INKARNASI AVALOKITESVARA DALAM AGAMA BUDDHA MAHAYANA(studi kasus dalai lama tibet)

KARIMAH NOVIANTI, NIM. 99522868 (2003) INKARNASI AVALOKITESVARA DALAM AGAMA BUDDHA MAHAYANA(studi kasus dalai lama tibet). Skripsi thesis, PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text
BAB I. V.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB II. III. IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Dalai Lama yang juga berarti samudera kebijaksanaan merupakan gelar bagi pemimpin Tibet, pemimpin agama sekaligus pemimpin negara. Orang-orang Tibet sangat mempercayai adanya kelahiran kembali, dimana jiwa orang yang telah meninggal akan menitis dan lahir kembali kedunia. Hal ini dipengaruhi ajaran karma dan kelahiran kembali dalam agama Buddha. Sebagai seorang pemimpin, Dalai Lama diyakini merupakan inkarnasi dari Avalokitesvara, seorang Bodhisattva yang menunda masuk dalam nirvana setelah mencapai penerangan untuk membantu mahluk yang membutuhkan pertolongan dengan menitis pada tubuh manusia. Di Cina, Avalokitesvara dikenal dengan sebutan Guanyin, yang berinkamasi tidak pada satu tokoh. Inkarnasinya akan berpindah orang dan tempat sesuai dengan daerah yang memerlukan pertolongan. Perbedaan Kepercayaan pcnduduk Tibet dan di Cina mengenai inkarnasi Avalokitesvara mengarah pada pertanyaan-pertanyaan, bagaimana konsep inkamasi Avalokitesvara pada agama Buddha Mahayana? dan apa perbedaan kepercayaan mengenai inkarnasi Avalokitesvara di Tibet dan di Cina? Dengan menggunakan pendekatan Historik Dokumenter dan metode deskriptif yang meliputi pengumpulan data, penilaian data, penafsiran data dan penyimpulan untuk menganalisis data-data yang didapatkan baik dari literatur buku, artikel, jurnal rnajalah maupun dari situs internet. Penulis juga mernakai pendekatan sosiologis, karena fokus perhatian sosiologis terletak pada interaksi agama dan masyarakat serta concern awalnya pada struktur sosial, konstruksi pengalaman manusia dan kebudayaan agama, untuk mengetahui bagaimana kepercayaan terhadap Dalai Lama sebagai inkarnasi Avalokitesvara terbentuk dikalangan orang-orang Tibet Dengan menggunakan teori inkarnasi dan teori kharisma, keyakinan penduduk Tibet dimulai sejak jaman Dalai Lama pertama, yang mendapatkan gelar samudera oleh Raja Manchu. Diperlebar dengan cerita yang bersifat adikodrati tentang dirinya (yang memiliki sifat-sifat ketuhanan diluar kemampuan manusia), ditunjang dengan statusnya sebagai Raja yang dapat melakukan apa saja sesuai dengan keinginannya (dengan membangun istana di atas bukit tempat raja mengamati rakyatnya seperti halnya Avalokitesvara-Raja yang melihat dari atas), ditambah dengan kharisma yang menyertai pribadi seorang Dalai Lama, terbentuklah kepercayaan mengenai Dalai Lama sebagai seorang inkamasi Avalokitesvara dan akan berlangsung terus menerus hingga kelembagaan Dalai Lama berakhir. Tnkamasi Avalokitesvara dijelmakan pada tokoh Dalai Lama, tidak terlepas dari cerita-cerita awal tUTUntemurun penduduk Tibet. Perbedaan antara inkamasi Avalokitesvara di Cina dan Tibet adalah jenis kelamin dimana perwujudan Avalokitesvara di Cina dipersonifikasikan dengan sifat-sifat feminim. Hal ini sebagai perlambang bahwa sifat-sifat wanita yang lembut, penuh kasih sayang, perhatian dan cinta. Sedangkan perwujudan Avalokitesvara di Tibet dipersonifikasikan dengan sifat maskulin pria dalam hal ini Dalai Lama. Tokoh yang memiliki sifat welas asih, bijaksana, dan kharisma adiduniawi yang membuat Dalai Lama dicintai oleh rakyatnya. Selain itu, Dalai Lama mampu membangkitkan semangat perjuangan penduduk membela tanah airnya sejak invasi Cina, sedangkan di Cina tidak ada satu pergolakan tertentu dan tidak ada mayoritas agama yang membutuhkan sosok "pahlawan"

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: dalai lama, buddha, tibet
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 19 Dec 2013 02:28
Last Modified: 04 Aug 2016 07:36
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/9712

Actions (login required)

View Item View Item