HAKEKAT MANUSIA SEBUAHSTUDI KOMPARASI PEMIKIRAN MUHAMMAD IQBAL (1873-1938) DAN KHLIL GIBRAN (1883-1931)

ALAHUDDIN, NIM. 99513183 (2003) HAKEKAT MANUSIA SEBUAHSTUDI KOMPARASI PEMIKIRAN MUHAMMAD IQBAL (1873-1938) DAN KHLIL GIBRAN (1883-1931). Skripsi thesis, PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text
BAB I. V.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB II. III. IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (4MB)

Abstract

'Hakekat Manusia', dari ungkapan ini banyak sudah pemikir yang berusaha untuk mengungkapkan kenyataan apa 'hakekat manusia' yang sebenamya. Disadari atau tidak, manusia adalah sebuah realitas dan juga sekaligus misteri. Sebagai realitas ia adalah makhluk yang mengada di bumi dan keberadaannya tidak dapat dipungkiri. Keberadaanya di bumi memiliki akar sejarah yang sangat panjang. Disiplin keilmuan yang mengkaji tentang hal ini telah menghasilkan beberapa teori dan konsep. Sejumlah ilmuan dan pemikir telah lahir sebagai basil dati kajian mereka terhadap manusia. Disamping itu, doktrin agama melalui kitab suei juga menjelaskan tentang sejarah kemuneulan dan keberadaan manusia di dunia. Terlepas dari ,sudah banyaknya teori dan konsep yang ada tentang manusia, perlu disadari bahwa manusia adalah makhluk yang kompleks, yang sadar diri dan memiliki berbagai karakter yang berbeda. Kondisi ini memperpanjang daftar kesulitan yang dihadapi ketika hendak kajian tentang manusia. Sehingga manusia tetaplah menjadi sebuah misteri sepanjang zaman. Iqbal dan Gibran. Keduanya merupakan satu diantara sekian banyak pemikir yang telah mengkaji tentang manusia. Ketertarikan mereka atas kajian manusia dapat dijumpai dalam berbagai karya mereka, Iqbal misalnya, konsepnya tentang manusia merupakan komentamya terhadap kesalahpahaman dan penyimpangan yang banyak dilakukan oleh pemikir-pemikir terdahulu, yang hanya memandang manusia dari satu sisi kemanusiaannya. Baginya manusia adalah makhluk yang paling mulia, yang diciptakan oleh Tuhan.Manusia merupakan wakil Tuhan di burni. Keberadaannya di bumi merupakan buab dari adanya kebebasan yang ia miliki, sebagaiamanah dari Tuhan. Pemikirannya yang seperti ini banyak terinspirasi dari kitab suei al­ qur'an. Senada dengan itu, Gibran juga berpendapat bahwa manusia merupakan ciptaan Tuhan. Pandangannya tentang manusia lebib ditekankan pada masalah keberadaan manusia di dunia, sisi kemanusiaannya, martabat serta keluhurannya sebagai makhluk Tuban. Manusia adalah makhluk sosial dan juga sekaligus makhluk individu, Sebagai makhluk individu, ia sadar akan dirinya dan kemudian mencintai dirinya sendiri. Cinta din inilah yang kemudian yang mendasari timbulnya rasa cinta kepada orang lain disekitamya. Sebagai puncak dari einta tersebut adalah dengan mencintai Penciptanya. Hidup manusia dijiwai oleh prinsip-prinsip dan nilai-nilai cinta. Oleh karenanya ia kemudian berpendapat bahwa yang terpokok dan manusia adalah cinta. Teori dan berbagai pendapat tentang manusia terus berkembang seiring dengan makin berkembangnya pola pikir manusia. Dalam hal ini kita mengenal berbagai aliran yang berbicara tentang manusia, sebut saja materialisme, idealisme, dan eksistensialisme. Kesemuanya merupakan bentuk dati hasil pemikiran tentang manusia. Dengan memahami 'hakekat manusia' setidaknya pemahaman akan keberadaan m