mengenai bahaya watak Fasisme pribumi Indonesia yang telah rnengkristal dari unsur-unsur feodalisme pribumi Indonesia yang dikombinasikan dengan pengalaman kolonial Fasistis Belanda dan militerisme-etatisme totaliter Jepang. Secara tajam dan kritis bahkan cenderung kasar, ia mengkritik hebat pemuda dan pemimpin yang dilihatnya terlalu terpengaruh oleh Jepang dan menggunakan cara-cara Fasis dalam perjuangan kemerdekaan. Berangkat dari persoalan di atas, penulis bermaksud meneliti tentang I)bagaim~ang dikritik Sjahrir tersebut dan bagaimana bentuk kritikan yang dilakukan oleh Sjahrir tersebutĀ« Untuk mendapatakan jawaban tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode kajian historis dari tokoh yang bersangkutan, teknik pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan dan teknik pengolahan data.dengan deskripsi yang memberikan gambaran data yang ada serta analisa data guna pemeriksaan secara konseptual atas makna yang terkandung dalam pemikiran tokoh tersebut di atas. HasiI dari penelitian ini di dapatJah sebuahjawaban atas wujud fasisme yang didapat Sjahrir adalah bahwa fasisme dapat merusak harkat dan martabat manusia. "Sedangkan kritik yang dilakukan Sjahrir terhadap fasisme adalah mengkristalnya unsur-unsur feodalis pribumi, pengalaman kolonialis Belanda dan otoriteris militer Jepang terhadap paham kemasyarakatan. Akhimya, Sjahrir optimis bahwa bahaya otoriterisme, Fasisme di Indonesia hanya dapat dicegah justru dengan mempraktekkan dan menerapkan secara sadar dan konsisten apa yang menjadi lawan Fasisme dan otoriterisme yaitu pengembangan kehidupan demokrasi dan penghargaan atas hak-ha manusia. Sjahrir berkeyakinan, bahaya fasisme hanya bisa dilawan kalau sejak dini diberantas dengan penuh kesadaran.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: faham, agama, kepercayaan
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 18 Dec 2013 03:04
Last Modified: 03 Aug 2016 07:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/9686

Actions (login required)

View Item View Item