PENDEKATAN TEORI KONFLIK GEORG SIMMEL TERHADAP PENGEMBANGAN PARIWISATA RAMAH DIFABEL DI YOGYAKARTA (Studi Kasus : Walking-Walking)

Winingsih, NIM.: 18107020041 (2022) PENDEKATAN TEORI KONFLIK GEORG SIMMEL TERHADAP PENGEMBANGAN PARIWISATA RAMAH DIFABEL DI YOGYAKARTA (Studi Kasus : Walking-Walking). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (PENDEKATAN TEORI KONFLIK GEORG SIMMEL TERHADAP PENGEMBANGAN PARIWISATA RAMAH DIFABEL DI YOGYAKARTA (Studi Kasus : Walking-Walking))
18107020041_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (PENDEKATAN TEORI KONFLIK GEORG SIMMEL TERHADAP PENGEMBANGAN PARIWISATA RAMAH DIFABEL DI YOGYAKARTA (Studi Kasus : Walking-Walking))
18107020041_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Konsep kawasan inklusif dan isu difabel memang sudah menjadi isu yang hangat di berbagai daerah Indonesia. Peraturan Pemerintah DIY Nomor 70 Tahun 2019 tentang Perencanaan, Penyelenggaraan dan Evaluasi terhadap Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas menunjukan bahwa Yogyakarta peduli terhadap isu difabel dan sedang dalam tahap mengupayakan dengan berbagai hal, salah satunya pelayanan wisata yang inklusif dan aksesibel. Pencapaian wisata yang inklusif tentunya akan melibatkan banyak pihak didalamnya, khususnya difabel. Namun minimnya pengetahuan tentang difabel dapat memicu konflik atau masalah terhadap pengembangan wisata inklusif. Penelitian ini menggunakan Walking-walking sebagai salah satu perusahaan travel yang memiliki konsep wisata inklusif dan dapat meminimalisir terjadinya konflik dalam pengembangan wisata inklusif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi bagaimana pendekatan teori konflik George Simmel terhadap pengembangan wisata inklusif di Yogyakarta serta agar dapat mengetahui proses dan cara pengembangan wisata inklusif di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan teori konflik milik George Simmel yakni menganalisis bagaimana dan apa saja konflik yang terjadi terhadap pengembangan wisata inklusif di Yogyakarta yang dihubungkan dengan peran Walking-walking sebagai perusahaan travel yang memiliki konsep wisata untuk semua dan memberikan pelayanan wisata yang inklusif dan aksesibel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini adalah, konflik yang terjadi pada pengembangan wisata inklusif di Yogyakarta berupa stigma negatif, diskriminasi, dan bullying/perundungan terhadap difabel yang berasal dari (dalam diri difabel) dan eksternal (masyarakat/wisatawan, pengelola wisata, dan pemerintah Adanya walking-walking sebagai triad/pihak ketiga dapat meminimalisir konflik dengan konsep wisata inklusif yang dimilikinya yakni dengan melakukan penyesuaian akses terhadap ragam difabel yang berbeda. Cara yang dilakukan oleh walking-walking dalam meminimalisir konflik melalui induksi, negosiasi, dan diplomasi dalam proses pelayanan wisata.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: B.J Sujibto, S.Sos., M.A
Uncontrolled Keywords: sosiologi pariwisata; difabel; wisata inklusif; konflik Simmel
Subjects: DISABILITAS
Pariwisata
Sosiologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora > Sosiologi (S1)
Depositing User: Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id]
Date Deposited: 25 Jan 2023 11:28
Last Modified: 25 Jan 2023 11:28
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/55677

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum