KONSEPSI IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH TENTANG MUHASABAH

KHAYRUL ANAM - NIM. 00510342, (2008) KONSEPSI IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH TENTANG MUHASABAH. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Hati menegaskan jiwa untuk menjaga organ tubuh, mengamati, memantau dan tidak menyia-nyiakannya. Jika hati menyia-nyiakan organ tubuh dalam sekejap saja, maka organ tubuh jatuh dalam pengkhianatan dan apabila hati menyia-nyiakannya dalam jangka waktu yang lama, maka organ tubuh tersebut jatuh dalam pengkhianatan yang lama pula sehingga pengkhianatan tersebut menghabiskan seluruh modal kebaikannya dan timbul kekurangannya dalam diri manusia. Hal inilah yang menyebabkan jiwa manusia terganggu. Ditegaskan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah, bahwa terganggunya kesehatan jiwa seseorang disebabkan didalam organ tubuh manusia telah terjadi pengkhianatan yang menyebabkan seluruh modal kebaikan yang dimilikinya menjadi hilang atau habis. Oleh karena itu diperlukan muhasabah diri (introspeksi diri) agar jika seseorang rugi, ia akan segera lari dari kerugian tersebut dengan tidak mengulanginya lagi sekaligus melakukan penjagaan dan pemantapan terhadap dirinya. Sehubungan dengan hal itu, penyusun mencoba merumuskan dan membatasi pokok masalah yaitu : bagaimana konsep dan fungsi muhasabah menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah, dengan tujuan menelaah dan menganalisis konsep dan fungsi muhasabah dalam gagasan Ibnu Qayyim al-Jauziyah sebagai terapi gangguan kejiwaan yang dialami oleh manusia. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research). Dalam penelitian ini penyusun mencari data-data mengenai muhasabah dan pemikiran Ibnu Qayyim al-Jauziyah mengenai muhasabah sebagai terapi kesehatan jiwa untuk dideskripsikan dan mengambil kesimpulan khusus mengenai muhasabah sebagai alternative terapi bagi kesehatan jiwa. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Maksudnya sumber-sumber datanya dikumpulkan dan dianalisis secara kritis sebelum dituangkan dalam sebuah pemaparan. Pendekatan yang digunakan : pendekatan normative dan pendekatan psikologis. Dalam meneliti dan menganalisis data-data yang diperoleh, penyusun menggunakan metode deskriptif analitik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa muhasabah menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah adalah merupakan suatu sikap yang selalu menghitung/menghisab (layak atau tidak) bertentangan dengan kehendak Allah, sehingga terhindar dari perasaan bersalah yang berlebihan, cemas, dan lain sebagainya. Dengan bermuhasabah, seseorang akan mengetahui kekurangan-kekurangan dan kelebihan-kelebihan yang ada pada dirinya serta mengetahui hak Allah atas dirinya. Menurut Ibnu Qayyim, bahwa munculnya gangguan jiwa atau gangguan mental pada manusia disebabkan karena kosongnya hati atau jiwa mengenal, kecintaan dan kerinduan kepada Allah. Sehingga ketika jiwanya kering dan nilai-nilai spiritual, maka akan mudah dikuasai hawa nafsu sehingga hati menjadi sakit atau mati. Hawa nafsu mengajak kepada sikap durhaka dan mendahulukan kehidupan duniawi sedangkan Allah Swt mengajak hamba-Nya agar takut kepadanya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsu. Muhasabah hendaknya dilakukan setiap saat atau waktuwaktu tertentu, misalnya setiap hari, setiap minggu sampai setiap tahun pada setiap akan melakukan perbuatan dan setelah melakukan perbuatan. Selain itu, diperlukan adanya tanggung jawab social sebagai side effect (efek samping) dari kegiatan muhasabah yang dilakukan. br br

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I : Drs. Sudin, M. Hum. ; Pembimbing II : H. Zuhri, S.Ag, M, Ag.
Uncontrolled Keywords: Konsepsi, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Muhasabah
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:40
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/993

Actions (login required)

View Item View Item