GUGATAN PERCERAIAN DIKARENAKAN SUAMI SEORANG HOMOSEKSUAL (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Agama Yogyakarta No. 0542/Pdt.G/2009/PA.Yk.)

ANDA FARIDAH, NIM. 06350087 (2012) GUGATAN PERCERAIAN DIKARENAKAN SUAMI SEORANG HOMOSEKSUAL (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Agama Yogyakarta No. 0542/Pdt.G/2009/PA.Yk.). Skripsi thesis, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text
BAB I, BAB V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (3MB) | Preview
[img] Text
BAB II, BAB III, BAB IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (647kB)

Abstract

Salah satu prinsip perkawinan Islam adalah menguatkan ikatan perkawinan agar berlangsung selama-lamanya. Namun, dalam perjalanan mengarungi bahtera rumah tangga tidak selamanya mulus seperti apa yang diharapkan, pasti akan menghadapi rintangan yang menjadi permasalahan dalam rumah tangga. Apabila permasalahan itu tidak dapat diselesaikan dengan baik akan menimbulkan kepada perselisihan dan berujung pada perceraian. Dalam mengajukan perceraian baik suami maupun istri haruslah memiliki alasan yang jelas mengenai alasan ingin melakukan perceraian. Dalam konteks Indonesia kebolehan perceraian diatur dalam peraturan perundang-undangan yakni dalam Undang-undang No.1 tahun 1974 tentang perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Dalam pasal 39 ayat (2) Undangundang No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 116 disebutkan beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai alasan perceraian. Realita di lapangan tidak sejalan dengan apa yang termuat dalam peraturan Undang-undang, Pengadilan Agama Yogyakarta dalam putusan No.0542/Pdt.G/2009/PA.Yk mengabulkan gugatan perceraian yang diajukan oleh seorang istri dengan alasan bahwa suaminya adalah seorang homoseksual, yang diketahui alasan ini tidak terdapat dalam dua undang-undang di atas sebagai alasan perceraian. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apa yang menjadi dasar dan pertimbangan hukum yang digunakan Hakim dalam memutuskan Perkara No: 0542/ Pdt.G/ 2009/ PA. Yk dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap dasar dan pertimbangan hukum Hakim dalam memutuskan perkara tersebut. Jenis penelitian yang penyusun lakukan adalah penelitian pustaka (library research) yang bersifat deskriptif analitik. Dalam menganalisia permasalahan ini penyusun menggunakan metode analisis data kualitatif, dan menggunakan cara berfikir deduktif, yaitu dengan meneliti gambaran secara umun Putusan Majelis Hakim PA Yogyakarta mengenai gugatan perceraian dengan No: 0542/ Pdt.G/ 2009/PA. Yk dan melakukan analisis. Analisis putusan dari permohonan tersebut dilakukan dengan pendekatan Normatif-Yuridis, apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta dalil-dalil yang ada. Pertimbangan yang digunakan majelis Hakim dalam memutuskan perkara perceraian ini adalah bahwa keadaan rumah tangga penggugat dan tergugat yang sedang dalam kondisi yang tidak baik dikarenakan perilaku tergugat yang seorang homoseksual sehingga ia melalaikan kewajibannya sebagai seorang suami dalam memberikan nafkah lahir maupun batin. Hukum Islam membenarkan pertimbangan dan putusan yang diambil oleh majelis Hakim, karena perilaku homoseksual memang merupakan perilaku menyimpang yang tidak dibolehkan dalam Islam. Jika perilaku menyimpang ini berada dalam suatu ikatan suci pernikahan maka akan mengakibatkan kerusakan pada ikatan yang suci ini dan sungguh hukum Islam tidak menghendaki kerusakan di setiap sendi kehidupan manusia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: homo seksual, perceraian, suami istri
Subjects: Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 23 Jan 2014 14:49
Last Modified: 13 Apr 2016 09:54
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/9846

Actions (login required)

View Item View Item