HADIS-HADIS NABI SAW. TENTANG DOA KEMISKINAN (Kajian Ma'ani Al-Hadis)

LIQMANUL HAKIM, NIM. 98532786 (2003) HADIS-HADIS NABI SAW. TENTANG DOA KEMISKINAN (Kajian Ma'ani Al-Hadis). Skripsi thesis, PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text
BAB I. V.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB II. III. IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Salah satu problematika yang dihadapi umat Islam dewasa ini adalah masalah kemiskinan. Masalah ini bukan saja menjadi perdebatan di kalangan tokoh-tokoh intelektual umat Islam atau sekedar wacana ilmiah, tetapi secara realistik sebagian umat Islam terlanjur "mencintai" dan "mensakralkan" kemiskinan sebagai anugerah dari Tuhan-bila tidak dikatakan takdir- yang tidak perlu di khawatirkan dan dicarikan solusinya. Karena itu, bukan hal yang mudah memecahkan masalah ini, apalagi mengubah sikap hidup, opini dan pandangan mereka tentang kemiskinan. Akar opini tersebut bila ditelusuri telah muncul pada abad pertengahan Islam yang ditandai dengan gerakan-gerakan Zuhud/sufisme, ketika Umat Islam berbeda pendapat tentang apakah hidup kaya itu suatu kebaikan atau hidup miskin? Dari sini muncul kelompok yang mengutamakan kemiskinan yang kebanyakan terdiri dari orang-orang 'ebtd (ahli ibadah), zanid (menjauhkan diri dari kesenangan dunia) dan sufi. Mereka inilah (termasuk Imam al-Ghazali, pengarang lhya"1 'Ulumu aI-Din) yang sering divonis sebagai "biang keladi" kemiskinan dan kemunduran ummat Islam oleh tokoh-tokoh Islam modem. Perbedaan pendapat tersebut sesungguhnya dimotivasi, di antaranya, oleh teks­ teks hadis tentang keistimewaan hidup miskin (fad/u al-Faqr), dan salah satunya adalah hadis tentang doa kemiskinan yang dijadikan obyek penelitian dalam skripsi ini. Titik tekan penelitian ini adalah bagaimana mencennati maksud hadis tersebut, dan memahaminya secara obyektif dan proporsional untuk kemudian dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan saat ini, melalui kajian ma'8n; a/-l]adis -meminjam istilah Syuhudi Ismail-, atau sebuah metode hermeneutika hadis -dalam bahasa Musahadi Ham- yang menggunakan pendekatan kritik historis, kritik eidetis dan kritik praksis. Para Ulama hadis, baik klasik maupun kontemporer, sebenamya telah membahas dan menafsirkan hadis ini dalam karya mereka. Kebanyakan memahami hadis ini dengan pendekatan kebahasaan (linguistik) -diantaranya ts'wll-« tematik dan konpirmatif Belum ada yang mengkajinya dengan . pendekatan historis, generalisasi dan kritik praksis (kontekstualisasi ide-ide sentral hadis ke dalam realitas praksis). Maka itu, di sini penulis hanya mencoba melengkapi pemahaman yang telah dibangun tersebut agar lebih obyektif dan proporsional. Pada akhimya penulis berkesimpulan bahwa hadis tersebut dapat dipahami secara tekstual (hakiki) maupun kontekstual (majazilla'wl7tj. Di samping itu, banyak sekali makna dan hikmah yang dapat digali dari hadis tersebut untuk dapat direfleksikan ke dalam berbagai aspek kehidupan, diantaranya: aspek moral­ spiritual, aspek sosial dan aspek ekonorni.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: miskin, doa, islam
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 19 Dec 2013 02:46
Last Modified: 25 May 2015 02:37
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/9715

Actions (login required)

View Item View Item