DEMOKRASI PADA MASA ORDE BARU DALAM KONTEKS STRATIFIKASI SOSIAL MASYARAKAT JAWA

RADEN JAMAL, NIM. 99513053 (2003) DEMOKRASI PADA MASA ORDE BARU DALAM KONTEKS STRATIFIKASI SOSIAL MASYARAKAT JAWA. Skripsi thesis, PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text
BAB I. V.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB II. III. IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini membahas Demokrasi pada Masa Orde Baru dalam Konteks Stratifikasi Sosial Masyarakat Jawa. Kajian ini menarik karena meskipun kekuasaan Orde Baru telah diberi acuan UUD'45 yang cukup demokratis, namun dalam prakt knya kekuasaan Orde Baru masih menampilkan kesan kediktatoran. Kekuasaan terak ulasi dan terpusat kepada seorang eksekutif serta tidak terdistribusikan kepa a kekuatan-kekuatan politik altematif Penguasa memposisikan dirinya sebagai patr nage sementara rakyat diposisikan sebagai pihak tergantung pada penguasa clie . Dalam penelitian ini pembahasan akan diarahkan untuk menjawab dua pert nyaan yaitu bagaimana stratifikasi sosial masyarakat Jawa dan bagaimana kaitan ant stratifikasi sosial masyarakat Jawa dengan kepemimpinan Orde Barn. Agar ked a permasalahan di atas dapat dijawab dengan tepat, maka dalam penelitian ini ak digunakan metode analisis kualitatif, komparatif dan generalisasi. Selanjutnya, setelah diadakan kajian yang cukup komprehensif maka dapat pulkan bahwa: tratifikasi sosial masyarakat lawn terbagi secara hierarkis menjadi dua bagian, aitu: wong gedhe (orang besar) dan wong cilik (orang kecil). Golongan pertama . uni bangsawan dan priyayi. Priyayi pada dasamya adalah mereka yang enduduki birokrasi kerajaan dan masih mempunyai ikatan geneologis dengan aja. Namun dalam perkembangan selanjutnya, konsep priyayi ini mengalami rluasan makna. Setelah kekuasaan kerajaan menurun dan diganti oleh ekuasaan pemerintah kolonial, konsep priyayi juga digunakan untuk enunjukkan mereka yang duduk di birokrasi pemerintah kolonial, meskipun ereka ini bukan berasal dari keturunan bangsawan. Untuk membedakan eduanya, yang pertama disebut sebagai priyayi luhur sedangkan yang kedua dinamakanpriyayi cilik. Sementara golongan wong cilik adalah rakyat pada umumnya. Pada dasamya mereka ini heterogen, karena terdiri dari berbagai macam kalangan seperti petani, pedagang, tukang, kuli, pengangguran dan lain sebagainya. 2. Keterkaitan antara stratifikasi sosial masyarakat Jawa dan kepemimpinan Orde Barn adalah bahwa stratifikasi sosial masyarakat lawn itu telah meligitimasi praktek kekuasaan rezim itu. Rakyat, karena merasa sebagai wong cilik, menerima dengan ikhlas atas kekuasaan yang dijalankan oleh penguasa Orde Baru dan menerima begitu saja dijadikan sebagai pihak yang tuna kuasa, sementara di pihak lain, kekuasaan sang penguasa makin kokoh dan kuat. Be dasarkan hal di atas, maka tidak mengherankan jika demokrasi yang merupakan a natfoundingfather dan UUD'45 sangat sulit dijalankan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: akidah, orde baru, demokrasi
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 23 Dec 2013 04:06
Last Modified: 04 Aug 2016 01:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/9764

Actions (login required)

View Item View Item