TY - THES ID - digilib10372 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/10372/ A1 - METHA SHOFI RAMADHANI, NIM. 07410028 Y1 - 2012/07/19/ N2 - METHA SHOFI RAMADHANI. Pendidikan Tauhid Berdasarkan QS. Al- An`?m Ayat 74-83 Serta Penerapannya Pada PAI (Tinjauan tafsir Al-Mishb?h Karya M. Quraish Shihab). Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2012. Latar belakang masalah penelitian ini adalah pendidikan merupakan proses penting dalam kehidupan manusia. Orang dewasa berkewajiban mendidik generasi penerus khususnya pada pendidikan Islam. Tauhid paling urgen dalam agama Islam, maka perlu kembali kepada sumber ajaran Islam jika terjadi permasalahan. Peneliti memilih surat Al-An`?m ayat 74-83 sebagai obyek penelitian ini, sebab di dalamnya terkandung konsep pendidikan tauhid. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui konsep pendidikan tauhid berdasarkan Al-An`?m ayat 74-83 serta penerapannya untuk Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), mengkaji tafsir Al-Mishb?h karya M. Quraish Shihab. Pengumpulan data dengan metode dokumentasi data-data tertulis dari M. Quraish Shihab dan sumber lain yang mendukung. Teknik analisis isi (content analysis) dengan langkah analisis deskripsi, induksi-deduksi, dan komparasi. Hasil Penelitian: Pertama, pendidikan tauhid berdasarkan QS. Al-An`?m ayat 74-83 yaitu,(a) tauhid rub?biyah: pengarahan jiwa Nabi Ibrahim menjadi m?qin?n (ayat 75), Allah ciptakan segalanya dengan tujuan, aspek rub?biyah menyentuh semua manusia (ayat 80, 83), (b) tauhid uluhiyah : kebenaran ajaran tauhid yang dibawa Nabi Ibrahim (ayat 74), penolakan Nabi Ibrahim atas kemusyrikan kaumnya berupa: ungkapan ketidaksukaan, lebih tegas, sangat tegas (ayat 76-78), penegasan hujjah Nabi Ibrahim tidak mengikuti keyakinan kaumnya dan mengembalikan segalanya kepada Allah (ayat 80), (c) tauhid ubudiyah: Nabi Ibrahim berserah diri secara total kepada Allah (ayat 79),taat kepada Allah dan tidak bersikap zhulm (ayat 81-82), taat bertauhid maka di sisi Allah disamakan derajatnya dengan Nabi Ibrahim (ayat 83). Kedua, penerapan dalam PAI adalah pada aspek tujuan (a) pembentukan manusia bertaqwa sesuai fitrah awal kejadian manusia untuk bertauhid, (b) pembentukan kesalehan manusia mempraktekkan tauhid dalam kehidupan sehari-hari, aspek materi (a) akidah akhlak, materi iman yaitu iman kepada Allah swt, kebenaran ajaran Nabi Ibrahim, akhlak terhadap orang tua dan sesama manusia yang berbeda keyakinan, (b) ibadah, materi ibadah yaitu taat kepada Allah swt, berlepas dari sesembahan selain Allah, seperti Nabi Ibrahim dalam kisahnya, aspek metode (a) kisah, berupa kisah nyata/secara simbolik yang menyentuh hati peserta didik seperti kisah Nabi Ibrahim mengajarkan tauhid pada kaumnya, (b) keteladan, pendidik merupakan teladan bagi peserta didik seperti keteladanan Nabi Ibrahim menghadapi kemusyrikan. (c) pembiasaan, pembiasaan segi aktif dan positif akan melahirkan kebiasaan untuk memantapkan pembelajaran, seperti membiasakan sikap baik dari kisah Nabi Ibrahim pada peserta didik. PB - PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA KW - Pendidikan Tauhid KW - QS. Al-An`?m Ayat 74-83 KW - tafsir AlMishb?h M1 - skripsi TI - PENDIDIKAN TAUHID BERDASARKAN QS. AL-AN`?M AYAT 74-83 SERTA PENERAPANNYA PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINJAUAN TAFSIR AL-MISHB?H KARYA M. QURAISH SHIHAB) AV - restricted EP - 146 ER -