ASKETISISME DALAM ISLAM (TELAAH HISTORIS ATAS PRAKTIK ZUHUD IBRAHIM IBN ADHAM)

LALU ZAENAL ABIDIN, NIM. 98512640 (2003) ASKETISISME DALAM ISLAM (TELAAH HISTORIS ATAS PRAKTIK ZUHUD IBRAHIM IBN ADHAM). Skripsi thesis, PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text
BAB I DAN BAB V.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Idiomatika Jawa Unp Mung Mampir Ngombe dalam menyoal seputar bidup dan kebidupan berbangsa dan bemegara hanya di refleksikan dengan kelegaan terbatas, bingga akhimya mencintai hal-hal duniawi begitu berlebihan. Nilai-nilai agama telah menipis, aturan hukum yang berlaku sudah banyak yang tidak di hiraukan lagi, nilai-nilai budaya, etika, dan tata nilai kehidupan sudah bampir kabur dari negeri yang secara ideologis adalah bangsa yang memiliki kesadaran religius yang tinggi. Padahal sila Ketuhan Yang Maha Esa yang ada dalam Pancasila (lima dasar negara) merupakan sila yang menyinari dan menjiwai sila-sila yang lain. Bahkan pola bidup hedonistik makin menggejala dala masyarakat Lalu apakah harus menolak atau berpaling dari arus pengetahuan dan teknologi di zaman modem ini ? Jawabnya .tentu tidak. Karena Islam itui dinamis di daiamnya ada aspek praktis antara lain dalam tasawuf ada zuhud yang cikal bakalnya dari asketisisme dalam Islam abad pertama dan kedua hijriyah. Penulis mencoba menguras segenap kemampuan yang dimiliki untuk melakukan penelitian literer dalam masalah ini. ternyata, asketisisme dalam Islam pada abad pertama dan kedua bijriyah tampil sebagai solusi spritual terhadap permasalah-permasalahan yang di badapi pada masa itu seperti permasalahan sosial, politik, ekonomi , dan budaya Ibrahim Ibnu Adham yang bidup pada paruh kedua abad kedua menjadi bukti sejarah akan hal itu. ia bidup di pusat kota Bashra yang menjadi kota penting kegiatan politis dan religius. Di khurasanlah kelompok penumbang Dinasti Umayyah dan pendiri khilafah Abbasiyyah tumbuh. Di propinsi terpencil ini juga, pernah menjadi pusat kebudayaan yang di tengah-tengahnya berdiri megah sebuah istana kerajaan ayah dari Ibrahim. Ibrahim ternyata menjadi dirinya sendiri, ia melakukan pola hidup asketis dan praktik-praktik zuhud. Komentar orang tentang dia amat beragam. Sebagian mengatakan praktik zuhudnya adalah murni ajaran Islam yang bersumber dari ajaran AI-Qur'an dan Sunah Nabi SAW. sebagian yang lain berpendapat Ibrahim terkooptasi oleh para asketis Kristen (asing). Di tengah keadaan seperti itulah penulis mencoba menkaji asketisisme dalam Islam dalam kaitannya dengan praktik zuhud ibrahim bin adam yang akhimya sampai pada kesimpulan bahwa Ibrahim adalah pelopor asketisisme dalam Islam sekaligus praktisi tulen zuhud (seorang zahid sejati). Betapa tidak, praktik-praktik sucinya Iebih banyak dihasilkan dari mujahadah-mujahadah dan atau self contemplation, yang di tekuninya, hingga pancaran ilahiyahnya bisa mengalir dan dirasakan sampai sekarang

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: historis, zuhud, ibn adham
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 19 Dec 2013 02:42
Last Modified: 04 Aug 2016 02:21
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/9714

Actions (login required)

View Item View Item