CORAK EKOLOGIS DALAM PENAFSIRAN AL-QUR'AN

AHMAD SHIDIQI, NIM. 98532673 (2003) CORAK EKOLOGIS DALAM PENAFSIRAN AL-QUR'AN. Skripsi thesis, PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text
BAB I. V.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
BAB II. III. IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (4MB)

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir ini, kehidupan umat manusia tiba-tiba dikejutkan oleh sejumlah peristiwa alam yang cukup menggelisahkan dan mengkhawatirkan. Kondisi ketahanan alam yang bersendikan lingkungan hidup semakin hari semakin rapuh. Peristiwa demi peristiwa berupa gejala alam semisal banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, polusi udara dan seterusnya, adalah fenomena yang kcrap kali menimpa kc1angsunganhidup kita. Akibatnya, penyakit demi penyakit yang diakibatkan oleh terganggunya kelestarian alam mulai menimpa ketentraman hidup manusia. Sementara itu, pada saat yang bersamaan, kesadaran manusia akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup semakin sulit diharapkan. Karena interaksi manusia dengan alam sekitamya lebih di dorong oleh semangat eksploitatif Alam hanya dijadikan sebagai obyek keserakahan nafsu manusia. Sehingga logika interaksi antara manusia dan alam adalah logika penaklukan yang membabi buta, tanpa mempertimbangkan dampak-dampak ekologisnya. . Karenanya, keserakahan manusia terhadap alam ini dibiarkan berlangsung terus­ menerus, pada akhimya akan berdampak serius pada eksistensi kehidu7.n manusia itu sendiri. Oleh sebab itu, dalam menyikapi realitas kerusakan alam ini, agama al­ Qur'an) sebagai pemberi pcsan damai baik kcpada manusia maupun kepada alam, sudah sepatutnya turut memberi solusi dan kontribusi yang signifikan bagi kelestarian (conservation) lingkungan alam. Melihat alam dari perspektif agama ,(al-Qur'an), menurut Hassan Hanafi, akan memungkinkan kita untuk menyelesaikan permasalahan sumbcr-sumbcr alam dari akar yang scbcnarnya, yakni dari sudut pandang kesadaran manusia. Sikap dan persepsi manusia menentukan eara berhubungan dengan alam. Obyek yang hidup, seperti alam atau dunia, tidak akan ada atau berubah kecuali dalam persepsi di subyek. Dalam konteks ini, Islam sebenamya adalah agama yang ramah terhadap lingkungan. Pandangan ini dapat kita lihat dalam al-Qur'an yang berbieara banyak tentang pcntingnya pelestarian alam dan lingkungan semacam; (QS.II :851 QS.2:11-121 QS.7:851 QS.28:771 QS.26:151-152) yang mana ayat-ayat tersebut melarang kita untuk merusak Iingkungan. Pada ayat-ayat yang lain juga disebutkan bahwa alam, dalam pandangan Islam memilki peran kognitif, yaitu untuk mengetahui Tuhan. Ia dapat membewa manusia menuju Tuhan, Semua .fenomena, alam adalah tanda dari. manifestasi Tuhan, dari Dia dan kembali kepadablya (QS.2:1641 QS.14:321 QS.3l:201 QS.50:6-11lQS.16:14). Dan masih banyak Jagi ayat-ayat Jainnya yang menekankan pcntingnya pclcstarian . lingkungan. Oleh karena itu penafsiran ayat-ayat yang berwawasan lingkungan (ekologis), terutama yang di lakukan oleh Mujiono Abdillah ini adalah sangat relevan kita kedepankan dengan asumsi bahwa al-Qur' an sebagai kitab petunjuk yang sempuma ini dapat memberikan kontribusi yang positif dalam kerangka penaggulangan krisis Iingkungan hidup yang melanda kehidupan global selama 101

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Tafsir Al-quran, Coarak Penafsiran
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 18 Dec 2013 03:31
Last Modified: 25 May 2015 01:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/9690

Actions (login required)

View Item View Item